Tags

, , ,

Karikatur Uni Eropa Brexit GrexitHanya beberapa minggu sebelum 23 Juni pemungutan suara ”BREXIT” (keluar atau tidak Britania dari Uni Eropa), politikus Inggris baru-baru ini membuat pernyataan yang menjadi berita panas di media Eropa. Sehingga Presiden Dewan Eropa Donald Tusk menyatakan bahwa  pernyataan bekas Dewan kota London Boris Johnson telah ”melampaui batas-batas” dengan mengatakan Uni Eropa berkelakuan seperti Adolf Hitler.

Niat Britania ingin keluar dari Uni Eropa  semakin nampak jelas. Dari nelayan ikan, usahawan sampai politikus dan pakar ekonomi Britania  menyatakan kekecewaan mereka atas ratusan peraturan Uni Eropa, seperti nampak pada film BREXIT THE MOVIE ini. Kewajiban membayar pajak yang semakin tinggi sementara regulasi bisnis dan politik yang semakin kencang membuat Britania semakin susah ”bernafas,” mereka mengeluh dan seorang menyimpulkan ”kebijakan UE sesungguhnya adalah anti-demokrasi.”

Boris Johnson, salah satu tokoh penting dalam kampanye bagi Britania Raya cabut dari Uni Eropa menyatakan pada suatu wawancara untuk koran The Sunday Telegraph yang menggorek luka masa lalu Eropa.

Johnson berkata dua ribu tahun sejarah Eropa telah menampilkan ulang usaha-usaha untuk menyatukan benua (Eropa) di bawah pemerintahan tunggal, meniru kekaisaran Romawi.

”Napoleon, Hitler, dan bermacam orang telah mencoba ini [mempersatukan Eropa], dan itu berakhir secara tragedi. Uni Eropa sekarang berusaha melakukan ini melalui methode-methode yang berbeda. Tetapi secara fundamental yang kurang adalah masalah yang tidak pernah habis, yang adalah tidak adanya loyalti yang jelas atas ide (mengenai) Eropa… Itu menyebabkan kekosongan demokrasi yang besar ini.”

Dari isi BREXIT THE MOVIE dan pernyataan bekas Dewan kota London ini nampak pengulangan sejarah panjang perjuangan bangsa Skotlandia dan Inggris keluar dari pengaruh Vatikan, mulai dari John Wycliffe sampai Raja James  I (dari mana lahirnya Alkitab King James Version), yakni berhenti membayar pajak ke Roma dan keluar dari kontrolnya.

”Saya tidak dapat berdiam diri,” Donald Tusk berkata di depan para wartawan di Copenhagen mengkomentari pernyataan Boris Johnson di atas sementara berjanji tidak akan mencampuri urusan dalam negeri Britania.

Nama Adolf Hitler adalah suatu konotasi yang sangat buruk dan jahat di mata orang Eropa. Jadi menyamakan tindakan Uni Eropa sama dengan tindakan Hitler adalah suatu pernyataan yang sangat serius. Di mata Dewan President UE ini, debat politik Inggris ini dianggap telah melampaui batas.

BBC mewawancarai Jacob Rees Mogg, seorang anggota parlemen Inggris yang juga seorang ahli sejarah berkaitan dengan pernyataan Donald Tusk tersebut.

“Saya setuju bahwa Uni Eropa tidaklah jahat seperti Hitler, namun secara objektif Boris Johnson benar.”

Inilah Uni Eropa, beragam dalam budaya, bahasa dan nilai moral, berbeda dengan Amerika Serikat. Seorang Denmark berkata kepada saya baru-baru ini tentang opini masyarakat Denmark atas Uni Eropa; “Bergabung ke UE adalah 50-50, namun bergabung ke mata uang Euro 20-80 (menolak).” Dan segera menambahkan, “saya pribadi lebih suka melihat wajah raja Denmark pada uang koin saya daripada bendera UE.”

Saya memperhatikan bahwa kesatuan Uni Eropa semakin retak dan melemah khususnya setelah banjirnya imigran Timur Tengah dua tahun belakangan ini; banyak anggota EU menolak perintah Dewan EU. Mungkin ini saatnya bagian dari pernyataan Alkitab tentang akhir jaman tergenapi:

“Waktu itu suara-Nya menggoncangkan bumi, tetapi sekarang Ia memberikan janji: “Satu kali lagi Aku akan menggoncangkan bukan hanya bumi saja, melainkan langit juga.” Ungkapan “Satu kali lagi” menunjuk kepada perubahan pada apa yang dapat digoncangkan, karena ia dijadikan supaya tinggal tetap apa yang tidak tergoncangkan. Jadi, karena kita menerima kerajaan yang tidak tergoncangkan, marilah kita mengucap syukur dan beribadah kepada Elohim menurut cara yang berkenan kepada-Nya, dengan hormat dan takut. Sebab Elohim kita adalah api yang menghanguskan. (Ibrani 12:26-29)

“Terlahir untuk memuliakan Adonai Yeshua Messiah dan menjadi berkat bagi bangsa-bangsa” – Joseph Hendry

Advertisements