Tags

, ,

Aku menyangka dalam kebingunganku: “Aku telah terbuang dari hadapan mata-Mu.” Tetapi sesungguhnya Engkau mendengarkan suara permohonanku, ketika aku berteriak kepada-Mu minta tolong. (Mazmur 31:23, ITB)

Iblis di akhir jaman ini semakin giat menyebarkan kebencian dan kepahitan antar bangsa, suku dan agama; tujuan Iblis adalah jelas: memperbanyak penderitaan manusia melalui dendam dan kematian karena perang. Namun kuasa Iblis ini kita bisa patahkan dan hancurkan dengan mudah jika kita tahu dan memiliki beberapa hal ini.

Di bawah ini cuplikan kesaksi dari beberapa Muslim yang telah disembuhkan dan dibebaskan dari kebencian dan kepahitan antara sesama manusia yang Iblis pernah tanam dalam pikiran dan jiwa mereka.

Mosab Hassan, penulis buku terkenal ”Putra Hamas.”  Menerapkan ajaran dan perintah Yeshua adalah jalan keluar dari perubahan drastis dirinya, Mosab berkata, putra tertua dari salah satu pendiri organisasi Islam Hamas. Mosab bersaksi bagaimana ia telah dirubah dari pembenci menjadi pengasih sesama.

”Saya mulai membaca pada bagian permulaan Injil Matius, ketika saya sampai pada paragraf ”Kotbah di Bukit,” saya berpikir, Wow, Yesus ini sungguh mengagumkan! Segala sesuatu yang Ia katakan adalah indah!  Saya tidak bisa berhenti membacanya. Setiap ayat nampak menjamah luka-luka dalam yang ada di dalam kehidupanku. Itu adalah suatu pesan yang sangat  sederhana, tetapi memiliki kuasa untuk menyembuhkan jiwaku dan memberi saya pengharapan.”  Ketika tiba pada Matius 5:43-45, ia berkata, ”Belum pernah sebelumnya saya mendengar sesuatu seperti ini, tetapi saya tahu bahwa ini adalah pesan yang saya telah cari-cari di dalam seluruh kehidupanku.”[1]

Tass Abu Saada, supir pribadi Yasser Arafat. Ia lahir dan besar di Gaza sebelum pindah ke Amerika Serikat. Sejak kecil ia telah diajar untuk membenci bangsa Israel, “Saya percaya bahwa mereka adalah orang-orang yang mengambil tanah saya, yang mencuri dariku, jadi aku membenci mereka dengan napsu yang besar,” Tass mengingat masa mudanya.

Namun ketika ia mulai membaca Alkitab dan percaya apa yang tertulis di dalamnya adalah benar, ia dikejutkan dengan kata-kata yang keluar dari mulutnya sendiri.

“Tiba-tiba aku mendengar diriku sendiri berdoa untuk orang-orang Yahudi .. Aku mendengar diriku berdoa, ‘YAHWEH, berkati orang yang Engkau telah pilih dan bawa mereka kembali ke tanah perjanjian.’” Aku mulai ingin menutup mulut saya dengan tanganku, tetapi aku tidak dapat sebab itu meletup-letup di dalam diriku.”

Tentang konflik antara bangsa Israel dengan bangsa Arab Tass yakin bahwa jika kedua kelompok ini datang bersama “dalam nama Elohim yang benar” permusuhan itu akan berakhir,

“Ketika orang-orang Yahudi dan orang-orang Palestina datang bersama-sama dalam nama Elohim, Elohim yang benar, maka akan ada kedamaian sejati. Jika Elohim dapat melakukan perubahan ini di dalam hati orang sembrono seperti saya sendiri, saya percaya bahwa ada harapan bagi siapa saja, dan itu bukan hanya untuk konflik di Timur Tengah, melainkan untuk konflik dalam kehidupan mereka sendiri.”[2]

Segala kepahitan, kegeraman, kemarahan, pertikaian dan fitnah hendaklah dibuang dari antara kamu, demikian pula segala kejahatan.Tetapi hendaklah kamu ramah seorang terhadap yang lain, penuh kasih mesra dan saling mengampuni, sebagaimana Elohim di dalam Messiah telah mengampuni kamu. Efesus 4:31-32, ITB)

Footnotes:

  1. Kesaksian Mosab Hassan Yousef Son of Hamas 
  2. Kesaksian Perdamaian antara Yahudi dan Palestina melalui Yeshua

“Terlahir untuk memuliakan Adonai Yeshua Messiah dan menjadi berkat bagi bangsa-bangsa”Joseph Hendry

Advertisements