Tags

, , ,

FILES-FRANCE-CINEMA-CANNES

Bernard-Henri Levy  AFP PHOTO / JOEL SAGET

“Direktornya telah menempuh perjalanan sepanjang 1.000 kilometer perbatasan Irak, dari selatan ke utara, memfilmkan situasi-situasi perang, pemandangan-pemandangan  dan wajah-wajah para pria dan wanita yang jarang nampak dalam dunia yang lebih luas.” Organisasi film pada Cannes Film Festival 2016 berkata.

Berkaitan dengan penyerbuan Daish / NIK* ke Kurdistan Irak pada bulan Agustus 2014, Peshmerga dan kekuatan militer Kurdi dari negara-negara tetangga telah melancarkan perang melawan Daish di Irak dan Suriah.

Sementara Daish “menunjukkan sikap keras di kamera sementara menggorok leher-leher para tawanan yang tidak bisa membela diri, mereka (para pejuang Daish) berlarian seperti kelinci-kelinci” ketika berhadapan dengan orang Kurdi, Levy menulis di koran  The Wall Street Jounal tahun lalu.

Peshmerga adalah unit militer suku Kurdi di wilayah Kurdistan Irak bersenjatakan alat-alat perang sederhana. Dua kelebihan mereka dibanding militan Daish adalah: mereka orang-orang gunung, Kurdistan adalah wilayah tertinggi di seluruh Irak, para wanita Kurdi bukan hanya mahir memakai senjata api lebih lagi mereka berani mati demi tanah air mereka. Satu-satunya negara di Timur Tengah yang kaum wanitanya ahli dalam berperang adalah Israel.

Keterangan singkat tentang Who Are The Peshmerga? Peshmerga mengandung makna “orang yang menantang kematian;” Pesh berarti berdiri di depan, dan merga berarti kematian.

Bernard-Henri Levy, direktor dari film ini adalah intelektuMenteri Pertahanan Jerman Ursula von der Leyen mengunjungi tentara Peshmerga Kurdistan Irakal Yahudi berkebangsaan Perancis. Pria berusia 67 tahun ini dikenal sebagai pendukung setia kelompok minoritas Kurdistan.

Film  dokumentasi ini bertujuan membawa para penontonnya melihat lebih dekat perang antara Peshmerga dengan Daish yang berlokasi disekitar Kirkuk dan Sinjar. Pengambilan film juga memakai kamera-kamera drone (kapal terbang mini yang dikendalikan oleh remoute control) untuk mendapatkan gambar-gambar dari dalam kota Mosul yang dikuasai Daish.

“Film ini adalah penghormatan atas keberanian para pria dan wanita (Kurdi) menentang kematian yang menjadi perlawanan gigih dunia menentang Negara Islam,” Margo Cinema berkata.

Direktor film mempunyai visi tersendiri atas filmnya: Melalui film ini, Levy ingin memberikan sebuah ”pengakuan moral” kepada tanah air bangsa Kurdi” pada perayaan 100 tahun ulang tahun Perjanjian Sykes-Picot (antara Perancis dan Britania selama Perang Dunia I) yang ditetapkan dalam batu pemotongan bangsa Kurdi ke dalam negara yang berbeda.”

“Film ini memohon ketidak adilan yang telah dibuat atas ‘Bangsa Gunung-gunung’ untuk ada diperbaiki,” Levy menambahkan.

Diperkirakan saat ini ada 25 sampai 35 juta orang Kurdi terpencar di antara Turki, Irak, Suriah dan Iran.

Ini adalah video dokumentasi dari Vice News Peshmerga merebut balik kota Mosul di Niniwe dari tangan Daish Peshmerga vs. the Islamic State: The Road to Mosul (Full Length)

*) Daish singkatan dari al-Dawla al-Islamyia fil Iraq wa’al Sham yang berarti: Negara Islam di Irak dan Sham atau ISIS / ISIL dalam bahasa Inggris. Pendirinya telah mengganti menjadi “Negara Islam;” sebagai visi akhirnya, yakni lahirnya  Negara Islam di bawah satu kepemimpinan yang bersifat kalifah. Kalifat berarti pengganti kepemimpinan nabi Muhammad, koran Jerman menyebutnya: Negara Islam Kalifat (NIK). Bedakan dengan Republik Negara Islam Iran pemimpin dari semua kelompok Islam Shia sedunia. Berkaitan dengan kefanatikan dan kekejaman kelompok Negara Islam, masyarakat Muslim Arab menghindari nama “IS/ISIL/ISIS” dan meminta politikus Barat menyebut gerakan ini “Daish/Daesh” (sebagai bentuk kata dan bukan singkatan) untuk menghindari kata “Islam.”

 Sumber acuan:

“Terlahir untuk memuliakan Adonai Yeshua Messiah dan menjadi berkat bagi bangsa-bangsa” – Joseph Hendry

Advertisements