Tags

, , , , , , , , , ,

presiden-as-terpilih-donald-trump-dan-stephen-bannon

Presiden terpilih AS Donald Trump & Steven Bannon

Bukanlah suatu kejutan atau hal yang baru bagi para “media watcher” bahwa pemilik media raksasa internasional sering kali memberikan berita yang menyesatkan, membesarkan kesalahan kecil pihak yang mereka tidak setuju sementara menutup mata banyak kesalahan yang jauh lebih besar yang  kelompoknya sendiri perbuat atau miliki. Sederhana, sebab orang Sekuler tidak memiliki standard moral yang pasti.

Itulah yang telah terjadi selama kampanye calon presiden Amerika Serikat (AS); raksasa Media AS terang-terangan menyerang Donald Trump selama masa pemilu dengan berbagai tuduhan dan tutup mulut atas kesalahan rekan mereka dari Partai Demokrat. Mereka memanggil Trump sebagai “pemangsa wanita” hanya karena perkataannya, sementara daftar perbuatan mesum yang dilakukan Clinton suami-isteri sama sekali tidak disinggung. Ajaib bahwa serangan media ini telah dinubuatkan 5 tahun sebelumnya oleh seorang pensiunan Pemadam Kebakaran, Mark Taylor.

Namun fitnah yang sangat mengejutkan, setidaknya bagi saya, yang menimpa kubu Donald Trump datang dari pimpinan utama organisasi Israel bernama Liga Anti-Pencemaran Nama Baik/LAP (Anti-Defamation League/ADL). LAP adalah tergolong pasukan garis depan Israel dalam membela keberadaan dan hak negara Israel memerangi serangan bangsa Arab dan dunia sekuler Eropa.

Greenblatt, “We have seen white supremacists under the guise of the so-called alt-right utilize platforms like Twitter to intimidate and terrorize minorities, and in particular Jewish journalists.” Dan melanjutkan: “They were targeted because they had written things during the campaign that had offended the alt-right. The pattern of abuse is staggering.” Dikutip dari the Guardian.com:  Jonathan Greenblatt: ‘This proud Jew would register as a Muslim’ in database

Tidak cukup di situ, Greenblatt juga menyerang Bannon, segera setelah presiden AS terpilih Donald Trump, seorang yang pro-Israel tanpa malu dan sangat terang-terangan, memilih Steven K. Bannon menjabat posisi Pemimpin Stategi dan Conselor Senior untuk Gedung Putih. Jonathan Greenblat, Direktur National dan CEO LAP/ ADL, menuduh Bannon sebagai  orang yang anti-Semit dan radikal kanan orang kulit putih, dikenal di AS sebagai “the Alternative Right” atau “Alt-Right” (Alternatif Kanan).

Anti-Defamation League Annual National Commission Meeting

Jonathan Greenblatt CEO ADL

Greenblat menuduh Bannon sebagai tokoh pada “situs utama dari Alt-Kanan, sebuah rajutan-longgar kelompok para nasionalis putih dan anti-Semit dan rasis yang tidak malu-malu.” Bannon sebelum dipilih oleh Trump adalah CEO dari situs terkenal Breitbart News.

Fitnah ini bukan saja membuat pihak Breitbart News marah, lebih dari itu banyak orang Yahudi yang terkenal dalam media mencela tuduhan Greenblatt itu sebagai keterlaluan dan perlu dituntut di pengadilan.

Breitbart News, menangkis fitnah Greenblatt, “LAP, yang menyebut dirinya sendiri ‘tokoh utama hak-hak asasi sipil bangsa / badan hubungan-hubungan kemanusiaan’ telah melancurkan sebuah kampanye pencemaran nama baik pada hari Senin menentang Breitbart News dan Bannon, Pemimpin Eksekutif perusahaan, ketika Bannon dinamai Pemimpin Strategi dan Penasehat Senior oleh Presiden terpilih Donald J. Trump.” Joel B. Pollak megomentari fitnah LAP. Pollak adalah Senior Editor-at-Large pada Breitbart News

”Breitbart bukanlah sebuah penerbitan alt-kanan, dan isi berita harian situsnya menyatakan jati dirinya sendiri. Lebih lanjut, tidak ada ’para nasionalist (kulit) putih dan anti-Semit dan rasis yang tidak malu-malu’ yang bekerja pada atau diterbitkan oleh Breitbart.” Pollak melanjutkan.

Dennis Prager, seorang Yahudi pemilik radio talk show yang sangat dihormati, dengan tajam mengeritik fitnahan atas Bannon. “Memanggil Steven Bannon anti-Semit adalah  sebuah pemburuan nenek sihir … Itu hanyalah sebuah fitnah, itu dibuat-buat, semua hal adalah dibuat-buat.” Situnya:  http://www.dennisprager.com/

Prager telah mengingatkan para pendengarnya bahwa anti-Trump memakai trik tuduhan yang sama saat pemilu 1980 bahwa “Jika Ronald Reagan (partai Republik) dipilih jadi presiden, maka KKK akanlah ada di Gedung Putih.” Sejarah Amerika menyatakan bahwa kelompok radikal “white supremacy” Ku Klux Klan ini dilahirkan oleh partai Demokrasi untuk menentang partai Republik yang ingin menghapus perbudakan orang Negro (Kulit Hitam) di AS.

David Horowitz, seorang konservatif dan penulis Yahudi. “Itu adalah pengejaran nenek sisir terburuk dalam sejarah Amerika. … Mengambil seorang pembela Israel pro-Yahudi  seperti Steve Bannon, dan – tanpa bukti – memanggil dia seorang anti-Semit adalah sukar bahkan untuk dipahami,” David berkata ketika diwawancari Prager hari Rabu.”

“Hillary dan Obama tidak hanya memperkuat Iran – mereka telah mendukung Muslim Persaudaraan (the Muslim Brotherhood) merebut Mesir,” David menambahkan.  David Horowitz, penulis dari  The Black Book of the American Left.

Sebaliknya, David berkata: “Apa Steve Bannon, orang yang adalah pemimpin trategi Trump, lakukan? Mereka menjangkau Trump untuk menelpon [Perdana Menteri Israel Benjamin] Netanyahu dan menyebut Israel ‘mercusuar harapan (beacon/lighthouse of hope)’” (Catatan: kalimat dalam kurung siku berasal dari sumber aslinya; JH)

“Ini adalah presiden terbaik orang-orang Yahudi dapat untuk harapkan!” Horowitz menyimpulkan. Prager setuju dengan Horowitz bahwa tuduhan-tuduhan menentang Bannon adalah tidak beralasan – dan  lebih buruk.

Baca:

Ini mungkin alasannya mengapa Greenblatt membela Clinton dan partai Demokrat AS secara “tidak beralasan dan lebih buruk:

Kutipan di atas berasal dari wikipedia, lengkapnya lihat di sini: Jonathan Greenblatt

Aaron Klein, orang Yahudi terkenal lainnya di dunia media. Klein menangkis tuduhan Presiden utama LAP/AID ini dengan cerita pribadinya bagaimana Bannon merekrut dirinya. Klein berkata kepada CBN News melalui telphon bahwa Bannon merekruit dirinya untuk menjabat posisi Jerusalem Bureau Chief for Breitbart News untuk tujuan khusus: “memancarkan terang ketepatan pada Timur Tengah dan khususnya pada Israel dan konflik Israel-Palestina sebab media surat kabar telah mendistorsi cerita-cerita berita begitu banyak dan memutar mereka menentang negara Israel.” Situs Aaron: http://kleinonline.wnd.com/

Aaron Klein adalah penulis dari buku-buku yang panas, seperti:

Sekarang, biarkan saya mengutip tokoh politik Yahudi lainnya, Anda mungkin sudah mengenal nama ini: Pamela Geller, Presiden dari the American Freedom Defense Initiative (AFDI).

“Sebagaimana the enemedia (enemy media; JH) membombardir kita dengan klaim-klaim bahwa Bannon adalah seorang white supremacist dan anti-Semite, saya, sebagai orang Yahudi dan Zionist yang bangga, telah terhormat untuk membela Steve Bannon,” Pamela Geller menulis di Breitbart News: Pamela Geller: As a Jew, I Stand with Steve Bannon.

Tulisan ini ia copy di situsnya sendiri dengan kalimat HURUF BESAR pada artikel berjudul Pamela Geller, Breitbart News: As a Jew, I Stand with Steve Bannon. Di situsnya Pamela menulis: “The left is bankrupt, morally and literally. The Democrats are out of power — completely. The House, the Senate, the Oval — Republican.”

“LAP (the ADL) memiliki catatan penyerangan yang konsisten atas orang-orang Yahudi dan Zionist yang bangga. Lap telah menyerang Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu, Joan Rivers, dan bahkan (negara) Israel sendiri. Lap seharusnyalah dituntut untuk penipuan. Mereka mengumpulkan uang pada asumsi pernyataan bahwa mereka ‘memperjuangkan antisemitisme.’ Pada kebalikannya, mereka membakari dan bekerja sama dengan para pembenci-Yahudi  yang sangat jahat. Lap telah memberi penghargaan kepada Presiden Turki Recep Tayyip Erdogan, meskipun ia rekaman panjangnya atas pernyataan-pernyataan anti-Semitic,” Pamela menulis pada artikel yang sama di Breitbart News.

“Kabar baik adalah bahwa masyarakat tahu. Masyarakat tahu the enemedia dan apakah agenda mereka adalah. Itu tidaklah akan bekerja. Tidak akan lagi,” Pamela menutup tulisannya.

“Like all dictators, the Democrats believe in democracy only until they lose an election. And then they lose their minds. The hysteria of Trump Derangement Syndrome is the flip side of Obama worship. Both reject democracy and embrace power. They are the illiberal attitudes of a totalitarian movement at odds with America”–  Elizabeth Ruiz (17/11/2016), pada Daniel Greenfield: TRUMP DERANGEMENT SYNDROME

President LAP (ADL), mantan asisten administrasi Obama, jelas mengarahkan serangan utamanya kepada presiden terpilih Donald Trump, dan partainya (Republik) namun memakai Stephen K. Bannon, bekas CEO Breibart News sebagai sasaran empuknya. Trump ingin mengusir imigran gelap-yang ia daftarkan sebagai: penyelundup dan pemasar obat-obat terlarang, Muslim radikal. Serangan atas kubu Trump ini hampir serupa kejadian di Indonesia saat ini, sekelompok elit Indonesia menyerang pribadi Gubernur Jakarta Basuki dengan finahan “penistaan agama Islam” untuk menguncangkan Presiden Jokowi yang giat membasmi korupsi dan terorisme untuk membenahi admistrasi negara.

yeshua-di-bawa-oleh-sanhedrin-70-hakim-israel-kehadapan-gubernur-romawi-di-yerusalem

Yeshua dibawa oleh Sanhedrin ke gubernur Romawi untuk Yudea

Semua ini mengingatkan kita pada kejadian 2000 tahun lalu. Yeshua yang datang sebagai Messiah bagi bangsa-Nya sendiri, Israel, dan tidak bersalah sama sekali, Ia memulihkan banyak orang dari sakit, kerasukan setan dan menghidupkan orang mati dan mengajar hidup jujur dan takut akan YAHWEH. Namun apa yang terjadi? Ia sebaliknya difitnah di depan rakyat oleh tokoh-tokoh Israel yang mengaku sebagai pembela agama, pemimpin bangsa, dan pembela indentitas bangsa Israel dari pihak penjajah. Mereka tidak malu-malu menyerahkan Juruselamat Israel ini kepada Pemerintah Romawi yang mereka tahu adalah penjajah dan penyembah berhala. Kebangkitan Yeshua pada hari ketiga setelah hukuman salib-Nya adalah bukti Dia orang benar di mata Bapa-Nya.

Contoh lain bagaimana media raksasa dikontrol oleh pihak Liberal adalah peristiwa yang baru terjadi bulan ini, UNESCO, suatu badan organisasi PBB / UN menyatakan bahwa Gunung Bait Suci (Mount Temple) di Yerusalem dimana Bait Suci Salomo dan Herodes berada adalah warisan dan milik orang Islam semata. Klaim UNESCO ini memutar balik seluruh isi Alkitab, sejarah dan ribuan bukti arkiologi.

Namun sekali lagi, kebenaran bertahan dan tetap jaya! Kebenaran selalu memiliki pembela, sekalipun tidak banyak, tetapi selalu menang di pengadilan moral!!

Walter Veith, seorang professor Kristen berkata: ekstrim kiri / Left Wing dan ekstrim kanan / alt-righ adalah diciptakan oleh kelompok elit yang sama dengan tujuan mengontrol dunia. Baca perbedaan umum antara keduanya: Left-Right Politics. Video-video pengajaran Walter Veith tersedia di YouTube.com

Bagi Saudara dan Saudari yang mencari keadilan dan kebenaran, terlepas apapun agama dan sudut pandang Anda, saya berharap artikel ini telah bisa membawa pencerahan bagi Anda. Ambilah waktu saat ini juga untuk membaca Mazmur 118. Mintalah kepada Elohim agar Roh-Nya yang kudus memberi pengertian kepada Anda. YAHWEH memberkati dan melindungi kita semua! Amin.

Sumber:

“Terlahir untuk memuliakan Adonai Yeshua Messiah dan menjadi berkat bagi bangsa-bangsa” – Joseph Hendry

Advertisements