Tags

, , ,

 “Dan mereka menukar kemulian mereka (the glory of their Lord; Targum) dengan patung lembu jantan yang makan rumput (Mazmur 106:20, ILT)

Jika anda tertarik untuk mengetahui karakter Elohim Semesta Alam, maka saya menganjurkan anda membaca Kitab Perjanjian Lama, di sini Elohim mengajar kita melalui kehidupan sehari-hari, melalui jatuh-bangun bani Israel sebagai umat pilihan-Nya.

Gideon menumbangkan mezbah Baal dan patung AsheraSejarah catatan Israel di bawah ini terambil dari Kitab Hakim-hakim pasal 6 dan 7, menceritakan dengan indahnya bagaimana Dia menunjukkan kepada bani Israel tentang “Pribadi dan Karakter-Nya sendiri” dan mengingatkan mereka bahwa Dia tidaklah sama dengan ilah-ilah yang disembah oleh bangsa-bangsa lain yang hidup disekitar mereka. Ini adalah sebuah sejarah namun kita bisa mengambil hikmahnya dan menerapkan dalam dunia modern ini, sebab sejarah selalu berulang.

Setelah bangsa Israel hidup damai selama 40 tahun lamanya, generasi berikutnya segera lupa kepada Elohim, dan kembali menyembah dewa dan dewi (ilah-ilah) tetangga mereka. Kutipan ayat-ayat saya ambil dari Kitab Suci Indonesia Literal Translation (ILT).

“Dan bani Israel melakukan lagi yang jahat di mata YAHWEH sehingga YAHWEH menyerahkan mereka ke dalam tangan orang Midian tujuh tahun lamanya.”

Bangsa Median dalam cerita ini bukanlah bangsa Median dari mana Yetro, mertua nabi Musa berasal. Yetro tinggal di Sinai Arabia, di barat Arab Saudi modern.

Bangsa Median yang tinggal di bagian timur Israel dibantu dengan bangsa Amalek secara bergerombol selalu datang dengan unta mereka setiap tahun ke tanah mereka baik di musim menabur maupun menuai hanya untuk menghancurkan ladang dan hasil ladang serta membinasakan semua ternak mereka. Akibatnya mereka sangat miskin dan banyak yang tinggal di gua-gua di atas gunung. Lalu sebagian mereka teringat kembali kepada YAHWEH, Elohim nenek-moyang mereka, dan berseru kepada Dia minta tolong.

Melalui nabi-Nya, Dia mengingatkan mereka, tentang perbuatan-perbuatan besar dan ajaib yang Dia telah lakukan bagi nenek-moyang mereka, sekaligus menegur kejahatan mereka mengabaikan teguran-teguran-Nya. (Hak. 6:8-10).

Segera setelah Dia menegur, Dia menampakkan diri-Nya dalam bentuk seorang malaikat kepada pemuda bernama Gideon – untuk diutus-Nya menjadi pembebas bangsanya.

“Ya, Tuanku, dengan apakah aku akan menyelamatkan Israel?,” Gideon menjawab dan memberi sejumlah alasan masuk akal untuk menolak mandat.

“Sebab Aku ada bersama engkau maka engkau akan memukul orang Midian itu seperti seorang pria,” Elohim YAHWEH berjanji.

Malam harinya, pada hari yang sama, Dia berfirman kepada Gideon untuk melakukan ”langkah pertama” untuk proses pelepasan dari pengaruh musuh mereka:

“Ambillah seekor anak lembu jantan dari lembu yang ada pada ayahmu, yaitu anak lembu jantan yang kedua yang berumur tujuh tahun, kemudian runtuhkanlah mezbah Baal yang ada pada ayahmu, dan patung Ashera yang ada di dekatnya haruslah engkau hancurkan.”

“Lalu haruslah engkau dirikan sebuah mezbah bagi YAHWEH, Elohimmu, di atas kubu pertahanan ini, dengan disusun baik. Kemudian haruslah engkau ambil anak lembu jantan yang kedua itu, dan haruslah engkau naikkan persembahan bakaran dengan kayu dari patung Ashera yang engkau hancurkan itu.” (Hak. 6:25-26)

Ini adalah replacement theology Elohim YAHWEH.

Baal adalah dewa perlindungan (ilah laki-laki) yang paling tinggi dan terkenal saat itu, ia disembah mulai dari tanah Libanon, Israel, Suriah, Yordan, Arab Paninsula sampai ke Irak di timur, seperti Yupiter dan Hercules. Asherah adalah dewi kesuburan (ilah perempuan) yang paling populer, nama lainnya: Astarte, Ashtaroth, seperti Artemis, Juno, Venus, Diana. Pasangan ilah yang umum ada di banyak bangsa di dunia, sebab semua manusia perlu adanya”perlindungan & kemakmuran.”

Pagi harinya, penduduk menjadi gempar dan panik – takut akan kutukan dewa dan dewi tersebut. Setelah mereka mengetahui pelakunya, mereka menghampiri rumah Yoas, ayah dari Gideon, untuk menuntut hukuman mati bagi Gideon.

“Kamu, apakah kamu mau membela Baal? Kamu, apakah kamu mau menyelamatkannya? Siapa yang membela Baal akan dihukum mati sebelum pagi. Jika dia itu Elohim (a god), biarlah dia membela dirinya sendiri setelah seseorang merobohkan mezbahnya,” Yoas menjawab mereka.

Sejak saat itu mereka menyebut Gedeon dengan nama ”Yerubaal” yang bermakna: “Biarlah Baal melawan dia, karena dia telah merobohkan mezbahnya!” Ya, itu sejenis nama kutukan kita bisa katakan.

Perang melawan bangsa Median dan Amalek dan orang timur lainnya. Yerubaal, yakni Gideon, akhirnya berhasil mengumpulkan 32.000 pria untuk menghadapi pasukan musuh yang ”seperti belalang banyaknya” dan unta mereka jumlahnya “seperti pasir tepi laut banyaknya” (Hak 7.12).

Elohim berkata kepadanya: “terlalu banyak!” Sebagian dipulangkan, dan sisa hanya 10.000 (sepuluh ribu pria).

Sekali lagi Dia berkata ”masih terlalu banyak!” Skrining kedua dilakukan dan tersisa hanya 300 pria. Elohim YAHWEH ingin memastikan kepada bangsa Israel bahwa peperangan ini akan dimenangkan bukan karena kekuatan manusia, tetapi Dia sendiri. Dan terbukti 300 pria yang hanya bersenjata apa adanya dan berjalan kaki ternyata bisa mengalahkan musuh mereka yang pasukannya jauh lebih besar dan memiliki kendaraan perang unta yang tidak terhitung banyaknya.

Bagaimana dengan kutukan para penyembah dewa Baal atas Gideon? Apakah Baal menghukum Gideon yang telah merobohkan mezbahnya?

Pasal 8 tertulis: ”Dan Gideon anak Yoas mati pada usia yang sangat lanjut, dan dikuburkan dalam kubur Yoas, ayahnya, di Ofra, kota orang Abiezar (Hak. 8:32)

Jadi kutukan para penyembah Baal atas Gideon tidak bekerja sama sekali sebab Baal bukanlah Elohim, ia memang ilah yang disembah banyak bangsa, namun ia tidak bisa berbuat apa-apa bahkan ketika mezbahnya dirubuhkan. Sebaliknya Baal memerlukan para penyembahnya untuk membela keberadaanya dan mezbahnya.

Dikemudian waktu, raja Daud yang selalu menang berperang ia menulis dalam Kitab Mazmurnya tentang keperkasaan Elohim YAHWEH sebagai berikut: ”Orang-orang ini bersandar pada kereta (perang; chariots) dan orang-orang itu bersandar pada kuda, tetapi kami akan mengingat Nama YAHWEH, Elohim kami.” (Mazmur 20:8)

Pertanyaan: Adakah sesuatu dari hasil karya anda yang tanpa sadar anda telah tempatkah lebih tinggi dari Pencipta anda?

Baca juga: Kutukan yang menyebabkan konflik dan bahkan perang sipil (Lanjutan. Hak. pasal 9)

“Terlahir untuk memuliakan Adonai Yeshua Messiah dan menjadi berkat bagi bangsa-bangsa” – Joseph Hendry

 

 

 

Advertisements