Tags

, ,

Tetapi berbahagialah matamu karena melihat dan telingamu karena mendengar. Sebab Aku berkata kepadamu: Sesungguhnya banyak nabi dan orang benar ingin melihat apa yang kamu lihat, tetapi tidak melihatnya, dan ingin mendengar apa yang kamu dengar, tetapi tidak mendengarnya. (Matius 13:16-17)

Kuasa Pentakosta the power of Pentecost

Tanggal 15 Mei kita merayakan Hari Raya Pentakosta. Apakah makna sesungguhnya dari perayaan tersebut dan apa hubungannya dengan Gereja Mula-mula, terlebih lagi dengan Gereja Akhir Zaman? Yeshua berkata: “Berbahagialah matamu dan telingamu” – jika kita bisa melihat dan mendengar terlebih lagi mengalami sendiri hal-hal yang Elohim sedang kerjakan di bumi ini!!

Hari Raya Pentakosta. Hari Raya Pentakosta datang tepat 50 hari setelah Hari Raya Paskah. Keduanya adalah dua hari suci yang sangat penting, dimana makna-makna bayangan dari perayaan ini menjadi nyata kira-kira setelah 1400 tahun setelah menjelmanya Firman Elohim menjadi Manusia Yeshua dan hidup diantara manusia (Yoh. 1:1-14).

Berikut ini keterangan singkat apa dan makna dari kedua perayaan Hari Raya tersebut:

  • Perayaan Hari Raya Paskah adalah perayaan YAHWEH yang harus dingat dan dirayakan setiap tahun. Bagi bangsa Israel secara umum Paskah adalah hari bersejarah dimana nenek moyong mereka keluar dari perbudakan di Mesir, memasuki perjalanan ke Tanah Perjanjian dibawah pimpinan nabi Musa. Bagi pengikut ajaran Yeshua Messias (orang Israel maupun bangsa lainnya), dipanggil sebagai  ”orang Kristen,” Paskah adalah perayaan keluarnya mereka dari perbudakan dosa,  memasuki perjalanan kedalam Kehidupan Pembenaran di bawah pimpinan Roh Kudus, – ”Kamu telah dimerdekakan dari dosa dan menjadi hamba kebenaran. … yang membawa kamu kepada pengudusan” (Roma 6:18-19).
  • Perayaan Hari Raya Pentakosta (Shavuot, orang Israel menyebutnya) adalah perayaan Turunnya 10 Perintah Elohim di Gunung Sinai Median tepat setelah 7 minggu (49 hari) mereka mengadakan Paskah pertama. Itulah sebabnya disebut hari raya Pentakosta  (”hari ke lima puluh”). Mereka telah merdeka dan sekarang dibekali perintah dan ketetapan Elohim. Bagi umat Perjanjian Baru, Perayaan Pentakosta perayaan Pencurahan atau Turunnya Baptisan Roh Kudus pertama atas orang-orang percaya kepada Yeshua, terjadi di dalam sebuah loteng rumah di Yerusalem. Mereka telah dibenarkan dan memiliki Firman, dan sekarang dilengkapi dengan kuasa Elohim. Bila 10 Perintah Elohim ditulis oleh jari-jari Elohim YAHWEH pada dua loh batu, yang merupakan inti dari seluruh Torah atau Taurat (makna: perintah, ketetapan, dan hukum YAHWEH), untuk mengajar mereka bagaimana bisa hidup benar di mata Elohim mereka. Maka Baptisan dalam Roh Kudus adalah baptisan yang dilakukan oleh Elohim sendiri untuk beberapa tujuan penting bagi Gereja-Nya yang Ia akan bangun.

Lahirnya Gereja Mula-mula.  Dan Aku pun berkata kepadamu, bahwa engkau adalah Petrus, dan di atas batu karang ini Aku akan membangun gereja-Ku dan gerbang-gerbang alam maut tidak akan kuat menahannya (Mat. 16:18, ILT)

Bagaimana Yeshua membangun Gereja yang kokoh bahkan gerbang-gerbang alam maut (the gates of hell) sekalipun tidak dapat menguasainya?

  1. Gereja dibangun di atas batu karang. Di atas batu karang ini Aku akan membangun gereja-Ku!”

Menarik untuk diingat, Yeshua berbicara tentang  pembangunan Gereja-Nya saat mereka sedang berada di kota Kaisarea Filipi yakni kota kuno Lesem, nama orang perkasa dari suku Dan (Yosua 19:47) terletak di wilayah Timur Tenggara Israel yang disebut Dataran Tinggi Golan dimana Gunung Hermon terletak. Di sini terdapat batu karang yang meyerupai tembok setinggi sekitar 30 meter dan lebar 152 meter; di atas batu karang inilah terletak kota Kaisarea Filipi itu. Raja Filipi menamai kota tersebut sesuai nama kaisarnya dan mendirikan patung dewa Romawi yang diadopsi dari dewa Yunani: dewa Pen (laki-laki berkaki domba dengan suling di tanganya; diperkenalkan ke dunia sekuler melalui film kartoon Peter Pen). Jadi pada Matius 16:18 ini ada tiga jenis batu karang: Petrus (petros), gunung batu kota Kaisarea, dan Yeshua Massiah sebagai ”Batu Karang yang Teguh” (petra). Beberapa theologia berkata bahwa ada kumungkinan Yeshua berdiri disamping patung dewa Romawi Pen ini ketika Dia bertanya: ”Kata orang, siapakah Anak Manusia itu?” memperbandingkan diri-Nya dengan sesembahan bangsa Romawi tersebut. Dari ketiga jenis batu ini, yang manakah menurut anda batu karang yang Yeshua maksud ketika Dia berkata: ”Di atas batu karang ini Aku akan membangun gereja-Ku!”? Rasul Petrus dalam suratnya kepada orang Yahudi Kristen di perantauan menyatakan bahwa batu karang ini adalah Yeshua sendiri yang juga adalah Firman Elohim (Yoh. 1:1,14) yang telah ditolak oleh orang Yahudi dari kelompok Farisi dan Saduki sebagaimana telah dinubuatkan oleh nabi Yesaya (Yes. 8:114); Lihat 1 Pet. 2:4-8.

  1. Dibaptis dalam Roh Kudus. ”Kamu akan menerima kuasa, bilamana Roh Kudus datang ke atas kamu, dan kamu akan menjadi saksi-saksi-Ku, baik di Yerusalem …bahkan sampai ke ujung bumi.” (Kis. 1:8, ILT)

Ketika tiba hari Pentakosta, semua orang percaya berkumpul di satu tempat. Tiba-tiba turunlah dari langit suatu bunyi seperti tiupan angin keras yang memenuhi seluruh rumah, di mana mereka duduk; dan tampaklah kepada mereka lidah-lidah seperti nyala api yang bertebaran dan hinggap pada mereka masing-masing. Maka penuhlah mereka dengan Roh Kudus, lalu mereka mulai berkata-kata dalam bahasa-bahasa lain, seperti yang diberikan oleh Roh itu kepada mereka untuk mengatakannya (Kis. 2:1-4). Hari itu nubuatan berusia sekitar 800 tahun MULAI terjadi: Yoel 2:28-29. “Memenuhi seluruh rumah”menunjuk bahwa mereka dibaptis dalam Roh Kudus; dan bukan “dengan Roh Kudus.” Baptisan dalam Roh Kudus inilah yang merubah seluruh kehidupan para rasul dan murid-murid Yeshua dan memberi dampak postip yang besar dalam kehidupan Gereja-Nya. Tiga diantaranya:

a. Memberi keberanian sorgawi. Baptisan dalam Roh Kudus menjadikan si penerima  “lebih dari para pemenang.” Ke 12 rasul melarikan diri saat Yeshua ditangkap di Taman Getsemani, dan rasul Petrus menyangkal Yeshua – yang adalah Guru dan Tuhannya – di depan budak wanita. Pengalaman mereka sebagai saksi-saksi mata mendengar, menjamah dan melihat ratusan mujizat Yeshua tidak membantu mereka ketika aniaya besar mengancam. Setelah baptisan mereka berubah! Ke 12 rasul tampil bersama, dan Petrus angkat bicara dihadapan ratusan pria dari berbagai bangsa yang saat itu berkumpul di Yerusalem untuk merayakan Shavuot. Petrus berkotbah dari loteng dimana mereka berkumpul dan menyerukan: Bertobatlah dan hendaklah kamu masing-masing memberi dirimu dibaptis dalam nama Yeshua Messias untuk pengampunan dosamu, maka kamu akan menerima karunia Roh Kudus.” (Kis. 2:38)

Hanya beberapa saat sejak Baptisan dalam Roh Kudus pertama di Yerusalem terjadi, atmosfir rohani kota Yerusalem berubah secara total;Rasul Petrus berkotbah di hari raya Pentakosta di Yerusalem sebelumya pintu-pintu rumah orang Kristen tertutup rapat karena ketakutan ancaman aniaya; sekarang telah menjadi rumah-rumah ibadah pertemuan Kristen setiap hari dan mereka tampil di Bait Suci setiap hari. Ketakutan sekarang pindah ke para lawan mereka, ketika menyaksikan semakin banyak orang ’murtad’ setiap hari secara besar-besaran ke dalam ajaran Yeshua Messias.

Tidak lama setelah pencuran Roh Kudus di Hari Raya Pentakosta tersebut, tindakan berani lainnya terjadi lagi. Yohanes dan Petrus diadili karena menyembuhkan pria berusia 40 tahun yang lumpuh  sejak lahir dan mengajari para saksi mata kejadian tersebut tentang “adanya kebangkitan orang mati.” Esok harinya mereka disidang di depan 70 hakim yang terdiri dari para pemimpin suku, para ahli Torah, Imam Besar dan keluarga para imam besar, persidangan yang sama yang telah memutuskan hukuman mati atas Guru dan Tuhan mereka. Kelompok Saduki mengikuti kepercayaan Yunani kuno bahwa tidak ada kebangkitan setelah kematian: tidak ada kehidupan kembali setelah mati; faham ini tetap hidup di Eropa, dikenal sebagai Liberalisme (budaya) / Atheisme (agama).

“Dengan kuasa manakah atau dalam nama siapakah kamu bertindak demikian itu?” (Kis. 4:7), para hakim bertanya. “Maka jawab Petrus, penuh dengan Roh Kudus: ‘Hai pemimpin-pemimpin umat dan tua-tua …'”  (4:8). Lalu Petrus mulai mengkotbahi para hakim dan rakyat yang hadir di persidangan tersebut!!

Ketika kedua rasul diperintahkan untuk tidak boleh lagi berbicara kepada siapapun dalam nama Yeshua. Jawaban kedua rasul yang telah dibaptis dalam Roh Kudus ini sederhana namun sangat tegas: ”Putuskanlah apakah benar di hadapan Elohim untuk mendengarkan kamu lebih daripada Elohim? Sebab kami tidak mungkin untuk tidak mengatakan apa yang telah kami lihat dan dengar.” (4:19-20)

b. Memberikan kuasa mujizat supernatural. Pelayanan Yeshua penuh dengan mujizat, demikian pula dengan kehidupan Gereja Mula-mula setelah turunnya Roh Kudus di hari Pentakosta, menggenapi Kis. 1:8.

”Kamu akan menerima kuasa, bilamana Roh Kudus datang ke atas kamu, dan kamu akan menjadi saksi-saksi-Ku, baik di Yerusalem …bahkan sampai ke ujung bumi.”

Yeshua satu-satunya pribadi yang pernah ada  sebagai 100 % Elohim dan 100 % manusia adalah suatu doktrin Kristen yang Alkitabiah dan tidak dapat dikompromikan. Bagaimana pun kuasa mujizat yang Yeshua lakukan bukan karena keilahian-Nya, tetapi kuasa Roh Kudus yang ada pada Yeshua.

”Mujizat-mujizat Yeshua telah memberikan sebuah tempat terkemuka, tetapi mereka tidak diattributkan kepada Yeshua sebagai Pribadi Kedua dari Trinitas. Mereka tidak dihadirkan sebagai manifestasi-manifestasi keilahian-Nya,” Colin Brown, ahli theologi Fuller Seminary, berkata. (Colin Brown, That You May Believe: Miracles and Faith Then and Now)

”Bagaimana Elohim telah mengurapi Dia, Yeshua dari Nazaret, dengan Roh Kudus dan dengan kuasa. Dia yang berjalan berkeliling sambil melakukan kebaikan dan menyembuhkan semua orang yang ditindas oleh is iblis, karena Elohim ada bersama Dia” (Kis. 10:38), rasul Petrus berkotbah di rumah Kornelius.

Ini adalah kenyataan yang sangat menghibur setiap orang Kristen bahwa janji Yeshua di Injil Yohanes 14:12 dapat tergenapi dalam pelayanan umat-Nya: ”Sesungguhnya barangsiapa percaya kepada-Ku, ia akan melakukan juga pekerjaan-pekerjaan yang Aku lakukan, bahkan pekerjaan-pekerjaan yang lebih besar dari pada itu.”

”Kunci untuk mengerti Kitab para Rasul dan memakai itu sebagai sebuah manual pelatihan untuk pelayanan hari ini, adalah mengenali bahwa kuasa Roh Kudus yang telah beroperasi dalam Yeshua juga telah beroperasi dalam rasul-rasul dan itu akan dan seharusnya akan juga beroperasi dalam kita,” Peter Wagner menyimpulkan. (C. Peter Wagner, The Book of Acts – a Commentary). Penekanan kalimat dari saya.

c. Membantu pertumbuhan Gereja. Pada hari Baptisan Roh Kudus yang pertama dicurahkan di Hari Raya Pentakosta tersebut jumlah orang percaya di Yerusalem ditambahkan menjadi kira-kira 3.000 jiwa. Hari itu juga Yeshua mulai membangun Gereja-Nya!!Mereka bertekun dalam pengajaran rasul-rasul dan dalam persekutuan. Dan mereka selalu berkumpul untuk memecahkan roti dan berdoa. (Kis. 2:42)

Peristiwa pengadilan Petrus dan Yohanes telah menyebabkan Jemaat Yerusalem bertambah lagi, menjadi kira-kira 5.000 orang percaya!

Sehingga para pemimpin agama Yahudi dari golongan Farisi dan Saduki menjadi panik – takut kehilangan banyak anggotanya. Namun yang lebih manakutkan mereka adalah kemungkinan kehilangan kendali atas bangsanya sendiri, mereka adalah ”penguasa-boneka bangsa Israel” bagi penjajah Romawi saat itu. Inilah yang menyebabkan mereka setuju membasmi bangsanya sendiri dan menugaskan Saulus untuk menangkapi orang-orang Kristen Yahudi dan bukan Yahudi bahkan sampai ke Damaskus, ibukota Suriah yang saat itu bagian dari tanah jajahan Romawi.

“Kuasa Roh Kudus yang telah beroperasi dalam Yeshua juga telah beroperasi dalam rasul-rasul dan itu akan dan seharusnya akan juga beroperasi dalam kita,” C. Peter Wagner, proffesor Missiologi Fuller Seminary

Dapatkah manusia menghentikan pekerjaan Roh Kudus yang bekerja di dalam Gereja Yeshua? Tentu tidak dapat; bahkan Setan, roh kematian, sekali pun tidak dapat!, Yeshua Messias memberi garansi: the gates of hell (hades) shall not prevail against it!”

Gereja-gereja “bawah tanah” abad 21 di Republik Rakyat Cina (RRC) adalah contoh nyata dari pernyataan Yeshua Messias ini. Pemerintah Komunis RRC sejak awal kekuasaannya telah mencoba dengan segala cara menggilas Gereja Yeshua: memenjarakan orang yang memiliki Alkitab secara gelap, mengirim para pemimpin Gereja yang tidak setuju dengan ajaran komonis ke kamp-kamp kerja paksa, menangkapi dan menyiksa jika ketahuan beribadah dan mengontrol jumlah kelahiran keluarga. Namun jumlah anggota Gereja Yeshua tetap berkembang pesat dan bahkan jauh lebih banyak dari jumlah anggota partai Komunis RRC yang memerintah seluruh dataran Cina.  Baca buku God’s Double Agent, kumpulan kesaksian pribadi Bob Fu dan puluhan kesaksian bagaimana Gereja hidup subur ditengah-tengah aniaya yang berat dari sistem komunisme di Cina. Sekalipun anda bukan orang Kristen, jika anda penegak dan cinta keadilan dan persamaan hak, maka saya merekomendasikan anda untuk membacanya.

Semakin Gereja Yeshua ditekan, semakin cepat ia bertumbuh. Ini membuktikan Roh Kudus adalah tokoh utama dalam kehidupan Gereja Yeshua. Kitab Kisah para Rasul mencatat, bagaimana Saulus sendiri dirubah menjadi rasul bagi Yeshua Messiah, dikenal menjadi Paulus. Dan melalui Paulus, Barnabas, Silas dan beberapa orang percaya lainnya, wilayah-wilayah timur Lautan Mediteranian telah lahir banyak gereja-gereja lokal, hanya dalam periode kurang dari 10 tahun!! Terhitung sejak Paulus kembali dari Arabia sekitar 40 AD sampai akhir Perjalanan Misi Pertamanya, 50 AD di Kis. 15:2.

Semakin Gereja Yeshua ditekan, semakin cepat ia bertumbuh. Ini membuktikan Roh Kudus adalah tokoh utama dalam kehidupan Gereja Yeshua.

Pada Perjalanan Misi Paulus ke dua, Timotius dan Lidia bergabung. Dan di Filipi Makedonia kita menyaksikan para usahawan yang kaya karena pekerjaan perdukunan marah besar karena dukunnya kehilangan kuasa, berakibat Paulus dan Silas dipenjara atas tuduhan ”telah mengacaukan kota.” Pemernjaraan mereka berakhir pada seluruh keluarga kepala penjara kota Filipi manjadi pengikut Yeshua! (Kis 16). Di kota Efesus Asia Minor (Turki saat ini) pengusaha kerajinan perak dan tukang-tukangnya yang membuat patung-patung perak Artemis juga marah kepada rasul Paulus oleh karena banyak orang di Efesus tidak lagi membeli dan percaya patung Artemis.

Sebelum Bait Elohim di Yerusalem diruntuhkan oleh Titus (70 AD), Gereja Yeshua yang dibangun di atas Batu Karang yang teguh dan penuh dengan kuasa Roh Kudus telah berdiri teguh di banyak wilayah Kerajaan Romawi. Timotius dan beberapa lainnya telah berfungsi sebagai rasul-rasul. Penatua-penatua telah ditetapkan.

Apakah Baptisan dalam Roh Kudus yang disertai dengan mimpi, bahasa lidah, nubuat dan mujizat seperti dialami Gereja Yeshua Mula-mula telah berlalu? Jawaban yang pasti: Jelas Tidak!! Gereja-gereja yang kuat di negara-negara Barat adalah Gereja yang meluaskan pekerjaan Roh Kudus. Di Iran, RRC dan Korea Utara dimana Kristianiti sangat terlarang, Gereja bawah tanah tetap hidup dan bertumbuh sebab Elohim melengkapi dan menyertai para pemimpinya dengan Roh Kudus dengan segala manifestasi kuasa-Nya;  ini menggenapi Firman YAHWEH dalam kotbah rasul Petrus pada Hari Pentakosta dimana pencurahan Roh Kudus pertama terjadi: “Sebab janji ini adalah bagimu dan anak-anakmu, bahkan bagi semua orang yang masih jauh, yaitu sebanyak yang YAHWEH, Elohim kita, akan memanggilnya.” (Kis. 2:39) y; itu adalah klaim ulang dari janji Yeshua sebelum Ia naik ke sorga:  Karena itu pergilah, jadikanlah semua bangsa murid-Ku dan baptislah mereka dalam nama Bapa dan Anak dan Roh Kudus, dan ajarlah mereka melakukan segala sesuatu yang telah Kuperintahkan kepadamu. Dan ketahuilah (and behold; artinya: “melihat dengan perhatian”), Aku menyertai kamu senantiasa sampai kepada akhir zaman.” (Mat. 28:19-20). Elohim menyertai kita melalui pribadi ketiga dari Tritunggal, yakni Roh Kudus. Imanu’el berarti “Elohim beserta kita.” Selamat Hari Raya Pentakosta!”

Kesimpulan:

  • Kehidupan dan kuasa yang Gereja Mula-mula miliki adalah jenis Gereja yang Yeshua  katakan di Matius 16:18 sebelum Ia mati tersalib dan bangkit hidup kembali.
  • Perayaan Paskah selalu diikuti dengan Perayaan Pentakosta, dua perayaan Kristen yang penting untuk mengingatkan kita tentang panggilan kita yang sesungguhnya sebagai gereja-Nya.
  • Gereja yang kuat adalah Gereja yang dibangun oleh Yeshua, di atas fondasi pribadi-Nya sendiri, dan dibaptis dalam kuasa dan hikmat Roh Kudus.
  • Para pemimpin Gereja-gereja bawah tanah di negara-negara Islam garis keras dan Komunis (RRC & Korea Utara) adalah orang-orang yang telah dibaptis dalam kuasa Roh Kudus. Pemenjaraan dan siksaan yang keras tidak bisa memadamkan pelayanan mereka.

“Terlahir untuk memuliakan Adonai Yeshua Messiah dan menjadi berkat bagi bangsa-bangsa” – Joseph Hendry

 

Advertisements