Tags

, , , , ,

bait-elohim-ke-tiga-contoh-model

Bait Elohim ke-Tiga, contoh model

Tanggal 8 November 2016, Selasa malam waktu AS, Donald Trump telah terpilih sebagai presiden Amerika Serikat ke-45.  Bagaimana bangsa Israel, khususnya penganut aliran Orthodox Yudaisme, melihat kesempatan ini? Saya melihat adanya kemungkinan besar untuk bangsa Israel membangun Bait Elohim ke-Tiga pada masa pemerintahan presiden AS Donald Trump, sebagimana raja Persia Koresh dipakai Elohim YAHWEH untuk memulihkan kota Yerusalem dan membangun kembali Bait Elohim.

Sebelum kita melihat potensi kekuasaan dan kehendak Donald Trump untuk pemulihan kerohanian bangsa dan negara Israel, kita akan lihat nubuatan Alkitab tentang hadirnya kembali Bait Elohim sebelum Messiah datang ke bumi; bagi orang Orthodox Yudaisme itu akanlah ada sebagai kedatangan Messiah yang pertama, bagi pengikut Yeshua Messiah, hal ini merupakan kedatangan Yeshua yang kedua kalinya.

I. Nubuatan Alkitab Bait Elohim Ke-Tiga / III akan ada sebelum pemimpin Pemerintahan Satu Dunia (One World Goverment) aka Anti-Kristus (Alkitab menyebutnya) ditumbangkan

Setiap kejadian besar di dunia dan khususnya hal-hal yang melibatkan umat-Nya (Israel dan Gereja-Nya) telah dinubuatkan oleh para nabi dan rasul Elohim, tertulis di dalam Alkitab.

Runtuhnya Bait Elohim Ke-Dua (2) dan hancurnya kota Yerusalem di tahun 70 AD telah dinubuatakan Adonai Yeshua Messiah dengan spesifik, ”Namun YESUS berkata kepada mereka, ”Tidakkah kamu melihat semuanya ini? Sesungguhnya Aku berkata kepadamu: Sekali-kali di sini tidak akan dibiarkan batu di atas batu, yang sama sekali tidak akan diruntuhkan.” (Matius 24:2). Lihat Daniel 9:24-27 dan Matius 23:33-39, perhatikan kata ”akan ditanggung angkatan ini” (36). Musibah besar ini terjadi hanya sekitar 42 tahun setelah Messiah Yeshua tersalib dan bangkit hidup kembali.

Tentang hadirnya Bait Elohim ke-Tiga, Yeshua bernubuat: ”Oleh karena itu, bilamana kamu melihat pembinasa keji (the abomination of desolation) – yang dibicarakan oleh Nabi Daneil – tengah berdiri di tempat yang kudus – siapa yang membaca biarlah dia memahaminya – maka biarlah mereka yang berada di Yudea melarihan diri ke pengungan.” (Mat 24:15-16), merefer ke kitab Daniel 9:27

Jelas ayat di atas ini berbicara tentang Bait Elohim ke-Tiga yang segera akan dibangun, hal ini pasti benar sebab pernyataan ini adalah jawaban dari pertanyaan di ayat 3: ”Katakanlah kepada kami,   .. apa tanda kedatangan-Mu dan akhr zaman ini?”

Kehadiran Pembinasa Keji ini berkaitan langsung dengan nubuatan pemberitaan Injil: ”Injil Kerajaan (Elohim) ini akan dibertakan keseluruh dunia sebagai kesakian bagi semua bangsa,” dan ”kemudian akan datang kesudahannya,” yaitu berakhirnya penderitaan umat-Nya di bumi ini. (Mat 24:14)

Untuk perlu Anda ketahui, semua peralatan untuk ibadah telah dibuat, bahan tersedia, terlebih penting adalah para imam dan petugas altar telah dilatih. Dari sumber yang bertanggung jawab, mereka katakan hanya perlu tiga tahun untuk membuat Bait tersebut.

 Artikel bagus untuk dibaca / dilihat:

II. Presiden Donal Trump berperan sebagai Raja Persia Kuno Koresh / Cyrus

Orang Yahudi sekuler memilih Hillary Clinton menjadi presiden, namun mayoritas memilih Donald Trump. Mayoritas Kristen Amerika pun memilih Donald Trump.

Donald Trump adalah usahawan, bukan berasal dari dunia politik dan bukan juga seorang rohaniwan apalagi pemimpin rohani. Demikian juga dengan raja Koresh dari Persia (Iran saat ini), namun YAHWEH menyebut Koresh sebagai orang yang diurapi-Nya: “Demikianlah YAHWEH berfirman kepada yang diurapi-Nya, ‘Kepada Koresh yang tangan kanannya Aku pegang” (Yesaya 45:1).

Nubuatan Yesaya ini hampir 200 tahun sebelum Koresh mengalakan putra dari Nebukadnezar, raja Babilonia. Eric Lyons menulis:Not only did Isaiah predict that Cyrus would overthrow Babylon, but he also wrote that Cyrus, serving as Jehovah’s “anointed” and “shepherd,” would release the Jews from captivity and assist them in their return to Jerusalem for the purpose of rebuilding the temple. All of this was written almost 200 years before Cyrus conquered Babylon (539 B.C.). Amazing!”

donald-trump-dapat-penghargaan-jewish-100-gala-juli-2016

Trump – Jewish 100 Gala, Juli 2016

Sedikit fakta tentang Donald Trump:

Secara umum, Donald Trump lebih tiggi dalam menghargai nila-nilai keagamaan dibanding lawan kandidatnya, Hillary Clinton. Ia tidak berani mencampuri masalah Kristianity, ia menyerahkan masalah ini kepada orang yang tepat: para hamba Tuhan.

Putrinya, Ivanka Trump, penganut Yudaisme Ortohodox Modern sejak 2009, dan memberarkan anak-anaknya dalam iman yang sama. Bapanya mendukung iman putrinya, dan putrinya pun terlibat aktiv di dalam kampanye untuk kursi kepresidenan ayahnya.

Trump pada kampanyenya menjanjikan suatu hal yang semua orang Israel sukai: Memindahkan Kedutaan AS di Tel Aviv ke ibukota Israel, Yerusalem. Tidak ada satu negara Barat pun yang berani menjadikan kota Yerusalem sebagai pusat kedutaan mereka.

Pada Debat Trump vs Clinton ke-tiga, bicara tentang memecah dua kota Yerusalem (untuk Israel dan Palestina), Donald Trump menyatakan dengan tegas bahwa ia tidak setuju dengan ide tersebut.

Belum 24 jam Trump dinyatakan terpilih sebagai presiden AS, Rabu pagi ia telah menelpon PM Israel, Benjamin Netanyahu untuk mengundang Netanyahu berkunjung ke Gedung Putih ”pada kesempatan pertama;” sementara para petinggi dunia sibuk menelpon Trump untuk memberi selamat. Trump invites Netanyahu to White House in phone call

Pew Research Center pada surveynya menyatakan 8 dari 10 orang kulit putih Kristen lahir baru Amerika akanlah memberi suara kepada Donald Trump, dan hanya 16% untuk Clinton. ”Kristen lahir baru” adalah sebutan untuk orang Kristen yang percaya dan mengikuti ajaran Alkitab.

Sementara saya menyiapkan artikel ini (Selasa malam waktu AS, Rabu pagi hari waktu Eropa), Jumat paginya sebuah media Israel menerbitan artikel Sanheidrin meminta Presiden Donald Trump dan Presiden Vladimir Putin membangun Bait Elohim bagi mereka!

Rabbi Hillel Weiss, Juru bicara dari Nascent Sanhedrin, menghubungi Breaking Israel News: ”Pengadilan Yahudi  mengirim surat tawaran kepada keduanya kesempatan untuk bertindak sebagai figur-figur Koresh saat ini: raja-raja bukan-Yahudi yang mengenali pentingnya Israel dan Bait Elohim (the Temple),” BIN menulis. Sanhedrin adalah pengadilan Yahudi yang terdiri dari 70 pemimpin. Dewan yang sama yang telah menghakimi Yeshua Messiah karena klaim-Nya sebagai Putra Elohim. (Garis bawah ditambahkan)

Surat tersebut mungkin mengutip ayat ini:

“Beginilah Koresh, raja Persia: YAHWEH, Elohim di surga, telah mengarunaikan kepadaku semua kerajaan di bumi. Dan Dia telah menunjuk aku untuk mendirikan bait bagi-Nya di Yerusalem, yang terletak di Yehuda.”Ezra 1:2

Bagaimana Koresh, yang bukan Yahudi dan bukan “Yudaisme” atau “Kristen” (jika Anda suka) bisa tahu panggilan YAHWEH yang besar ini? Saya yakin dia diberitahu oleh Nabi Daniel, yang betugas sebagai orang kedua di kerajaan tersebut. Daniel bukan saja tahu isi kitab Yesaya dan kitab-kitab suci sebelum jamannya, namun ia tahu persis perpindahan kekuasaan dari Kerajaan Babilonia ke Kerajaan Media & Persia, lihat kitab Daniel 5:25-31; 6:28.

“Kami siap untuk membangun Bait Elohim. Kondisi-kondisi politik saat ini, dimana kedua pemimpin nasional yang sangat penting di dunia mendukung hak orang Yahudi atas Yerusalem sebagai warisan rohani, adalah belum pernah terjadi secara sejarah.” rabbi Weiss berkata kepada BIN. BIN EXCLUSIVE: Sanhedrin Asks Putin and Trump to Build Third Temple in Jerusalem

Presiden Vladimir Putin juga melihat pentingnya Bait Elohim bangsa Israel saat ia berkunjung ke Yerusalem  di tahun 2012.  “Itulah alasan tepatnya saya telah datang ke sini – untuk berdoa bagi Bait Elohim untuk ada dibangun lagi,” Putin berkata saat kunjungan tersebut.

Ketika saya berkunjung ke Israel, pada sebuah diskusi dengan para hamba Tuhan lainnya tentang perlu tidaknya orang Kristen dan orang Yahudi Percaya Yeshua (Messianic Jews) membangun kembali Bait Elohim. Seorang rabbi dari kelompok Yahudi Percaya Yeshua menyatakan bahwa “Bait itu tidak penting buat kita, sebab kita adalah Bait Elohim yang hidup (ia merefer ke Matius 16:18 dan 1 Korintus 6:19), namun itu perlu dibangun untuk menggenapi  nubuatan Alkitab.”

Waktu akan memperlihatkan kapan Bait Elohim ini akan dibangun. Ketika itu berdiri, Anda mengerti apa yang akan segera terjadi, bukan? Saya harap Anda mengerti apa yang saya maksud.

Ya, kita hidup pada masa yang sangat menarik sekali, … inilah akhir dari akhir jaman ini! Shabbat Shalom dan Baruch Adonai dan Maranatha (Baruch Hashem Adonai)!! (put your speaker on!)

“Terlahir untuk memuliakan Adonai Yeshua Messiah dan menjadi berkat bagi bangsa-bangsa” – Joseph Hendry

Advertisements