Tags

, , , , , ,

“… sebab orang-orang yang seperti itulah yang empunya Kerajaan Elohim.”  (Markus 10:14) – percaya dan taat pada Firman-Nya tanpa banyak argumentasi

I. DEFINISI

etiquette-code-kode-etikKerajaan Elohim. Matius menulisnya ”Kerajaan Surga” adalah sebuah pemerintahan kenegaraan yang penguasa utamanya adalah Elohim YAHWEH. Kerajaan Elohim ini sampai saat ini belumlah nyata secara literal, namun telah dan terus bekerja dan beroperasi dalam alam roh (doa dan permohonan yang terjawab dalam tanda-tanda ajaib dan mujizat). Kerajaan ini kelak akan menjadi nyata (literal) seperti nyatanya kerajaan-kerjaan Babilonia, Persia, Yunani dan Romawi kuno dan modern (Europian Union) seperti Firman YAHWEH katakan pada kitab Daniel 2:31-45. Adonai Yeshua juga banyak kali berbicara tentang ini di kitab-kitab Injil dan kitab Wahyu. Lihat Matius 19:28-29; Lukas 22:29-30; Wahyu 21: 1-7.

Umat Elohim. Umat Elohim didefinisikan oleh Alkitab sebagai suatu bangsa atau kumpulan orang yang terikat di dalam perjanjian bilateral dengan Elohim YAHWEH. Dua tahapan menjadi Umat Elohim; 1. Elohim memilih. Dialah sendiri Pihak Pertama dari dari perjanjian tersebut, sebab Firman-Nya menyatakan, ”Akulah yang memilih kamu, bukan kamu yang memilih Aku.” Pemilihan pertama jatuh kepada Abraham (Kejadian 12:1-3 & 18:19) dan di jaman Yeshua, Elohim memilih orang-orang dari setiap bangsa melalui undangan yang datang melalui Roh-Nya yang kudus. 2. Manusia menyetujui. Setiap mereka yang menerima undangan-Nya ia terikat di dalam perjanjian bilateral tersebut. (Yohanes 15:16). Perjanjian bilateral ini menuntut Pihak Kedua (manusia) berpegang teguh kepada dua hal: Kode Kerohanian (beribadah hanya kepada Dia saja) dan Kode Etik (kehidupan yang kudus sesuai perintah dan ketetapan Dia). Di sini kita hanya membahas Kode Etik.

Kode Etik. Kode Etik adalah sejumlah aturan perbuatan atau peraturan yang diminta oleh pihak penguasa kepada setiap orang yang berada di bawah otoristasnya maupun yang ingin berurusan dengan penguasa. Kata ”Etik” berasal dari bahasa Perancis ” étiquetteyang diartikan sebagai “perilaku atau prosedur diperlukan / diminta / diperintahkan (required) berkelakuan baik sebagaimana telah ditetapkan oleh otoritas untuk diamati dalam kehidupan sosial atau resmi (Kamus Merriam-Webster), kamus menambahkan, “kata yang sama ini juga diartikan sebagai ‘tiket’ atau ‘label’ yang ditempelkan pada sesuatu untuk indentifikasi” yang pada pertengahan abad 18 AD, orang Inggris mengadopsinya sebagai ”tingkah laku yang sopan.”

“Associate yourself with men of good quality if you esteem your own reputation; for it is better to be alone than in bad company” – George Washington’s 56th Rules of Civility[1]

II. KODE ETIK UMAT ELOHIM ATAU KODE ETIK KERAJAAN SURGA

”Dan YAHWEH telah menyatakan kepadamu hari ini bahwa engkau adalah umat-Nya, suatu harta yang istimewa, seperti yang telah Dia katakan kepadamu, dan engkau pun akan memelihara semua perintah-Nya. (Ulangan 26:18)

Alkitab King James Versions.jpgSetiap orang boleh saja mengklaim sebagai umat-Nya, namun dua persyaratan di atas haruslah terpenuhi, yakni orang tersebut hanyalah menyembah Elohim YAHWEH dan memelihara kode etik kerajaan-Nya.

Kode etik dalam sebuah masyarakat adalah bersifat ”dianjurkan,” namun dalam kerajaan seperti di Perancis dan negara-negara Eropa ratusan tahun yang lalu kode etik bersifat ”tuntutan” atau ”perintah” bagi siapa pun yang berurusan dengan raja atau ratu. Elohim YAHWEH adalah ”Raja segala raja-raja,” (the King of kings), itulah titel-Nya. Almarhum Dr. Pendeta Myles Munroe dari Kepulauan Bahama menjelaskan perbedaan prinsip-prinsip Kerajaan Elohim dengan Kepresidenan dengan baik sekali.

Untuk mengerti Kode Etik Elohim, kita harus melihat kepada Firman-Nya: Alkitab, tanpa ditambahi bumbu-bumbu doktrin keagamaan dan tradisi serta budaya manusia.

Kode etik Elohim yang pertama kali turun itu tertulis oleh jari-jari-Nya sendiri pada sebuah batu loh, tertulis pada Keluaran 20:12-17

  • Hormatilah ayahmu dan ibumu supaya lanjut umurmu di negeri yang YAHWEH, Elohimmu, berikan kepadamu
  • Jangan membunuh
  • Jangan berzinah
  • Jangan mencuri
  • Jangan mengucapkan kesaksian dusta terhadapat sesamamu
  • Jangan mengingini rumah sesamamu, jangan mengingini istri sesamamu, dan budaknya, dan keledainya, dan apapun yang menjadi milik sesamamu.

“When you speak of God or His attributes, let it be seriously and with reverence. Honor and obey your natural parents although they be poor” – George Washington’s 108th Rules of Civility

Elohim YAHWEH berbicara kepada nabi Musa selama periode 40 tahun, di akhir hidupnya Musa dan para imam Lewi berseru kepada seluruh orang Israel pada pertemuan besar: handbook-of-christian-etiquett-by-mrs-w-b-riley

”Diamlah dan dengarlah, hai Israel: Pada hari ini enkau telah menjadi umat YAHWEH, Elohimmu. Oleh sebab itu engkau harus mentaati suara YAHWEH, Elohimmu, melakukan perintah-perintah-Nya dan ketetapan-ketetapan-Nya yang aku perintahkan kepadamu pada hari ini.” (Ulangan 27:9-10). Berikut inilah 12 kode etik Elohim yang nabi Musa dapat, dan seluruh umat-Nya meng-AMINkan-nya (Ul 27:15-26):

  • Terkutuklah orang yang membuat patung pahatan dan patung tuangan, suatu kekejian bagi YAHWEH, buatan tangan seorang perajin, dan mendirikannya di tempat yang tersembunyi! Dan seluruh umat menjawab dan berkata: Amin!
  • Terkutuklah orang yang tidak menghormati ayah atau ibunya. Dan seluruh umat berkata: Amin!
  • Terkutuklah orang yang memindahkan batas tanah sesamanya! Dan seluruh umat berkata: Amin!
  • Terkutuklah orang yang membawa orang buta menyimpang dari jalan yang benar! Dan seluruh umat berkata: Amin!
  • Terkutuklah orang yang menghalangi hak orang asing, anak yatim, dan janda! Dan seluruh umat berkata: Amin!
  • Terkutuklah orang yang meniduri istri ayahnya, karena dia telah menyingkapkan punca kain ayahnya! Dan seluruh umat berkata: Amin!
  • Terkutuklah orang yang berbaring dengan binatang apa pun! Dan seluruh umat berkata: Amin!
  • Terkutuklah orang yang meniduri saudara perempuannya, anak ayahnya atau anak ibunya! Dan seluruh umat berkata: Amin!
  • Terkutuklah orang yang meniduri mertua perempuannya! Dan seluruh umat berkata: Amin!
  • Terkutuklah orang yang membunuh sesamanya di tempat yang tersembunyi! Dan seluruh umat berkata: Amin!
  • Terkutuklah orang yang menerima suap untuk membunuh seseorang untuk mencurahkan darah orang yang tidak bersalah! Dan seluruh umat itu berkata: Amin!
  • Terkutuklah orang yang tidak menaati perkataan Torat ini dengan melakukannya! Dan seluruh umat itu berkata: Amin!”

“Put not off your cloths in the presence of others, nor go out your chamber half dressed” – George Washington’s 7th Rules of Civility

kode-etik-kristen-amerika-di-meja-makan-saat-thanksgiving

Kode etik Kristen Amerika; karikatur

Adonai Yeshua menyebut dan menyimpulkan kode etik Elohim YAHWEH ini dengan kalimat, ”Dan yang kedua, yang sama dengan itu: KASIHILAH SESAMAMU SEPERTI DIRIMU SENDIRI. Tidak ada perintah lain yang lebih besar daripada itu” (Markus 12:31). Ini adalah intisari dari kitab Immamat 19:9-18 yang bersumber dari 10 Hukum di Batu Loh Kedua (Kitab Keluaran 20:12-17, lihat di atas)  

Pada Kotbah di Bukit, kotbah panjang Yeshua tentang ”bagaimana orang-orang Kerajaan Surga seharusnya hidup,” Ia memberi standard moral:

”Sebab, Aku berkata kepadamu bahwa jika kebenaranmu (your righteousness) tidak melimpah lebih banyak daripada ahli kitab (suci) dan orang-orang Farisi, kamu sekali-kali tidak dapat masuk ke dalam Kerajaan Surga (Matius 5:20)

Di halaman Bait Elohim, di depan banyak orang pada minggu terakhir hidup-Nya, sebelum Ia tersalib, Yeshua mengutuki  – dengan delapan kutukan – orang-orang beragama ini yang secara daging adalah keturunan Abraham, sebab mereka tidak melakukan kode etik Bapa-Nya sebagaimana tertulis di dalam kitab Torah mereka. Ada sekitar 400 tahun sejak nabi Maleakhi meninggal dunia, Elohim tidak lagi berbicara kepada umat-Nya Israel, kehidupan rohani mereka berpusat pada ajaran Talmut, yakni kitab-kitab interpretasi Kitab Suci yang ditambahkan tradisi manusia, ditulis oleh para ahli kitab suci.

Isi kotbah Yeshua di bukit menunjukkan perbedaan ajaran Firman Elohim yang berdasarkan Torah dengan ajaran pemimpin agama Israel yang berdasarkan Talmut. Yeshua berbicara bukan sejauh otak (doktrin), lebih lagi hati nurani. Ketika mereka bicara kebenaran berdasar perbuatan, Yeshua bicara berdamai dengan sesama sebelum beribadah. Mereka menekankan pentingnya mentaati liturgi dan aturan keagamaan, Yeshua bicara lebih dalam: hati yang suci. Dan ketika mereka bicara masalah hak dan superiority sebagai umat pilihan, Yeshua mengajar penyerahan hak dan kasihilah musuhmu dan berdoalah bagi yang menganiaya kamu.

Itulah semua yang Yeshua maksudkan dengan “jika kebenaranmu (your righteousness) tidak melimpah lebih banyak daripada ahli kitab (suci) dan orang-orang Farisi, kamu sekali-kali tidak dapat masuk ke dalam Kerajaan Surga.”

 “Let your recreations be manful not sinful” – George Washington’s 109th Rules of Civility

Setelah banyak rasul terbunuh, Yeshua berbicara kepada rasul Yohanes di pulau pembuangannya, untuk mengingatkan umat Elohim berpegang teguh pada kode etik Kerajaan Elohim, upah menanti:

“Dan lihatlah, Aku datang segera! Dan upah-Ku ada bersama-Ku untuk membalaskan kepada setiap orang sesuai dengan pekerjaannya. Akulah Alfa dan Omega, Permulaan dan Penghabisan, yang Pertama dan yang Terakhir. Berbahagialah mereka yang melakukan perintah-perintah-Nya, sehingga otoritas mereka akan ada atas pohon kehidupan, dan mereka boleh masuk ke dalam kota itu melalui pintu gerbang. Namun anjing-anjing ada di luar, juga para penyihir dan para pezina dan para pembunuh dan para penyembah berhala dan setiap orang yang mencintai serta berbuat dusta.” (Wahyu 22:12-15)

 Artikel yang berkaitan:

Fotenote: [1] George Washington (1731-1799) orang Kristen dan Presiden pertama Amerika Serikat. “Rules of Civility and Decent Behaviour in company and conversation berisi 110 aturan bermasyarakat merupakan salah satu karya tulis beliau pertama, itu ditulis saat ia berusia 13 tahun.

“Terlahir untuk memuliakan Adonai Yeshua Messiah dan menjadi berkat bagi bangsa-bangsa” – Joseph Hendry

Advertisements