Tags

, ,

Uni Eropa mimilik roh yang sama dengan Kerajaan Babilonia kuno

Pool referendum Britania Raya Exit (keluar) atau tinggal tetap dalam Uni Eropa (BREMAIN) hari Kamis 23 Juni 2016 telah mencapai keputusan akhir: Britania Raya telah memutuskan keluar dari Uni Eropa.

Sekalipun hasil suara Brexit hanya 4% lebih tinggi dari lawannya,BREMAIN, namun konsekuensinya sudah cukup membuat “ledakan besar dan gempa bumi” di dalam negara-negara yang tergabung dalam Uni Eropa seorang anggota parlemen Nederland mengkomentari hasil referendum Brexit tersebut.

Suatu survey yang dibuat oleh Pew di musim semi tahun ini, di 10 negara UE, menyunjukkan bahwa pandangan Kesukaan pada EU semakin menurun:

  • Perancis 69% (2004) menjadi 38% (2016);
  • Itali 78% (2007) menjadi 58% (2016)
  • Spanyol 80% (2007) menjadi 47% (2016)
  • Yunani 37% (2012) menjadi 27% (2016)

Sedangkan Britania Raya laporan survey adalah 54% (2004) menjadi 44% (2016). Suara pool referendum untuk Bremain adalah 48,1 %. Kenaikan angka 4,1% ini berkaitan dengan terbunuhnya seorang anggota perlemen Britania, pembuat hukum, yang mendukung Bremain.

Hal menarik lainnya untuk diperhatiakan adalah kelompok usia orang Britania yang telah memilih untuk keluar dari Uni Eropa. Semakin dewasa usia mereka semakin besar kecenderungan untuk memilih Brexit. Hasil survey opini perbandingan Tinggal/Keluar EU (dalam %):

  • Usia 18-24: 75/25
  • Usia 25-49: 55/45
  • Usia 50-64: 45/55
  • Usia 65 keatas: 38/62

Ini menunjukkan dua kutub yang berlawanan: hobby dan bersenang-senang pada kaum muda dan pengalaman kerja dan hidup pada orang tua. Kasarnya bisa dikatakan: Skeptik orang Britania semakin besar sejalan dengan bertambahnya usia mereka. Film dokumentasi  Brexit Movie ini jelas menggambarkan fenomena ini.

Poin-point utama mengapa skeptik masyarakat negara-negara yang hidup di dalam bendera Uni Eropa semakin besar:

  • Kontrol Brussels (dewan anggota EU) yang semakin besar atas negara anggotanya. Digambarkan secara ekstrim oleh mantan gubernur London, Boris, sebagai “berprilaku sama seperti Hitler.” (lihat link Brexit Movie di atas)
  • Pembayaran uang keanggotaan yang semakin mencekik – bagi negara yang makmur, sementara peraturan ekpor dan import semakin banyak dan ketat.
  • Krisis banjirnya imigran Timur Tengah di negara-negara anggota EU. Menyebabkan bukan hanya pengeluaran uang ekstra, lebih lagi muncul ketidak stabilan sosial-budaya (pemerkosaan di Swedia, Jerman). Hungaria, Slovakia, Polandia dan banyak anggota EU yang baru yang berasal dari Federasi Russia merasa terancam.

Nigel Farage mengkaitkan krisis imigrasan ini dengan kejadian-kejadian aksi terroris seperti di Perancis tahun-tahun belakangan ini. Masalah ini saja telah membuat opini orang Britania berubah, Juni sampai Septermber 2015 hanya 45% ingin keluar dari EU, laporan survey menulis. namun ketika imigran semakin membengkak, di Jerman saja mencapai satu juta imigran, sementara imigran terus mengalir ke Yunani  dan sampai ke negara-negara Eropa utara, pihak yang ingin keluar dari EU menjadi 52%, sementara yang ingin tetap menjadi turun dari 55% menjadi 48%.

Reaksi Belanda / Nederland atas BREXIT, akankah menjadi NEXIT tahun depan?

Nederland banyak memiliki kesamaannya dengan Britania Raya. Keduanya adalah negara kerajaan tua, negara pelabuhan. Pelabuhan Rotterdam adalah salah-satu pintu eksport-import terbesar di Eropa. Keduanya juga memiliki penduduk mayoritas Protestan, dimana pada masa Reformasi Gereja Eropa, kedua negara ini aktif berperan.

Ini berapa pernyataan beberapa politikus Nederland berkaitan dengan Brexit dan langkap kedepan negara.

Keluarnya Britania dari Uni Eropa berarti Brussels sekarang ini harus menjalani reformasi serius, banyak politikus Belanda berkata pada hari Jumat, sehari setelah hasil referendum Brexit.

“Itu adalah ledakan besar, dan gempa bumi. Itu akan memiliki konsekuensi-konsekuensi yang besar bagi ekonomi Eropa dan keseimbangan geopolitik,” Anne Mulder dari seorang parlement Belanda dari partai VVD (Partai Masyarakat untuk Kebebasan dan Demokrasi). “Belanda kehilangan sebuah rekan penting dalam negosiasi-negosiasi Brussels,” Anne berkata.

Secara politis Anne berkata, “Belanda tidak ingin meninggalkan UE, tetapi mereka ingin UE yang berbeda.”

Peringatan lainnya datang dari Partai Sosialis.

“Itu adalah ledakan kuat bagi Brussels dan para politikus yang bekerja menuju terciptanya negara super orang Eropa,” Emile Roemer dalam Twitternya menulis. “UE perlu perbaikan. Mengurangi Brussels (controlnya), menambah demokrasi.”

“Jika kita tidak melakukan sesuatu atas menggunungnya euro-skeptikisme dalam seluruh anggota negara-negara, akanlah ada sebuah domino effek dan UE akan jatuh berantakan,” Harry van Bommel dari partai yang sama berkata.
Geert Wilders, pemimpin Partai untuk Kebebasan (PVV) yang terkenal sangat terbuka dalam mengutarakan opininya yang anti Uni Eropa tanpa berdiplomasi ia menyambut sangat positif hasil Brexit dan mendorong Belanda untuk Nexit (Nederland Exit).

“Horre bagi Britania. Sekarang giliran kira,” Wilders menulis pada Twitternya. “Saatnya untuk referendum Belanda.” Tanggal 4 Maret tahun ini, di Belgia di depan para pendengarnya bebicara tentang permasalahan dalam EU,  ia berkata “Islam dan kebebasan tidak berjalan bersama… UE dan Schengen sedang jatuh berantakan.”  Geert Wilders Begium March 4 2016  Lihat juga:  Geert Wilders over NExit

PVV saat ini adalah partai politik terbesar di dalam opini pool-pool. Belanda akan melaksanakan pool untuk memilih pemerintahan baru pada bulan Maret 2017 dan Nexit sekarang nampaknya  menjadi thema utama pemilihan suara, DutchNews menulis. “Yang berbahaya adalah tidak banyak pada akan adanya referendum di Belanda, tetapi adalah Jenni keluar dari botol,” Harry van Bommel berkata. (Jenni adalah tokoh cerita dongeng kuno Timur Tengah, roh/ jin wanita cantik yang tinggal dalam sebuah botol).

Uni Eropa, suatu badan politik super power yang mampu mengontrol semua kebijakan seluruh dunia melalui pusat ibukotanya: Brussel. Tentu suatu keuntungan dan kebanggaan jika anda berada di bawah payung negara super power, namun itu juga berarti anda memiliki tanggung jawab dan beban yang sepadan.

Pepatah Cino kono berkata, “Lebih baik menjadi kepala ayam daripada ekornya naga” sepertinya adalah keputusan yang telah dipilih oleh negara Britania saat ini.

 Referensi:

“Terlahir untuk memuliakan Adonai Yeshua Messiah dan menjadi berkat bagi bangsa-bangsa” – Joseph Hendry

 

Advertisements