Tags

, , , , ,

pengungsi-kristen-di-eropa-dianiaya-pengungsi-muslim-timur-tengah“Laporan baru dari beberapa yayasan Kristen di Jerman telah menemukan bahwa 743 orang Kristen dan 10 Yazidis adalah korban-korban dari serangan-serangan yang dimotivasi oleh agama di kamp-kamp pengungsi sepanjang tahun ini,” CBN.com mengutip laporan Open Doors (20 Oktober 2016)

Open Doors adalah sebuah yayasan kemanusian Kristen tidak-berdenominasi dan tidak memiliki agenda politik. Organisasi ini memberikan semua usahanya untuk menyokong dan membela orang Kristen di seluruh dunia yang menderita dari penganiayaan dan diskriminasi.

Laporan survei ini melibatkan 753 pengungsi  (743 Kristen dan 10 Yazidi), dimulai dari 15 Pebuari sampai 30 Septermber 2016. Bersumber dari beberapa badan organisasi lainnya. Tiga  lokasi terbesar berdasarkan tempat kamp dimana partisipan tinggal: Berlin (146), Hesse (136) dan North Rhine-Westphalia (128).

Perang di berbagai negara Timur Tengah antara kelompok Muslim Sunni dan Syiah serta sesama Muslim Sunni telah menyebabkan banjirnya arus pengungsi di negara-negara Eropa. Di Jerman saja sejak tahun 2015 sampai saat ini telah mencapai lebih dari 1,5 juta pengungsi, hampir 90 % adalah orang Muslim, sisanya adalah orang Kristen dan orang Yazidi. Gereja-gereja dan yayasan Kristen membuka tangan dan pintu gedung Gereja mereka untuk menolong para pengungsi tersebut.

Penyerangan terhadap pengungsi Kristen dari Timur Tengah ini berupa: pukulan, diludahi, didorong, melarang memakai kalung salib dan penyalah gunaan sex.

Jumlah mereka yang pernah dianiaya di dasarkan atas jabatan pelaku; dari pengungsi Muslim (674 orang) dan dari petugas keamanan (205x) dan  lainya (seperti: pekerja kamp Muslim yang dipekerjakan pemerintah Jerman, sukarelawan) (254x)

”Situasi pengungsi-pengungsi Kristen di tenda-tenda pengungsi Jerman adalah tetap sangat buruk. Sebagai minoriti mereka didiskriminasikan, dipukuli dan menerima ancaman mati dari para pengungsi Muslim dan sebagian dari pekerja Muslim (keamanan, para penterjemah, para sukarelawan) di sana oleh karena agama mereka,” laporan tersebut berkata.

Penganiayaan pengungsi dan pekerja Muslim terhadap pengungsi Kristen di Jerman berarti telah naik sebanyak hampir 250% sejak laporan Mei 2016, laporan berbahasa Jerman: ”Serangan-Serangan Pada Para Pengungsi Kristen Bermotif Keagamaan Di Jerman,” dibuat oleh cabang dari kelompok watchdog penganiayaan orgnanisasi Open Doors. Laporan ini dibuat berdasarkan wawancara dengan 231 pengungsi Kristen antara bulan Pebuari dan April; 86 diserang secara fisik dan 70 lainnya telah menerima ancaman mati karena iman mereka. ChristianPost.com mengutip laporan (15 Mei 2016)

”Dalam tenda pengungsi kami, para petugas keamanan tidak melaksanakan aturan-aturan. Setiap pukul 5 pagi kami dibangunkan untuk panggilan sembayang. Situasi semakin buruk. Ketika Anda komplein, mereka berka ini adalah haknya Muslim. Juga, mereka menghina kami dengan pukulan. Dalam tenda kami, dua dari teman saya telah menerima ancaman mati. Beberapa orang Muslim menghancurkan rantai bersalib dari lehernya. Tidak satu pun dari kami mengenakan rantai salib lagi,” seorang saksi berkata.

Laporang lainnya bukan berasal dari Open Doors, mengatakan bahwa Oktober 2015, seorang pengungsi yang baru saja pindah ke iman Kristen di sebuah kamp di Hamburg Eidelstedt telah dipukuli hampir mati oleh para pengungsi Muslim, sebelum dia diselamatkan oleh imigran lainnya.

Polisi dan pemerintah Jerman dituduh ”menyembunyikan masalah yang ada.”

pengungsi-timur-tengah-bikin-selfie-dengan-konselor-jerman-angela-markel

Pengungsi berselfie dengan Konselor Jerman Angelo Markel

”Meskipun laporan-laporan tentang problem ini meningkat di media, yayasan-yayasan sosial, organisasi-organisasi Hak Asasi Manusia (HAM) , para pemimpin Gereja dan organisasi-organisasi Kristen, tetapi para penguasa Jerman dan para politikus sangatlah jarang melakukan sebuah penyelidikan,” Open Doors berkata

”Sebagai ganti, kami percaya bahwa kecelakaan-kecelakaan sengaja dimainkan dan bahkan disembunyikan. Selama diskusi-diskusi yang tertutup dengan para peneliti dari Open Doors, itu menjadi jelas bahwa bahkan di kantor-kantor polisi, serangan-serangan yang bermotif keagamaan atas para pengungsi Kristen tidak didokumentasikan sebagai mana adanya,” laporan menambahkan.

Open Doors Jerman dalam laporannya berbahasa Inggris, ”Kurangnya Perlindungan Bagi Minoritas-minoritas Agama di Jerman” juga menyertakan hal serupa yang terjadi di negara-negara Eropa lainnya: Autria, Swiss, Perancis, Britania Raya, Swedia, Belanda, Itali, Spanyol dan Yunani. Contoh di Perancis dua pemuda pengungsi Kristen asal Iran mengalami patah hidung dan rekannya ditusuk pisau. ”Mereka menyerang kami dan memanggil kami ’kafir’ dan jorok. Seorang lainnya digorok lehernya hingga mati karena keluar dari Islam.

Kelompok-kelompok Kristen percaya serangan-serangan atas orang Kristen lebih menyebar daripada laporan yang ditulis. ”Itu haruslah ada diasumsikan bahwa adanya sebuah jumlah yang besar dari kejadian-kejadian yang tidak dilaporkan,” mereka menyimpulkan

Permohonan dari para pengungsi Kristen berkaitan untuk meningkatkan keamanan, dari 10 pilihan yang ditawarkan pada lembaran wawancara tersebut adalah ”Akomodasi yang terpisah (424)” dan terendah ialah ”Memakai kamera-kamera pengawas” (7)

Laporan tertulis Open Doors bersumber dari berbagai sumber:

  • Open Doors Germany,
  • AVC (Action on Behalf of Persecuted Christians and the Needy),
  • IGFM (International Society for Human Rights),
  • Aid to the Church in Need, and ZOCD (Central Council of Oriental Christians in Germany).

Pokok-pokok Doa:

  • Berdoalah bagi para pengungsi Kristen agar iman mereka tetap teguh
  • Berdoalah agar Bapa Sorgawi mengutus para malaikat-Nya dan hamba-hamba-Nya di Jerman untuk membuka jalan bagi permasalahan mereka.
  • Doakan juga para pemimpin Jerman untuk berlaku adil mematuhi HAM
  • Doakan juga para pengungsi Muslim untuk bisa memiliki pertemuan pribadi dengan Yeshua-

Sumber:

 “Terlahir untuk memuliakan Adonai Yeshua Messiah dan menjadi berkat bagi bangsa-bangsa” – Joseph Hendry

Advertisements