Tags

, , , ,

Sesungguhnya, orang-orang yang diberkati-Nya akan mewarisi negeri, tetapi orang-orang yang dikutuki-Nya akan dilenyapkan.  (Mazmur 37:22, ITB)

Abimelekh membakar benteng Sikhem Gambar dari St-Takla.orgSangatlah sering kita membaca atau mendengar berita dunia di media tentang konflik di berbagai negara dan tidak jarang itu berakhir dengan perang sipil yang parah, namun sangat jarang media menceritakan penyebab dari semua kejadian yang tidak menyenangkan tersebut.

Hukum Sebab-Akibat selalu hadir di dalam segala aspek kehidupan di bumi ini: dalam ilmu alam, ekonomi, sosial dan pemerintahan.

Kisah nyata di bawah ini adalah sambungan dari cerita Gideon / Yerubaal: Ilah Yang Memerlukan Pembelaan Umatnya.

Alkitab mencatat dengan lengkap rantai sebab-akibat mengapa perang konflik yang berakhir dengan perang sipil terjadi di kota Sikhem, Israel; Kitab Hakim-hakim pasal 8 dan 9. Kutipan ayat diambil dari ILT, kecuali ditulis lain.

Bangsa Israel kembali hidup makmur setelah bangsa Median dan suku-suku di Timur telah dikalahkan oleh Elohim melalui tangan Gideon atau Yerubaal.

Setelah Gideon meninggal dunia karena lanjut usia, bangsa Israel “memberontak dan berbuat serong” kepada Elohim YAHWEH, kembali menyembah para Baal dan menjadikan Baal-Berit sebagai ilah mereka dan lupa akan jasa besar keluarga Gideon. Baal-Berit arti literalnya “tuan perjanjian.”

Elohim memiliki dua cara dalam menguji manusia: satu melalui dapur penderitaan untuk menguji iman mereka menjadi seperti ”emas yang murni.” Yang kedua melalui bejana-pencampuran kemakmuran, Pulpit Comentary untuk Hak. 8:22-35.

Gideon memiliki 70 anak laki dari beberapa istrinya, dari gundiknya orang Sikhem, ia juga mendapatkan anak laki yang ia beri nama Abimelekh, bermakna ”Ayahku adalah raja.” Nama ini tidaklah diragukan diberikan oleh ibunya, untuk mendorong putranya mengejar hak ayahnya;  Adam Clarke’s  Comentary untuk Hak. 8:29-31.

Bangsa Israel telah menjadikan Gideon dan putra-putranya sebagai pemimpin (hakim) mereka sekalipun Gideon menolak permintaan mereka: ”Aku tidak akan memerintah atas kamu, tidak juga anakku, YAHWEH sajalah yang akan memerintah atas kamu.” (8:23).

Abimelekh ke Sikhem mencari dukungan penduduk kota tersebut melalui sanak-famili ibu untuk merebut kursi pemerintahan.

”Kumohon, bicarakanlah ke telinga seluruh pemuka kota Sikhem, manakah yang lebih baik bagimu tujuh puluh (70) orang memerintah kamu, yaitu semua anak Yerubaal atau satu orang memerintah kamu? Tetapi haruslah kamu ingat, bahwa aku adalah darah dagingmu juga.” (Hak. 9:2) Berita tersebut sampai ke telinga semua pemuka kota Sikhem dan mereka setuju membantu Abimelekh untuk melakukan ’kudeta.’

Para pemuka kota Sikhem memberi 70 uang perak dari Kuil Baal-Berit yang kemudian dipakai oleh Abimelekh untuk menyewa orang-orang tidak bermoral (worthless) dan nekat (reckless) – sebanyak 70, John Gill menduga –  untuk menjadi pasukannya. Mereka pergi ke rumah keluarga Gideon di Ofra: membunuh 70 anak laki Gideon satu persatu dengan satu batu. Satu pembunuh bayaran membunuh satu putra Gideon dengan batu, lalu dengan batu yang sama pembunuh bayaran kedua membunuh putra kedua Gideon, dan seterusnya. Pembunuhan yang sungguh tidak berprikemanusia!! Namun Yotam, putra terbungsu Gideon selamat karena ia menyembunyikan diri.

Segera setelah 69 darah orang yang tidak bersalah tertumpah ke bumi, seluruh warga kota Sikhem dan seluruh warga yang tinggal di Beth-Millo (Rumah Millo; nama dari komplek benteng pertahanan)  menobatkan Abimelekh menjadi raja.

Beberapa warga memberitahukan penobatan ini kepada Yotam. Ia naik ke atas gunung Gerizim dan menyerukan sebuah kutuk ke atas mereka, dan segera lari ke lain kota untuk menyelamatkan diri.

Kutukan Yotam kepada Abimelekh dan orang-orang yang mendukungnya:

“Dengarkanlah aku, hai kamu pemuka-pemuka Sikhem, maka Elohim akan mendengarkan kamu juga.

Sekali peristiwa, pohon-pohon pergi untuk mengurapi seorang raja atas mereka. Dan

Pohon Aras Libanon menjadikan Semak duri sebagai rajanya Hakim-hakim 9

Pohon Aras Libanon 

mereka berkata kepada pohon zaitun: Memerintahlah atas kami! Namun pohon zaitun itu berkata kepada mereka: Haruskah aku meninggalkan minyakku yang dipakai untuk menghormati Elohim dan manusia, dan memerintah atas pohon-pohon? Lalu kata pohon-pohon itu kepada pohon ara: Datanglah kamu, jadilah raja atas kami! Namun pohon ara itu berkata kepada mereka: Haruskah aku meninggalkan kemanisanku dan kebaikan buah-buahku, dan memerintah atas pohon-pohon? Lalu kata pohon-pohon itu kepada pohon anggur: Datanglah kamu, jadilah raja atas kami! Namun jawab pohon anggur itu kepada mereka: Haruskah aku meninggalkan air buah anggurku yang baru, yang menyukakan hati ilah-ilah dan manusia, dan memerintah atas pohon-pohon? Lalu kata segala pohon itu kepada semak duri: Datanglah kamu, jadilah raja atas kami! Dan semak duri itu berkata kepada pohon-pohon itu: Jika kamu sungguh-sungguh mau mengurapi aku menjadi raja atas kamu, datanglah berlindung di bawah bayanganku, tetapi jika tidak, biarlah api keluar dari semak duri dan memakan habis pohon-pohon aras Libanon.

”Maka sekarang, jika kamu telah berlaku benar dan tulus ikhlas dengan menobatkan Abimelekh menjadi raja; dan jika kamu telah berbuat baik kepada Yerubaal dan kepada keturunannya; dan jika kamu membalaskan kepadanya seimbang dengan perbuatan tangannya kepadamu – yakni bahwa ayahku telah bertarung untukmu dengan mengesampingkan nyawanya sendiri dan telah membebaskan kamu dari tangan orang Midian, sedangkan kini kamu telah bangkit melawan keturunan ayahku dan membunuh anak-anaknya tujuh puluh orang di atas satu batu, serta telah menobatkan Abimelekh anak seorang budak perempuannya menjadi raja atas para pemuka Sikhem, karena dia saudaramu -ya, jika kamu telah berlaku benar dan tulus ikhlas kepada Yerubaal dan keturunannya pada hari ini, bersukacitalah atas Abimelekh, dan bahkan dia pun akan bersukacita atas kamu. Namun jika tidak demikian, biarlah api keluar dari Abimelekh melahap habis para pemuka Sikhem dan kaum keluarga Milo, dan biarlah api keluar dari pemuka-pemuka kota Sikhem dan dari kaum keluarga Milo dan melahap habis Abimelekh.”

Abimelek menikmati kursi kerajaan selama tiga tahun. Saatnya sekarang Elohim membalas kejahatan pria ini dan para pendukungnya.

Sepuluh Perintah dua loh batuLalu Elohim mengirim roh jahat ke antara Abimelekh dan para pemuka kota Sikhem sehingga para pemuka kota Sikhem itu berkhianat kepada Abimelekh, supaya terbalaslah kekerasan terhadap ketujuh puluh anak Yerubaal itu dan darah mereka ditimpakan. (Hak. 9:23-24). Ini pembulatan bilangan seperti pada Kejadian 46:27.

Abimelekh memerangi darah dagingnya sendiri. Ia dengan pasukannya membantai semua orang Sikhem baik yang di dalam kota maupun sedang di ladang, dan merubuhkan kota tersebut. Mereka yang melarikan diri masuk ke Kuil Baal-Berit dibakar hidup-hidup. Ia melanjutkan aksinya ke kota lainnya, dimana penduduknya telah melarikan diri ke sebuah menara pertahanan lainnya. Saat ia ingin mendobrak pintu gerbangnya, seorang wanita menjatuhkan batu kilangan yang memecahkan batok kepalanya. Di Timur Tengah pria malu jika mati di tangan seorang wanita, maka Abimelekh memerintahkan orang yang membawa pedangnya untuk menghabiskan nyawanya.

Demikianlah Elohim membalaskan kejahatan yang dilakukan oleh Abimelekh kepada ayahnya, yaitu pembunuhan atas ketujuh puluh saudaranya; juga segala kejahatan orang-orang Sikhem ditimpakan kembali oleh Elohim kepada kepala mereka sendiri. Demikianlah kutuk Yotam bin Yerubaal mengenai mereka.  (Hak. 9:56-57, ITB)

Inilah ironi dari suatu kesatuan perserikatan yang dibangun di atas kedurhakaan pada orang tua sendiri dan darah orang-orang yang tidak bersalah : ”Pendukung kudeta akan menjadi pemberontak atas pemimpin kudeta dan keduanya akan saling membinasakan – pada waktu yang telah ditetapkan oleh Elohim.” Ini terjadi sepanjang jaman bahkan di abad modern ini. Inilah jenis kutuk yang tidak bisa dihindari oleh setiap orang yang melakukan ”kudeta berdarah.”

”Sebab semua orang yang menggunakan pedang, mereka akan binasa oleh pedang,” Yeshua Messiah memperingtkan. Lihat Matius 25:52

Pertanyaan: Dari peristiwa ini, dapatkah anda menyebutkan berapa banyak jenis pelanggaran telah dilakukan terhadap Sepuluh Perintah YAHWEH?

“Terlahir untuk memuliakan Adonai Yeshua Messiah dan menjadi berkat bagi bangsa-bangsa” – Joseph Hendry

 

Advertisements