Tags

, , ,

Di jalan kebenaran ada hidup dan di alur itu tidak ada maut[1] / In the way of righteousness is life, And in its pathway there is no death[2]

 Pembacaan Alkitab: Yesaya 66:1-24

I. Keterangan singkat tentang kitab Yesaya.

Nabi Yesaya melayani pada jaman raja-raja Yehuda: Uzia, Yotam, Ahas dan Hizkia (Yes. 1:1). Kitab Yesaya dibagi menjadi dua kelompok besar: Bab 1-39: melihat kedepan masa-masa penjajahan. Bab 40-66: melihat jauh ke depan masa-masa penjajahan.

Pasal 66 ini tidak bicara tentang rencana pembangunan Bait Elohim ke-1 (pertama), sebab Bait yang dibangun raja Salomo masih tetap berdiri pada saat jaman raja Hizkia. Itu juga bukan bicara tentang Bait Elohim ke-2, seperti nyata pada ayat-ayat di pasal 66. Pasal ini berbicara tentang Bait yang kekal yang ada pada Kerajaan Elohim, perhatikan ayat 19-23, yang akan ada setelah Perang Armagedon (Har-Megiddo, bahasa Ibrani) pada ayat 15-16. Semua ini terjadi setelah negara Israel kembali lahir, ayat 8-12.

Pasal 66, adalah peringatan penting Elohim tentang Akhir Jaman bagi setiap orang, namun khususnya bagi umat-Nya sendiri yang mengaku dan menyebut Nama-Nya.

Ayat 1 sampai 5 memberi kita pengetahuan umat yang bagaimana yang akan dikenan Elohim untuk masuk ke dalam Kerajaan-Nya yang luar biasa megah tersebut; jalannya dari emar murni, tembok-temboknya dari batu-batu yang jauh lebih mulia dari berlian dan lebih dari itu semua adalah tidak ada lagi penderitaan, kesedihan dan kematian;[3] dan yang akan dihukum-Nya (ayat 24). Kita bisa mengklaim jalan kita – ideologi / doktrin / tradisi agama kita – adalah yang paling benar, sebagaimana bangsa Romawi kuno mengklaim “Semua jalan menuju Roma,” namun Elohim YAHWEH berkata, “Jalanmu bukanlah jalanKu!” Ia telah menuntukan jalan-Nya sendiri bagaimana kita bisa masuk ke dalam Kerajaan-Nya.

Oleh sebab itu artikel ini saya beri judul “Jalan Siapa adalah Pilihan Anda?” (Whose Way Is Your Choice?)

“Bagaimana kita bisa memiliki kepastian masuk ke dalam kehidupan kekal di Sorga setelah kita meninggal dunia?” Lihat Yes. 66:22-23. Ini adalah pertanyaan yang ada di dalam setiap hati manusia di dunia, ketika manusia memberi waktu untuk hati nuraninya berbicara. Inilah juga yang menyebabkan manusia sepanjang sejarah berusaha dengan segala cara untuk mencapainya sehingga lahirnya bermacam agama dan filosofi moral dan etika dengan segala caranya: menyangkal diri, meyiksa diri sendiri, bederma (sosial) sampai bahkan mengobarkan jiwa dan raganya (berjihad / perang demi agama) semuanya memiliki satu tujuan utama: memdapat perkenanan Elohim demi bisa masuk Sorga.

Elohim memberi kita petunjuk dan jalan keluar bagaimaan kita bisa memiliki kepastian tersebut, jawabannya ada pada ayat 1 sampai 5. Pada artikel ini saya memakai Alkitab versi ILT (Indonesia Literal Translation), kecuali ditulis lain dan TS98 (The Scriptures 1998) untuk versi Inggrisnya, kecuali ditulis lain.

II. Pembahasan.

Ayat 1: Beginilah YAHWEH berfirman, “Surga adalah takhta-Ku dan bumi adalah tumpuan kaki-Ku. Di manakah bait yang engkau bangun untuk-Ku? Dan di mana tempat peristirahatan-Ku?
Thus said יהוה, “The heavens are My throne, and the earth is My footstool. Where is this house that you build for Me? And where is this place of My rest?

Sementara Elohim menyatakan kepada kita di mana Dia ada bertakhta, Dia bertanya kepada umat-Nya, yang giat mencari kelayakan dari Diri-Nya: Dimana dan macam apa bait yang kita akan bangun bagi Elohim kita? Dapatkah kita membangun tempat bagi Pencipta kita tempat persemayaman yang lebih mulia dari takhta-Nya atau sedikitnya bisa memuaskan hati-Nya?

Ayat 2: Dan tangan-Ku telah membuat semua ini, bahkan semua hal yang ada,” firman YAHWEH. “Namun kepada orang ini, Aku akan memandang, kepada dia yang merendahkan diri dan yang hancur dalam roh, dan yang gentar terhadap firman-Ku.

“And all these My hand have made, and all these that exist,” declares יהוה. “Yet to such a one I look: on him who is poor and bruised of spirit, and who trembles at My Word.

Elohim mengingatkan kita, bahwa Dia lah pembuat dan pemilik semua yang ada di bumi. Dia berkata melalui raja Daud: Bumi dengan segala isinya adalah milik YAHWEH; dunia serta segala yang tinggal di dalamnya. (Mazmur 24:1). Dengan kata lain, Elohim tidak memerlukan segala milik kita, seberapa pun besarnya tidaklah akan bisa menandingi kemulian dan kekayaan yang Dia miliki!!

“Namun kepada orang ini, Aku akan memandang,” Elohim berkata. Kepada orang seperti apa Dia mau memandang (berkenan / menghargai / menyukai)?

  • orang yang merendahkan hati (poor in spirit / humble)
  • hancur dalam roh (bruised in spirit / broken spirit / repentant heart)
  • orang yang gentar terhadap firman-Nya (trembles at His Word)

Elohim menyukai orang yang memiliki tiga karakter jiwa seperti tertulis di atas.

Ayat berikutnya, Elohim menyelaskan apa yang Dia maksud sesungguhnya dengan karakter di atas melalui cara-cara ibadah yang salah, yaitu ibadah orang fasik atau jahat.

Ayat 3: Ia yang menyembelih seekor lembu, adalah yang membunuh seorang manusia, dia yang mengurbankan anak domba, adalah yang mematahkan leher anjing, ia yang mempersembahkan persembahan sajian, adalah yang mempersembahkan darah babi, dia yang membuat ingat-ingatan dengan kemenyan, adalah yang memberkati kejahatan. Ya, mereka telah memilih jalan mereka dan jiwa mereka bersuka dalam perkara-perkara yang menjijikkan.

“[But] whoever slaughters the bull slays a man; whoever slaughters the lamb breaks a dog’s neck; whoever brings a grain offering – pig’s blood; whoever burns incense blesses an idol. Indeed, they have chosen their own ways, and their being delights in their abominations.

Ayat ini bisa memiliki dua interpretasi:

Interpretasi pertama: teguran Elohim atas umat yang munafik dan bermoral ganda.

Sementara mereka melakukan penyembahan yang sesuai dengan perintah di Perjanjian Lama, namun melakukan juga perbuatan jahat. Seperti nampak pada terjemahan Lembaga Alkitab Indonesia  Indonesia Terjemahan Baru (ITB): ”…, namun membunuh manusia juga, … mempersembahkan kemenyan, namun memuja berhala juga.

Jelas bahwa Elohim tidak menyukai kemunafikan maupun moral ganda (baik dan jahat dicampur bersama, seperti dalam ideologi Catur Dharma dan Yin Yang) seperti tertulis pada Yehezkiel 23:39 dan Matius 23:14. Elohim YAHWEH adalah Elohim yang kudus atau suci, perbuatan dosa sekecil apapun dimata-Nya adalah tetap sebuah dosa – yang menjijikan dan harus ditinggilkan.

Membunuh manusia atas nama Elohim tidak diragukan lagi itu sangat ditentang oleh Elohim YAHWEH, hal ini tertulis banyak sekali baik di Perjanjian Lama maupun baru. Satu dari 10 Perintah YAHWEH jelas menulis ”Jangan membunuh!” Tentang orang yang membunuh manusia lalu berpikir bahwa ia  telah berbakti kepada Elohim, Yeshua Messiah berkata bahwa sesungguhnya ”mereka tidak mengenal Bapa maupun Aku.”[4]

Interpretasi kedua: nubuatan tentang penyembahan yang benar dan disukai Elohim.

Uraian di bawah ini akan menunjukkan bahwa ayat 3 pada Yesaya 66 bukanlah berbicara tentang umat Elohim yang munafik dan bermoral ganda. Berikut ini beberapa alasannya:

  1. kata-kata “namun juga” tidak terdapat pada terjemahan Alkitab Inggrisnya. Seperti nampak pada versi TS98 (dan HCSB), atau “as if(Geneva, KJV), dan “as” (JPS, LXX)
  2.  Orang Yahudi pengikut ajaran Torah tidak pernah mempersembahkan anjing kepada Elohim mereka. Sejarah mencatat itu dilakukan oleh orang Mesir kuno dan Yunani.
  3. Mereka juga tidak memakan dan menyentuh daging babi yang jelas najis menurut Torah, apalagi mempersebahkan darah babi di mesbah pastilah tidak pernah terjadi.

Jadi jelas di sini Elohim melalui nabiYesaya tidak berbicara tentang orang-orang yang melakukan dua jenis persembahan yang berlawanan (baik dan najis), atau tentang orang bermoral ganda. Elohim di sini berbicara tentang sikap hati dan gaya hidup kita, seperti tertulis pada Amsal 15:8-9:

Kurban orang fasik adalah suatu kekejian bagi YAHWEH, tetapi doa orang tulus (the upright; KJV) adalah kesukaan-Nya, Jalan orang fasik adalah kekejian bagi YAHWEH, tetapi Dia mengasihi siapa yang mengejar kebenaran (righteousnes; KJV)

Kurban orang fasik bukan saja tidak bisa diterima – jika itu sekalipun dipersembahkan tepat seperti aturan Torah, – tetapi suatu kekejian bagi YAHWEH. The sacrifice of the wicked is not only unacceptable –   even though if it’s done exactly according to the Torah’s ordinance, –  but it is an abomination to the Lord.

Di sini kita bertanya, jika benar bahwa ayat 3 ini tidak bicara tentang orang-orang yang melakukan dua jenis persembahan yang berlawanan (baik dan najis), atau tentang orang bermoral ganda, Elohim menyebut itu sebagai “perkara-perkara yang menjijikkan,” jadi apa masalahnya? Mengapa Dia marah besar, bukankah mengorbankan daging sampi, domba, benih dan membakar kemenyan adalah perintah Elohim sendiri melalui nabi Musa?

Seperti kita telah lihat di atas, bahwa Kitab Yesaya mulai pasal 40 sampai 66 adalah kitab nubuatan tentang akhir jaman, khususnya di pasal 66. Ayat 3 ini adalah Firman YAHWEH melalui nabinya bahwa kelak sistim penyembahan kepada Elohim akan diperbaharui. Kapan itu terjadi? Nubuatan ini telah terjadi 2000 tahun lalu di bukit Golgota, ketika Yeshua mati tersalib menebus dosa-dosa umat-Nya dan semua manusia di bumi dimana pada jam yang sama tirai bait Elohim yang memisahkan antara Ruang Suci dengan Ruang Mahasuci terbelah dua secara diagonal. Sebelum Yeshua tersalib, Dia sendiri telah mengingatkan akan datangnya perubahan sistim penyembahan tersebut:

Percayalah kepada-Ku, bahwa waktunya sedang datang, saat kamu akan menyembah kepada Bapa bukan di gunung ini, bukan pula di Yerusalem. (21). Namun waktunya sedang tiba, dan itu adalah sekarang, manakalah para penyembah yang benar akan menyembah kepada Bapa dalam roh dan kebenaran. Sebab Bapa pun sedang mencari orang-orang yang menyembah Dia seperti itu (Yoh. 4:21.23)

Berikut ini alasannya mengapa Elohim akan memandang para pelaku tata ibadah yang tidak sesuai dengan ibadah Perjanjian Baru sebagai pelaku dari “perkara-perkara yang menjijikkan:”

  • Ia yang menyembelih seekor lembu, adalah yang membunuh seorang manusia, – menyembelih lembu untuk ibadah adalah sebagai pemberontakan yang besar kepada Elohim sama seperti membunuh manusia, siapa yang melakukannya itu berarti mengabaikan korban Putra-Nya yang tunggal, Yeshua, di kayu salib.
  • Dia yang mengurbankan anak domba, adalah yang mematahkan leher anjing, – korban apapun yang manusia berikan kepada Elohim sebagai penebusan dosa, tidaklah mempunyai nilai dimata-Nya, sama seperti daging anjing atau upah sundal dari seorang pelacur yang tidak punya nilai di dalam ibadah Perjanjian Lama. (Ulangan 23:18), itu sebabnya tidak seorang Yahudi pun pernah tercatat melakukannya.
  • Ia yang mempersembahkan persembahan sajian, adalah yang mempersembahkan darah babi, – babi tergolong binatang kotor di Perjanjian Lama, apalagi mempersembahkan darah babi di mesbah Elohim, itu adalah kekejian besar, demikianlah amal-bakti kita seperti darah babi di mata-Nya, itu bukan saja tidak berkenan, lebih lagi itu tergolong kejijikan.
  • Dia yang membuat ingat-ingatan dengan kemenyan, adalah yang memberkati kejahatan (versi lainnya: memberkati berhala), – Yeshua adalah satu-satunya mediator antara Bapa Sorgawi dengan umat-Nya, di luar Yeshua, semua cara digolongkan-Nya sebagai ”memberkati kejahatan / berhala,” yakni melanggar tiga perintah pertama dari 10 Perintah YAHWEH. Baca: 1 Timotius 2:5, Ibrani 9, perhatikan ayat 15.

Ayat 4: Aku juga akan memilih kesembarangan mereka, dan Aku akan membawa ketakutan kepada mereka, karena Aku telah memanggil, dan tidak seorang pun yang menjawab, Aku telah berbicara, dan mereka tidak mendengar, tetapi mereka telah melakukan yang jahat di mata-Ku, dan telah memilih apa yang tidak Aku perkenan.”

“I shall also choose their punishments, and bring their fears on them. Because I called, but no one answered. I spoke and they did not hear, and they did evil before My eyes, and chose what was displeasing to Me.”

 Apakah Anda termasuk umat Elohim yang demikan buruk di mata-Nya;

  • ketika Dia memanggil, Anda tidak menjawab?
  • ketika Dia berbicara, Anda tidak mau mendengarkan?
  • melalukan apa yang Dia anggap jahat di mata-Nya?
  • memilih apa yang Dia tidak sukai?

Sudahkan kita beribadah kepada Elohim sesuai Firman-Nya? Selidikilah Firman-Nya dan tanyakanlah kepada Dia hal-hal seperti ini:

  • Apakah benar di mata-Mu, berjuang bagi Engkau dengan membunuh sesamaku manusia yang tidak setuju dengan ideologi agamaku?
  • Apakah Engkau suka saya berkorban bagi Engkau sementara mengorbankan keluarga dan mengabaikan nasehat orang tuaku dan megabaikan mereka?
  • Senangkah Engkau jika saya menceraikan istriku /suamiku demi untuk karir pelayanan gereja?
  • Sudahkan Anda memiliki kedamaian hati dan jiwa ketika melakukan perkara-perkara di atas yang Anda pikir adalah ”beribadah membuat jasa bagi Elohim” tersebut?

Ingatlah, kesabaran Elohim ada waktunya, bertobatlah, tinggalkan jalan-jalan Anda sendiri, dan pilihlah Jalan-Nya – yang lurus dan benar tersebut.

Ayat 5: Dengarlah firman YAHWEH, kamu yang gemetar atas firman-Nya. Saudaramu yang membencimu, yang menggiringmu keluar demi Nama-Ku, telah berkata: Biarlah YAHWEH dimuliakan, dan biarlah kami melihat dalam sukacitamu, namun mereka merasa malu.”

Hear the Word of יהוה, you who tremble at His Word, “Your brothers who hate you, who cast you out for My Name’s sake, said, ‘Let יהוה be esteemed, so that we see your joy.’ But they are put to shame.”

Elohim YAHWEH berkata kita perlu “gemetar atas firman-Nya.” Firman-Nya tidak bisa dianggap enteng. Tidak bisa ditambah atau dikurangi sesuka kita dan harus ditaati.

Anda ingat, ketika bangsa Israel keluar dari Mesir, diperjalanan menuju Tanah Perjajian, dikatakan bahwa YAHWEH menyertai mereka, siang hari mereka dipayungi oleh hadiratnya melalui tiang awan, dan malam hari dengan tiang api. Jika Tiang awan ini berpindah mereka haruslah membongkar tenda dan bergerak sesuai tiang awan berada. Siapa yang tidak turut serta maka mereka akan mati di padang pasir tersebut kepanasan atau kedinginan. Itulah suatu gambaran untuk umat-Nya pada masa kini. Kita harus hidup sesuai perintah YAHWEH, tidak bisa beribadah semau kita.

Bagi Anda yang telah berjalan di Jalan YAHWEH (rendah hati, hati yang penuh pertobatan dan takut akan Firman-Nya) ayat ini adalah jaminan penghiburan dari YAHWEH. Ya dalam dunia ini kita akan menderita, direndahkan di masyarakat oleh karena Nama-Nya, “Aku telah memilih kamu dari dunia, sebab itulah dunia membenci kamu, Yeshua berkata.[5]

Namun pada Hari-Nya kita akan ditinggikan-Nya dan mereka yang mengaku umat-Nya namun hidup tidak sesuai dengan Firman dan Perintah-Nya serta orang jahat lainnya mereka kelak akan merasa malu, ulat-ulat yang tidak akan pernah mati akan memakani daging-daging mereka (Yes. 66:15-16 & 24).

Marilah kita semua memilih Jalan YAHWEH, tinggalkanlah tradisi-tradisi manusia dan praktek-praktek keagamaan yang sia-sia. Yeshua berkata, ”Akulah jalan, kebenaran dan hidup. Tidak seorang pun datang kepada Bapa jika tidak melalui Aku.” (Yoh. 14:6)

Keselamatan kekal yang YAHWEH berikan kepada setiap orang ini ini adalah bersifat anugerah / hadiah / cuma-cuma, namun anugerah perlu respon sipenerima. Bagian Anda adalah menerima; berdoalah: ”Elohim YAHWEH, ampuni segala pemberontakkan dan dosa-dosaku. Saya memilih jalan-Mu, dan meninggalkan jalan-jalanku. Hari ini saya menerima anugerah keselamatan kekal yang Engkau telah sediakan melalui Putra-Mu yang telah menebus dosa-dosaku melalui korban darah-Nya sendiri yang mahal dan kudus itu. Hari ini juga saya menjadikan Engkau sebagai Tuhan dan Juruselamatku. Dalam nama Putra-Mu Yeshua Messiah aku berdoa, amin.”[6]

Foot Notes:

  1. [1] Amsal 12:28 dari terjemahan Kitab Suci Indonesia Literal Translation (ILT). Umumnya terjemahan Inggris menulis “In the way of righteousness is” bukan “there is”
  2. [2] Idem, The Scriptures 1998 version
  3. [3] Yes. 66:18-23 detilnya terlihat pada kitab Wahyu 21.
  4. [4] Yohanes 16:2-3
  5. [5] Yoh. 15:19
  6. [6] Roma 10:9-13

“Terlahir untuk memuliakan Adonai Yeshua Messiah dan menjadi berkat bagi bangsa-bangsa” – Joseph Hendry

Advertisements