Tags

, ,

Siapakah manusia sehingga Engkau mengingatnya? … Dan Engkau telah membuatnya hampir sama dengan Elohim dan telah memahkotainya dengan kemulian dan kehormatan (Mazmur 8:5-6, ILT)

Elohim berkuasaManusia, di dalam ketidak perdulian dan kesombongannya, boleh saja menyangkal keberadaan Penciptanya, Elohim YAHWEH, namun tidak seorang pun bisa menyangkal bahwa manusia adalah mahluk yang sangat unik, bahkan lebih dari 7,4 milliar populasi manusia di bumi tidak ada satu pun yang sama di dalam sidik jari mereka. Rambut manusia yang begitu tipis ternyata memiliki struktur komponen yang berbeda, sehingga bisa dipakai sebagai alat bantu pemecahan masalah oleh polisi di dalam dunia kriminalitas.[1] Demikian juga dengan mata kita, ukuran dan posisi mata pada wajah  dan juga khususnya bentuk model iris mata kita (bagian dari pemberi warna mata si pemiliknya: coklat, biru, abu-abu dsb) adalah indentitas unik dari setiap orang.[2] Keunikan manusia tidak perlu dikatakan lebih lanjut bila melihat DNA sel-sel manusia.[3] Semakin canggih ilmu pengetahuan ditemukan, semakin terpesonanya kita akan keunikan diri kita. Elohim menciptakan kita begitu unik untuk suatu melakukan panggilan-Nya yang sangat unik.

Panggilan Elohim yang unik atas nabi Musa

”Aku telah memperhatikan dengan sungguh kesengsaraan umat-Ku di tanah Mesir, … Aku mengetahui penderitaan mereka. Sebab itu Aku telah turun untuk melepaskan mereka dari tangan orang Mesir dan menuntun mereka keluar dari negeri itu ke suatu negeri yang baik dan luas, suatu negeri yang berlimpah-limpah susu dan madunya, .. Jadi sekarang, pergilah, Aku mengutus engkau kepada Firaun untuk membawa umat-Ku, orang Israel, keluar dari Mesir.”  (Keluaran 3:7-10). Itulah panggilan Elohim bagi Musa, putra dari Amram dan Yokhebed. Keduanya dari garis keturunan suku Lewi.

80 tahun sebelum penampakan Elohim kepada Musa melalui semak yang terbakar namun tidak hangus tersebut, Firaun telah memerintahkan para tentaranya untuk membinasakan semua bayi laki-laki orang Ibrani; lahirnya seorang penyelamat  telah sampai ke telinga Firaun sebab masa 400 tahun keturunan Abraham menggembara di tanah orang asing sedang mencapai penggenapannya. Satu-satunya bayi pria yang selamat adalah Musa. [4]

Nabi Musa adalah seorang yang lemah lembut, penuh kuasa Elohim, sering berjumpa Elohim YAHWEH muka dengan muka, dan mengalami penolakkan dari sebagian bangsanya sendiri menjadikan Musa bayangan yang sempuran dari Penyelamat yang sesungguhnya, Yeshua Messiah, termasuk peristiwa pembunuhan bayi laki-laki Ibrani atas perintah raja Herodes II. Menggenapi secara sempurna nubuatan Musa di Kitab Ulangan 18:15-19.

Panggilan Elohim yang unik atas nabi Yehezkiel

Firman-Nya kepadaku: “Hai anak manusia, mari, pergilah dan temuilah kaum Israel dan sampaikanlah perkataan-perkataan-Ku kepada mereka. Sebab engkau tidak diutus kepada suatu bangsa yang berbahasa asing dan yang berat lidah, tetapi kepada kaum Israel”  (Yeh. 3:4-5). Panggilan penugasan ini terjadi di Babilonia.

Yehezkiel asalnya seorang imam, ia dan Daniel adalah dua dari banyak pemuda Ibrani yang turut dalam pembuangan ke Irak – Elohim YAHWEH memakai raja Babilonia untuk mendisiplinkan umat-Nya dan menghancurkan Bait Suci kebanggaan mereka yang dibangun oleh raja Salomo. Teguran Elohim melalui nabi Yesaya dan nabi Yeremia untuk berhenti menyembah berhala-berhala tidak mereka perdulikan. Yehezkiel menjadi nabi di negara asing hanya untuk bangsanya sendiri.

Selanjutnya firman-Nya kepadaku: “Hai anak manusia, perhatikanlah segala perkataan-Ku yang akan Kufirmankan kepadamu dan berikanlah telingamu kepadanya. Mari, pergilah dan temuilah orang-orang buangan, teman sebangsamu, berbicaralah kepada mereka dan katakanlah: Beginilah firman Tuhan ALLAH (Elohim YAHWEH); baik mereka mau mendengarkan atau tidak.”  (Yeh. 3:10-11)

Setelah dibuang pun mayoritas dari bangsa ini belum menyadari dosa dan kesalahan mereka; mereka tetap menolak untuk bertobat. Itulah sebabnya Yehezkiel diberi panggilan yang unik tersebut: “diutus untuk tidak didengarkan.” Inti dari panggilan pelayanan Yehezkiel adalah menyadarkan bangsanya, ”Kapan kalian akan mengakui Elohim YAHWEH nenek moyang kalian?”

Keras kepala bangsa Israel sama dengan masyarakat Muslim di Aceh. Sebelum Tsunami melanda profinsi Aceh, ada dua pemberita Injil di kota Aceh namun pesan mereka – bertahun-tahun – sama sekali tidak diperdulikan masyarakat Aceh. Malam Natal 24 Desember, sekelompok umat Kristen terpaksa mengungsi ke gunung karena ancaman tidak boleh merayakan Natal. Tsunami yang tercatat paling dasyat ini menelan lebih dari 250.000 jiwa. Seorang Muslim setempat menyatakan kejadian ini sebagai: “Tuhannya orang Kristen marah!” Namun 10 tahun, 2015, kemudian mereka lupa kebaikan orang Kristen  sedunia atas mereka (P3K dan pemulihan infrastruktur), secara segaja mereka membakar puluhan gedung ibadah Kristen di Aceh dan menganiaya jemaat Kristen.

Bersediakah anda, jika anda dipanggil Elohim untuk tugas seperti yang dimiliki nabi Yehezkiel?

Panggilan Elohim yang unik atas rasul Paulus

Tetapi firman Tuhan kepadanya: “Pergilah, sebab orang ini adalah alat pilihan bagi-Ku untuk memberitakan nama-Ku kepada bangsa-bangsa lain serta raja-raja dan orang-orang Israel. Aku sendiri akan menunjukkan kepadanya, betapa banyak penderitaan yang harus ia tanggung oleh karena nama-Ku.”  (Kis.  9:15-16) . Ayat ini adalah perkataan Yeshua Messiah kepada Ananias atas panggilan pelayanan pada diri Paulus.

Posisi pelayananan rasul Paulus tidak kalah uniknya dengan tokoh-tokoh Alkitab lainnya. Ia hidup di dalam suatu tempat, waktu dan kondisi yang sangat komplek.

Saulus, demikian nama aslinya, adalah Yahudi perantauan asal Tarsus, Kilikia, bagian dari Suriah (sekarang bagian dari Turki) dimana saat itu negara-negara Mediteranian berada dalam kontrol Kerajaan Romawi dan budaya dan bahasa Yunani sangat kuat. Sederhananya, ia orang Timur Tengah yang hidup dalam budaya Eropa dan menguasai bahasa Ibrani, Aram dan Yunani. Pada sisi lain ia ahli Torah dan seorang mantan Farisi yang fanatik dan anti ajaran Yeshua (Kristianiti).

Sampai saat ini, posisi Paulus sebagai rasul Kristen tetap masih komplek sama seperti pada waktu ia masih hidup. Ia dimusuhi kelompok Orthodox Yahudi (Farisi dan Saduki) karena meninggalkan ajaran nenek moyang mereka, dan dianggap fanatik oleh bangsa Eropa karena mengajar jangan menyembah berhala. Jadi kemana pun Paulus berada ia menderita siksaan fisik. namun Pauluslah satu-satunya rasul yang pernah berdiri di depan raja-raja memberitakan ajaran Yeshua. Paulus, yang memiliki kewarganegaraan Romawi, juga satu-satunya orang Yahudi yang menyebarkan Injil di pusat kota Kerajaan Romawi: kota Roma sementara semua orang Yahudi diusir dari kota Roma. Singkat kata: latar belakang pendidikan, kewarganegaraan, dan ke-Yahudian-an Paulus sangatlah cocok untuk kondisi tugas penginjilannya saat itu. Efesus 2 ayat 10

Elohim telah menetapkan tugas yang unik bagi hidup anda, dan seharusnya itu terlaksana

Efesus 2:10Sebab kita adalah hasil karya-Nya, yang telah diciptakan di dalam Kristus YESUS bagi perbuatan-perbuatan baik, yang Elohim telah mempersiakan sebelumnya, supaya kita dapat hidup di dalamnya (ILT)

For we are his workmanship, created in Christ Jesus unto good works, which God hath before ordained that we should walk in them.  (KJV)

Kalimat “Elohim telah mempersiapkan sebelumnya” atau ”Elohim telah tetapkan / tasbiskan (ordained) sebelumnya” memberi pengertian yang jelas sekali: Elohim telah menugaskan setiap kita suatu tugas yang khusus atau unik dalam kehidupan kita pribadi! Ya ini adalah predestinasi panggilan-Nya atas setiap ciptaan-Nya! Lihat juga Roma 9:23-24.

Lydia Christensen diberi pengertian oleh Roh Kudus tentang Efesus 2:10, ia menyimpulkan: ”Ini adalah jawaban untuk pertanyaanku! Saya tidak perlu merencanakan pekerjaan yang saya akan lakukan dalam kehidupan. Saya harus menemukan pekerjaan yang Elohim yang telah rencanakan untuk ku. Ada sebuah tugas khusus yang ditujukan bagi ku oleh Elohim, yang tidak dapat dilakukan oleh siapa pun di dunia. Tanggung jawab utamaku dalam kehidupan adalah untuk menemukan dan menggenapi tugas tersebut. Jika saya tidak menjalankan tugas saya, itu akan ada tertinggal tampa diselesaikan. Tidak seorangpun dapat mengambil tempatku.”[5] Penekanan ditambakan.

Ini suatu kesimpulan yang sangat indah. Saya banyak menemukan hamba-hamba Adonai yang berhasil di dalam pelayanannya, namun merasakan adanya suatu kekosongan; kesuksesan tidak berarti secara otomatis bahwa seorang berada di dalam rencana Elohim. Kesuksesan dimata Elohim adalah  jika kita mengerjakan pekerjaan yang Bapa Sorgawi telah tetapkan atas hidup kita, yang mana ”tidak seorangpun dapat mengambil tempat kita.” (mengutip pernyataan Lydia).

Kata Yeshua kepada mereka: “Makanan-Ku ialah melakukan kehendak Dia yang mengutus Aku dan menyelesaikan pekerjaan-Nya. (Yoh. 4:34)

Dua langkah yang sangat essensial untuk kita bisa menemukan dan menggenapi panggilan-Nya yakni melakukan ”perbuatan-perbuatan / pekerjaan-pekerjaan baik” yang Ia telah tugaskan:

  1. Pertama-tama kita perlu memberikan kedagingan kita ”dikubur” dalam baptisan-Nya (Roma 6:5-6). ”Roh (manusia) memang penurut, tetapi daging lemah,” Yeshua berkata. Lihat Markus 14:38. Sebab itulah baptisan dalam air diperlukan.
  2. Memberi hidup kita dipenuhi dengan kuasa Roh Kudus-Nya (Kis. 1:8). Pimpinan Roh Kudus dan kuasa-Nya semata seorang hamba Elohim bisa menemukan pelayanannya yang unik tersebut dan mengakhirinya sampai di garis finish.

Tiga buku kesaksian yang bagus  – berkaitan dengan panggilan unik yang Elohim telah tetapkan bagi kita – dan perlu dibaca untuk setiap anda ialah:

  • Derek & Lydia Prince; Appointment In Jerusalem. Whitaker House
  • Maryam Rostampour & Marziyeh Amirizadeh; Captive In Iran. Tyndale Momentum
  • Bob Fu; God’s Double Agent. BakerBooks

Keempat pelayan Adonai ini menerima panggilan khusus. Lydia seorang gadis Denmark diutus untuk melayani di tengah konflik senjata Israel-Arab. Maryam dan Marziyeh dua gadis Kristen-Iran dipenjara di penjara Iran yang paling sadis – untuk panggilan yang sangat unik. Bob Fu pemuda Cina pelayanan di tengah-tengah sistim Komunis Cina yang sangat anti-agama. Kesamaan dari keempat pribadi ini adalah bahwa mereka mencapai garis finish oleh karena mereka telah dikubur dan dilengkapi dengan kuasa Roh Kudus.

Catatan kaki:

  1. Microscopy of Hair Part 1: A Practical Guide and Manual for Human Hairs Douglas W. Deedrick
  2. Iris detection: A Boon
  3. DNA Is a Structure That Encodes Biological Information
  4. Lihat Kejadian 15:13-14
  5. Lydia seorang guru sekolah yang sukses di Denmark, bergelar S3. Elohim memanggil dia untuk pelayanan ke Yerusalem – di tengah-tengah perang Israel dengan Arab-Palestina. Setelah tiba di Yerusalem ia baru tahu tugas khususnya tersebut dan beberapa tahun kemudian di kota yang saya ia menikah dengan Dr. Derek Prince. Teks diambil dari buku Derek & Lydia Prince. Appointment In Jerusalem. Whitaker House, 2012

“Terlahir untuk memuliakan Adonai Yeshua Messiah dan menjadi berkat bagi bangsa-bangsa” – Joseph Hendry

Advertisements