Tags

, ,

“Aku dan Bapa adalah satu,” Yeshua Messiah (Yoh. 10:30)

Ada banyak cara untuk membuktikan bahwa Yeshua Messiah adalah Elohim (God). Pada artikel ini saya akan membuktikan ke Elohiman Yeshua melalui titel Yeshua sebagai raja.

Metode pembuktian yang saya pakai hanyalah tiga langkah, pertama kita lihat terlebih dulu titel Elohim Israel sebagai raja di Perjanjian Lama, kedua melihat titel Yeshua sebagai raja di Perjanjian Baru. Tahap ketiga kita menyimpulkan kedua kelompok ayat-ayat Alkitab tersebut dan melihat ayat-ayat lainnya yang berkaitan dengan sasaran yang kita maksud.

I. Elohim YAHWEH sebagai raja Israel dan raja semesta alam yang kekal di Alkitab Perjanjian Lama

Sejak terbentuknya bangsa Israel, YAHWEH Tsebaot (Semesta Alam) adalah raja atas mereka. Berlanjut sampai keluarnya mereka dari perbudakan bangsa Mesir dan tinggal di Tanah Perjanjian (negara Israel). Elohim memimpin mereka melalui nabi-nabi dan hakim-hakim; sekitar 950 – 975 tahun lamanya, terhitung sejak Ishak lahir.

  • YAHWEH berfirman kepada Samuel: “…, sebab bukan engkau yang mereka tolak, tetapi Akulah yang mereka tolak, supaya jangan Aku menjadi raja atas mereka.  (1 Samuel 8:7). Firman ini tiba setelah bangsa Israel berkata kepada nabi Samuel, “Berikanlah kepada kami seorang raja untuk memerintah kami.”
  • Raja Daud dalam kitab Mazmur menulis banyak sekali bahwa YAHWEH adalah Raja, contoh: “Sebab YAHWEH adalah Elohim Yang Mahabesar dan Raja Yang Mahabesar di atas segala ilah (all gods) (Maz. 95:3). Lihat juga: Maz. 96:10, 97:1, 98:6, 99:1
  • ”YAHWEH bersemayam sebagai Raja untuk selama-lamanya. (Maz. 29:10b)
  • “… mataku telah melihat Raja, YAHWEH Tsebaot” (Yesaya 6:5)
  • “Sebab Aku ini Raja yang besar, firman TUHAN semesta alam, dan nama-Ku ditakuti di antara bangsa-bangsa. (Maleakhi 1:14b)

Berikut ini adalah nubuatan tentang Kerajaan 1000 tahun Damai yang akan datang, setelah Anti-Messiah (the Antichrist) dikalahkan:

  • Dan pada hari itu YAHWEH akan menjadi Raja atas seluruh bumi, YAHWEH-lah satu-satunya, dan Nama-Nya pun satu. … mereka akan datang dari tahun ke tahun untuk bersujud kepada Raja, YAHWEH Tsebaot, dan untuk merayakan hari raya Sukkot (Pondok Daun) (Zakharia 14:9, 16, ILT)
  • YAHWEH, raja Israel, berada di tengah-tengahmu sehingga engkau tidak akan takut lagi kepada kejahatan. (Zefanya 3:14)

II. Yeshua sebagai raja di Alkitab Perjanjian Baru

Sebelum Yeshua terlahir di bumi, negara Israel telah berada di bawah kekuasaan negara lain, mulai dari Asyur, Babilonia, Medi-Parsi, Yunani, dan Romawi. Kedatangan-Nya yang pertama ke bumi sebagai Raja orang Yahudi, tetapi yang kedua akan sebagai Raja segala bangsa.

1. Raja bangsa Yahudi.

  • ”Di manakah Dia, raja orang Yahudi yang baru lahir itu?” tiga orang majus (pintar) dari Timur dengan rombongannya bertanya ketika mereka telah tiba di Yerusalem. Lihat Matius 2:1-2. Referensi rombongan orang Timur ini tentunya datang dari kitab-kitab nabi Perjanjian Lama seperti Yesaya, Daniel melalui orang-orang Yahudi di pembuangan di wilayah Timur (dari Suriah, Yordania, Irak sampai Iran).
  • ”YESHUA ORANG NAZARET RAJA ORANG YAHUDI,”[1] titel ini tertulis di atas kepala-Nya saat Ia tersalib, tertulis dalam tiga bahasa resmi: Ibrani, Yunani dan Latin.[2] Pilatus gubernur Romawi untuk wilayah Yudea (Israel Selatan)  memerintahkan orangnya menulis titel tersebut sebagai ”alasan mengapa Ia dihukum.” Lihat Yohanes 19:19-21, Markus 15:26, Matius 27:37 dan Lukas 23:35-38.

2. Raja segala bangsa, Raja yang kekal atas segala bangsa

Yeshua di kitab Wahyu adalah ”Raja segala bangsa” (Wah. 15:3), ”Raja di atas segala raja” (Wah. 17:14) dan ”Raja segala raja dan Tuan di atas segala tuan” (Wah. 19:16).

Pada perumpaan ini Yeshua menyatakan bahwa Dia adalah Putra dari Kerajaan Surga; ”Kerajaan Surga diumpamakan  dengan seseorang , seorang raja yang menyelenggarakan pesta pernikahan untuk putranya. (Mat.22:2)

III. Penyimpulan ayat-ayat bahwa Yeshua adalah Elohim dilihat dari titel raja

Dari ayat-ayat di atas kita bisa lihat kesamaan titel dan ototirias antara Elohim YAHWEH (Bapa) dengan Adonai Yeshua Messiah (Putra Elohim)

  • Mereka adalah raja bagi bangsa Israel dan juga bangsa-bangsa di seluruh bumi
  • Mereka adalah Raja segala raja, raja di atas segala ilah / segala tuan
  • Mereka adalah raja yang memerintah kekal selamanya.

Yeshua berkata kepada orang banyak tentang keterkaitan diri-Nya dengan YAHWEH Tsebaot, “Aku dan Bapa adalah satu!” dan kepada murid-Nya, “Barangsiapa telah melihat Aku, ia telah melihat Bapa; bagaimana engkau berkata: Tunjukkanlah Bapa itu kepada kami.”  (Yoh. 14:9)

Namun Firman Elohim dan perkataan Yeshua menyatakan bahwa Mereka adalah dua Pribadi; ”kamu akan melihat Anak Manusia duduk di sebelah kanan Yang Mahakuasa.” (Mat. 26:64 juga pada Markus 14:62, Roma 8:34 dan 7 ayat lainnya di kitab Kolose, Ibrani, Petrus dan Wahyu).

Setelah Kebangkitan Yeshua dari kematian-Nya, semua pernyataan Yeshua tentang diri-Nya menjadi bukti dan peneguhan yang nyata bagi para rasul-Nya bahwa Yeshua dan YAHWEH, yakni Bapa Sorgawi, adalah satu / esa / echad (bahasa Ibrani), mereka berkata tentang keelohiman Yeshua:

  • Dengan demikian kepada kamu akan dikaruniakan hak penuh untuk memasuki Kerajaan kekal, yaitu Kerajaan Adonai dan Juruselamat kita, Yeshua Messiah. (2 Petrus 1:11)
  • Dan Adonai akan melepaskan aku dari setiap usaha yang jahat. Dia akan menyelamatkan aku, sehingga aku masuk ke dalam Kerajaan-Nya di sorga. Bagi-Nyalah kemuliaan selama-lamanya! Amin.  (2 Timotius 4:18)

Bahkan Yakobus, saudara kandung Yeshua dari pihak ibu, yang akhirnya menjadi Penatua di Yerusalem berkata kepada 12 suku Israel yang hidup diperantauan bahwa “Yeshua adalah Adonai kita” melalui surat penghiburannya , “Saudara-saudaraku, sebagai orang yang beriman kepada Yeshua Messiah, Adonai kita yang mulia, janganlah iman itu kamu amalkan dengan memandang muka.  (Yak. 2:1)

Dan di akhir suratnya ini ia mengajar mereka untuk mendoakan yang sakit dalam nama Adonai, ”Kalau ada seorang di antara kamu yang sakit, baiklah ia memanggil para penatua jemaat, supaya mereka mendoakan dia serta mengolesnya dengan minyak dalam nama Adonai.  (Yak. 5:14)

 

Susah untuk otak kita sebagai ciptaan-Nya untuk mengerti ke Mahaesaan Elohim, juga  tidak mudah bagi orang-orang Yahudi menerima kenyataan ini sebab sejak kecil mereka telah diajar kitab Torah (Pentateuch) dan mengucapkan pernyataan ”Dengarlah hai Israel, YAHWEH, Elohim kita, YAHWEH itu Esa.” Sh’ma Yisra’eil Adonai Eloheinu Adonai echad [3] (Ulangan 6:4) yang Yeshua nyatakan bahwa pengetahuan ini adalah ”Hukum yang terutama” dari seluruh Torah (Markus 12:29). Namun di abad 21 ini, telah ada puluhan ribu orang Yahudi percaya kepada Yeshua sebagai Elohim mereka, sebab mereka telah mengalami pertemuan pribadi dengan Yeshua Messiah.

Bagaimana anda juga bisa menerima kenyataan ini? Firman YAHWEH berkata, ”Takut akan YAHWEH adalah permulaan pengetahuan, (Amsal 1:7a) atau

Permulaan hikmat adalah takut akan YAHWEH, (Ams 9:10a), artinya langkah pertama adalah terima saja terlebih dahulu Firman dan Perintah-Nya dengan ketaatan dan iman, lalu melalui proses waktu bersekutu dengan Dia, anda akan beroleh pengertian tentang Dia dan semakin mengenal Dia yang sesungguhnya, seperti ada tertulis, ”dan mengenal Yang Mahakudus adalah pengertian. (Ams. 9:10)
Footnotes:

  1. YESHUA HAMESSIAH MELEKH HAYEHUDIM (YHMY) atau IESVS NAZARENVS REX IVDÆORVM (INRI) atau JESUS THE NAZAREAN KING OF THE JEWS). Penulisan titel ini agak berfariasi diantara keempat Injil, namun pesan mereka sama.
  2. Bahasa Ibrani sebagai bahasa Nasional setempat, bahasa Yunani sebagai bahasa perhubungan antara bangsa-bangsa dan bahasa Latin bahasa ibu dari Pilatus (Romawi).
  3. Kata Adonai dalam kalimat Ibrani ini adalah suatu cara orang Yahudi menghindari menyebut NAMA Elohim yang sesungguhnya. יהושע  = Adonai (Lord/ Master/ Tuhan).  יהוה = YHWH / YAHWEH. “Echad” berarti tunggal, kesatuan; Dalam Alkitab dan Kuran ada ayat-ayat dimana Elohim berbicara dengan memakai kata ”Kita” (orang pertama majemuk) bahkan sejak dipermulaan penciptaan dunia, ”Baiklah Kita menjadikan manusia” (Kej. 1:26).

“Terlahir untuk memuliakan Adonai Yeshua Messiah dan menjadi berkat bagi bangsa-bangsa” – Joseph Hendry

Advertisements