Tags

, , , , , ,

daryl-davis-menghadapi-sitim-ku-klux-klan

Daryl Davis VS Ku Klux Klan

Bermain musik bagi Daryl Davis, musisi blues berusia 58 tahun ini adalah alamiah sebagaimana bernafas adanya.

“Saya telah bermain musik secara profesional, sejak 1980 sepenuh waktu ketika saya lulus kuliah pada umur 22,” Davis berkata

Melalui musik ia telah membentuk beberapa persahabatan yang unik, dengan orang-orang seperti Dolly Parton, Jerry Lee Lewis dan Chuck Berry.  Juga kepada persahabatan-persahabatn yang tidak wajar, seperti Roger Kelly, mantan Imperial Wizard dari Ku Klux Klan.*

Itu terjadi begitu saja, di tahun 1983, satu-satunya pemuda hitam di negara ini dengan band negara ini dan akibatnya satu-satunya pemuda hitam di banyak tempat dimana kami bermain,” Davis berkata

Satu tempat adalah Silver Dollar Lounge in Frederick, Maryland. Setelah selesai manggung seorang pemuda putih mengentikan Davis saat dia turun dari panggung.

“Dan ia berkata, ‘Kamu tahu, saya sungguh suka semua musikmu.’ Saya jawab, ‘Terima kasih,’ saya bersalaman … Saya tidak minum bir, tetapi saya kembali ke mejanya dan memesan jus cranberry,” Davis mengenang kejadian tersebut

“Lalu ia membuat tanda ketika pelayan tempat hiburan membawa jus cranberryku, ia menyentuhkan gelasnya dengan gelasku dan memujiku lalu berkata, “Kamu tahu ini adalah saat pertama saya pernah duduk dan ada minum bersama dengan seorang pemuda hitam,” ia berkata. “Sekarang saya berpikir, ‘Wow apa yang sedang terjadi di sini?’ Para pemuda ini sungguh memiliki sebuah malam pertama.’ Lalu saya berkata, ‘Mengapa?’ Sekali lagi saya naif dan tidak mencoba untuk bercanda.”

“Dia (menundukan kepalanya) mengawasi permukaan atas meja bar dan tidak menjawab pertanyaan saya, dan teman di sebelahnya berkata kepadanya, “Ceritakan padanya, ceritakan padanya, ceritakan padanya.’” Saya berkata, “ceritakan pada saya,’ dan akhirnya ia berkata, ‘saya adalah anggota Ku Klux Klan.”

Perubahan Yang Tidak Diduga

Sejak usia 10 tahun, ketika saat pertama menghadapi realitas rasime, Davis bertanya-tanya satu pertanyaan: “Bagaimana dapat kamu membenci saya saat kamu tidak tahu siapa saya?”

Hubungan (persahabatan) Davis yang tidak biasa ini kemudian menginpirasikan dirinya untuk memulai mencari jawaban-jawaban.

“Beberapa tahun kemudian saya memutuskan untuk menulis sebuah buku tentang (organisasi) Klan. Saya akan pergi berkeliling sebab sekarang saya berpikir, saya akan memulai dengan pemuda tersebut dan membiarkan dia menghubungkan saya dengan orang-orang Klan yang berbeda di negeri ini sehingga saya dapat bertanya pertanyaan saya,” Davis berkata.

Penelitiannya sering menempatkan dia dalam beberapa situasi yang berbahaya, tetapi itu juga memimipin kepada perubahan yang tak terduga dalam persahabatan yang ia berbagi dengan beberapa anggota Klan tertentu.

“Aku mengajukan mereka beberapa pertanyaan dan mereka menjawab pertanyaan-pertanyaan tapi mereka tidak meminta pendapat saya, mereka tidak bertanya apa yang saya pikir tentang hal itu karena mereka tidak punya alasan, saya kelas rendah,” Davis bercerita tentang pengalamannya.

“Kemudian seiring waktu berlalu saya berkata, ‘Jadi apa yang kalian pikirkan tentang ‘bla, bla, bla?’ Dan mereka berkata, ‘Yah saya pikir du da, du, da, da.’ Dan kemudian mereka berkata, ‘Baik, apa yang kamu pikir Daryl?’ ”

“Dan saya terperanjat, tiba-tiba saya memiliki nilai, ‘Kalian benar-benar ingin tahu pendapat saya?’ Saya tidak mengatakan itu, tetapi saya berpikir bahwa (gunung) es telah runtuh,” kata Davis.

Musisi ini mengatakan ia telah meyakinkan 25 anggota KKK meninggalkan organisasi tersebut, hanya melalui percakapan yang bersahabat.

“Dan ketika mereka melakukannya, banyak dari mereka memberi saya jubah dan topi kerucut (KKK) mereka,” kata Davis. “Hal ini tidaklah hanya (nilai) suatu perbuatan. Jubah (KKK) ini mewakili supremasi (orang kulit) Putih, dan mereka menanggalkan itu dan memberikannya kepada seorang pria kulit hitam?”

Merubah Sistemnya

Sebagai generasi baru Afrika Amerika masuk jenjang dewasa, mereka memerangi rasisme dengan cara mereka sendiri. Daripada mencoba untuk mengubah pikiran seseorang pada satu waktu seperti Davis telah dilakukan, generasi aktivis ini menggunakan media sosial untuk menjangkau massa.

Beberapa orang di gerakan Hitam Hidup Terhitung (the Black Lives Matter) telah mengeritik Davis, mengatakan bahwa ia sedang mengalahkan tujuan mereka dengan pendekatan yang bersifat persahabatan.

“Anda tidak mengubah sistem tanpa mengubah orang-orang di belakang sistem tersebut”

“Fakta bahwa saya duduk dan menghabiskan begitu banyak waktu bersama dengan ‘musuh’ ketika saya seharunya mencurahkan waktu saya untuk mengalahkan sistem supremasi (orang kulit) Putih,” Davis menjelaskan. the-salute-of-ku-klux-klan

Ia percaya bahwa generasi muda ini mempunyai maksud yang tepat, walaupun metode mereka dapat mencemari misi. “Anda perlu melalukan serangan multi-sasaran; dari depan, dari samping, dari belakang, melalui pintu samping, apa pun,”kata Davis.

“Anda tidak mengubah sistem tanpa mengubah orang-orang di belakang sistem tersebut. Itu sebabnya saya telah duduk dengan mereka dan saya sudah berhasil.”

*) Organisasi Ku Klux Klan, atau KKK, adalah sebuah organisasi orang kulit putih Amerika Serikat yang berasaskan keagamaan namun bergerak dalam bidang politik. Doktrin dan pola hidup KKK tidaklah mewakili Kristianiti. Ribuan orang kulit hitam terbunuh atau dibakar tersalib hidup-hidup dan gedung-gedung gereja mereka dibom. Orang KKK siap membunuh bahkan orang kulit putih yang mencoba menghentikan aksi terror mereka. Organisasi KKK ini sempat dilarang di AS namun sejalan dengan Gereja-gereja di AS semakin menjauh dari perintah Elohim, organisasi KKK kuat kembali. Lihat sejarah the KKK

Sumber artikel: How One Black Blues Musician Changed 25 Members of the KKK

“Terlahir untuk memuliakan Adonai Yeshua Messiah dan menjadi berkat bagi bangsa-bangsa” – Joseph Hendry

Advertisements