peta-perjalanan-misi-rasul-paulus-ke-2

Peta Perjalanan Misi Rasul Paulus ke-2

Surat pembukaan rasul Paulus kepada gereja Tesalonika walaupun hanya sepuluh (10) ayat namun di dalamnya terkandung rahasia besar bagaimana suatu pelayanan dan gereja bisa sukses. Kita akan temukan beberapa point kunci sukses yang sangat berguna baik untuk pemimpin rohani maupun untuk Gereja (Jemaat) saat ini.

Mengkombinasikan surat 1 Tesalonika 1 ini dengan kitab Para Rasul dan sejarah akan menolong kita mengungkap rahasia sukses yang besar tersebut. Referensi ayat-ayat bahasa Indonesia diambil dari ILT Alkitab Indonesia,[1] kecuali ditulis lain.

Latar belakang singkat surat Pertama (1) Paulus kepada Gereja Tesalonika

Tidak diragukan bahwa surat ini adalah follow up atas Gereja yang baru lahir di waktu Perjalanan Rasul Paulus ke-2 (dua),[2] dan surat ini ditulis saat mereka berada di kota Korintus  segera setelah Silvanus dan Timotius yang menetap di Berea akhirnya datang ke Korintus menyusul Paulus (Kis 17:14-15 & 18:1,5) dan sebelum Gallio menjadi prokonsul (gubernur) Akhaya (pertengahan 51- pertengahan 52 AD). Jadi surat ini ditulis antara tahun 50 AD dan awal 51 AD.[3] Di Korintus ia tinggal satu tahun dan enam bulan untuk membuka gereja baru sesuai perintah Adonai melalui suatu penglihatan malam (Kis 18:9-11).

Kota Tesalonika, saat itu merupakan kota pelabuhan sekaligus perdagangan antara Eropa dan Asia dan sekaligus sebagai ibukota propinsi Makedonia. Terletak pada jalan utama Via Egnatia; jalan utama Romawi yang menghubungkan Byzantium (kemudian Canstantinople, sekarang Istanbul) dengan Dyrrchachium (sekarang Durres di Albania)

Kota kedua terbesar dan terkaya di Kerajaan Byzantine. Makedonia dan Akhaya bagian dari negara Yunani – yang pada jaman Paulus termasuk bagian dari wilayah jajahan Kerajaan Romawi.[4] Perjalanan misi Paulus ke-2 ini adalah masuknya Injil ke tanah Eropa untuk pertama kali; gereja-gereja tumbuh subur di Tesalonika, Berea dan Korintus meskipun menghadapi penganiayaan dari kelompok Yahudi Orthodox di Yunani, mengapa? Itu bukan saja karena Adonai Yeshua menyertai mereka, lebih dari itu adalah oleh sebab Adonai sendiri yang memangil mereka untuk masuk ke Eropa – melalui penglihatan (a vision) seorang pria Makedonia sedang berdiri dan memohon kepada Paulus, ”Menyebrang ke Makedonia dan tolonglah kami!” – dan mereka taat dan segera meresponinya (Kis 16:6-10).

Pembahasan.

Ayat 1. ”Paulus dan Silvanus (atau Silas) dan Timotius, kepada gereja Tesalonika …” demikian surat diawali.  Paulus adalah pribadi dari inpirasi dan penulis surat ini. Tidak sebagaimana pada umumnya Paulus menulis surat, di sini ia tidak menyertakan titel kerasulannya, alasanyanya mungkin karena ia tidak ingin menyinggung perasaan dua pelayan rohani muda tersebut, yang ia menangkan pada Perjalanan Misi Ke-1.

Kepada gereja Tesalonika di dalam Elohim Bapa dan Adonai Yeshua Messiah.” Gereja ini ada di dalam kuasa dan lindungan Elohim YAHWEH dan Putra-Nya; bukan di bawah kuasa dan lindungan pemerintah Romawi atau Yunani. Kata ”Elohim” muncul tiga lusin kali dalam text Yunaninya (Theos) di surat 1 Tesalonika; ”Yeshua” (Iesous) muncul 16 kali; ”Adonai” (Kurios) dua lusin kali, dan ”Messiah” (Christos) muncul 10 kali. Total referensi untuk kata Elohim dan Messiah dalam Surat 1 & 2 Tesalonika hampir mencapai 150 kali.[5] Ini membuktikan dua hal: 1. Gereja abad pertama berfokus kepada Elohim dan Putra-Nya. 2. Titel ”Yeshua adalah Adonai atau Tuhan” dan Messiah sudah dikenal umum di negara-negara pantai timur Laut Mediteranian pada pertengahan abad pertama AD, dan mereka tahu dan yakin siapakah Yeshua yang sesuai Injil Elohim (1 Tes 1:3-4).[6]

Ayat 2. Ketiga hamba Adonai ini selalu berdoa bagi orang percaya di Tesalonika, ”Kami senantiasa mengucap syukur kepada Elohim … seraya menyebut kamu dalam doa-doa kami”

Ayat 3. Paulus menunjukkan tiga point bagaimana Gereja muda ini hidup:

  • Pekerjaan iman mereka
  • Usaha kasih mereka
  • Ketekunan pengharapan mereka di dalam Adonai Yeshua Messiah dan Bapa sorgawi mereka.

Ayat 4. Gereja diingatkan: Mereka telah dipilih Elohim dan juga dikasihi-Nya.

Dipilih Elohim artinya ”dipisahkan dari,” seperti bangsa Israel diantara bangsa lainnya, seperti suku Lewi diantara 11 suku lainnya. Umat pilihan-Nya memiliki keuntungan tertentu namun juga terikat dengan peraturan-Nya.

Ayat 5. Paulus mendaftarkan 5 point penting tentang pelayanan yang berhasil

  • Memberitakan Injil yang benar[7] yang disertai
  • Bukan hanya logos (firman yang tertulis), namun juga rhema (firman yang hidup)
  • Memberitakannya dalam Roh Kudus. Di sini manifestasi dari karunia-karunia Roh Kudus bekerja. Lihat 1 Korintus 2:4 serta Roma 12:6-8, I Kor. 12 & 14.
  • Memberitakannya keyakinan penuh. Dari tiga kombinasi point di atas maka pendengar yang serius mencari kebenaran diyakinkan secara penuh: ”Ya, inilah yang saya sesungguhnya cari dan butuhkan!”
  • Tidak cukup dengan keempat di atas, Paulus, Silas dan Timoty memberi diri mereka sebagai contoh teladan kehidupan yang sesuai Injil Elohim

Ayat 6. Di sini satu alasan utama lainnya yang membuat Gereja menjadi berhasil seperti dipaparkan pada ayat-ayat berikutnya. Apakah itu? ”Dan kamu telah menjadi peniru-peniru (imitators) kami dan Adonai”[8] atau ”pengikut-pengikut (followers) kami dan Adonai”[9]

Dalam hal apa mereka telah menjadi peniru / pengikut Adonai Yeshua dan para hamba-Nya ini? Yakni di ”dalam menyambut Firman (Elohim)” sekalipun mengalami ”kesukaran besar / penindasan yang berat,” namun  menerima Firman-Nya dengan ”sukacita Roh Kudus.”

Mungkin kita ingat tentang perumpamaan benih yang jatuh tertabur pada empat jenis tanah) yang Yeshua ceritakan pada Injil Markus pasal 4. Semua benih tersebut baik, namun jenis tanah mempengaruhi hasil akhir pertumbuhan benih tersebut. Gereja Tesalonika ternyata tergolong ”tanah yang baik atau subur.”

Saat Injil Elohim diberitakan di Tesalonika oleh ketiga hamba Elohim ini – untuk pertama kalinya mereka mendengar Injil – kelompok Yahudi yang menolak Injil dan menghasut orang-orang jahat yang ada di pasar untuk membuat kekacauan di kota tersebut. Mereka menyerbu rumah Yason (dimana ketiga hamba Elohim tinggal). Mereka tidak menemukan orang-orang yang mereka cari, jadi mereka menyeret Yason dan beberapa orang lainnya ke pembesar kota dan menuduh mereka sebagai penampung dari para pengacau seluruh dunia dan menentang kaisar Romawi; tuduhan palsu ini mengakibatkan kota menjadi gelisah. (Kis 17:5-9). Dari semua ancaman dan tekanan yang berat ini Gereja tetap berpegang teguh kepada Injil dan tetap bersukacita dalam Roh Kudus. Mereka tidak berhenti dan keluar dari pertandingan iman mereka.

Ayat 7. sehingga kamu telah menjadi contoh bagi semua orang percaya di Makedonia dan Akhaya. Jika dilihat pada peta Yunani modern, ini berarti hampir seluruh negara Yunani.

Ayat 8. ”Sebab dari kamu bukan saja telah terdengar firman Adonai di Makedonia dan Akhaya, melainkan juga imanmu kepada Elohim telah tersiar di segala tempat, sehingga kami tidak mempunyai kebutuhan untuk mangatakan apapun,” Luar biasa bukan bagaimana pengaruh iman dan kehidupan Gereja Tesalonika yang muda ini!?[10]

Ayat 9. Karena mereka sendiri bercerita tentang kami, seperti apa jalan masuk yang kami miliki bagi kamu[11] dan bagaimana kamu telah berbalik dari berhala-berhala kepada Elohim, untuk melayani Elohim yang hidup dan yang benar,”

Orang Yunani pada abad pertama menyembah banyak berhala, dan khususnya di Atena yang merupakan pusat kota dari negara Yunani (Kis 17:16).

”Berbalik dari berhala-berhala kepada Elohim (Theos),” inilah satu dari beberapa hal yang Alkitab artikan sebagai “bertobat” (metanoea). Paulus jelas menulis bahwa Elohim yang ia layani dan ajar adalah Elohim yang hidup dan yang benar. Tidak ada kontradiksi dengan sebutan: Elohim Bapa dan Adonai Yeshua Messiah (ayat 1). Sebab Alkitab Perjanjian Lama dan Baru menyatakan bahwa Elohim (Theos, God) adalah Esa. Yeshua adalah Roh Elohim dan Firman Elohim yang menjadi manusia melalui perawan Maria. (Yoh. 1)

Ayat 10. dan untuk menantikan Putra-Nya dari Surga, yang telah Dia bangkitkan dari yang mati, yaitu Yeshua, yang meluputkan kita dari murka yang sedang datang.

Inilah iman dan pengharapan semua orang yang percaya kepada Injil Elohim. Ini bukanlah ajaran rasul Paulus semata, namun semua rasul. Tepatnya, Yeshua berbicara banyak kali tentang kedatangan-Nya kembali[12]

Foot Note:

  1. ILT: Indonesia Literal Translation. nama YESUS dan Tuhan telah diganti.
  2. Perjalanan Misi Paulus ke-2 bisa dibaca pada Kisah para Rasul 15:36 sampai 18:22.
  3. Lucius Junius Gallio Annaeanus, Wikipedia
  4. Map of the Roman Empire – Thessalonica , Thessaloniki History
  5. Penjumlahan diambil dari buku: Walter A. Elwell & Robert W. Yarbrough. Encountering the New Testament Cp. 21 Thessalonians, Timothy, and Titus. Baker Academic. 3th Edition.
  6. Lihat peta “New Testament Churches” di google Di abad 20 dan 21 ini semakin banyak muncul tuduhan palsu bahwa titel Yeshua sebagai Tuhan adalah semata-mata rekayasa dari sidang Nicea (cikal bakal Gereja Barat) abad ke-empat, dan mereka berkata Yeshua mati dan ”tidak bangkit kembali” (Yudaisme) atau ”tidak pernah mati” (Islam).
  7. Terjemahan Inggris lama seperti Tyndale, Genova dan KJV menulis “our Gospel.” Di sini rasul Paulus, dan kedua rekan pelayannya menyebut Injil yang mereka beritakan sebagai “Injil kami,” bukan karena mereka adalah pencipta ajaran tersebut, tetapi menegaskan bahwa Injil yang mereka beritakan sungguh murni berasal dari Elohim melalui ajaran Putra-Nya dan disajikan komplit tanpa kompromi (tidak dilebihkan atau dikurangi),  sehingga Paulus tulis sebagai “the Gospel of God” atau Injil Elohim (1 Tes 2:2)
  8. Pada terjemahan EMTV, EBR, ISV dan
  9. Pada terjemahan KJV. Atau peneladan (ILT) atau penurut (ITB)
  10. Paulus, Silas dan Timotius mengawali pelayanannya selama 3 Sabat di sinagoga dimana mereka memenangkan baik orang Yahudi, Yunani yang saleh dan para wanita terpandang. (Kis 17:1,4). Kita tidak tahu persis berapa lama mereka di kota ini, namun setelah penganiayaan tiba lahir dari kelompok Yahudi yang tidak percaya (ayat 5) Paulus dan Silas meninggalkan kota untuk masuk ke Berea. Seluruh Perjalanan Misi ke-2 hanyalah 4 tahun lamanya.
  11. Yakni aniaya, pengajaran Injil yang solid, contok karakter hamba Adonai yang baik (1 Tes. 2:1-12)
  12. Lihat Matius 13:40-43, Mat. 24:27, Mat. 26:64 / Markus 14:62, Mark. 13:24-27, Lukas 21:25-28, Yohanes 14:1-3 dan Malaikat-Nya pun juga berkata (Kis. 1:10-11)

“Terlahir untuk memuliakan Adonai Yeshua Messiah dan menjadi berkat bagi bangsa-bangsa” – Joseph Hendry

Advertisements