Tags

, , , , ,

US-POLITICS-TRUMP-INAUGURATION-SWEARING IN

Donald J. Trump Sumpah Presiden 20/1/2017

Ini adalah naskah lengkap pidato Presiden Amerika Serikat Donald John Trump[1] dalam bahasa Indonesia di hari peneguhan kepresidenannya di Washington DC, AS.  Amerika Serikat adalah sebuah negara super power di dunia yang aktif mempengaruhi dunia – memberi dampak positif dan juga negatif, tergantung siapa pemimpin negaranya – karenanya, ada baiknya kita mengetahui kebijakan Pemerintah AS yang sedang berkuasa.

Saya menonton secara langsung melalui TV seluruh jalannya upacara Peneguhan tersebut. Itu sungguh luar biasa khususnya isi doa-doa dan pembacaan ayat-ayat Alkitab dari 6 pendeta kehormatan, – dalam sejarah AS, biasanya hanya satu atau dua pendeta. Isi pidato Presiden Trump pun luar biasa; penghiburan besar bagi rakyat Amerika yang ingin “sukses dan kembali kepada tradisi AS” pada satu sisi, pada sisi lainnya ancaman besar bagi rakyat yang mulai terbiasa dalam budaya “kebebasan tanpa batas” dan bagi para pemimpin dunia yang dikenal sebagai New World Order.”

Saya bukan orang Amerika dan juga tidak hidup di Amerika, jadi dalam hal ini saya netral. Karya terjemahan saya ini hanyalah untuk menunjukkan dan mengingatkan kepada setiap pembaca bahwa kita sedang hidup – yang Alkitab gambarkan sebagai – di ujung akhir dari masa “Akhir Jaman,” untuk segera berpindah ke masa “Kerajaan 1000 Tahun Damai” seperti telah dinubuatkan Yeshua Messiah kepada Rasul Yohanes di Kitab Wahyu. Catatatan dari saya: kalimat dalam [(kurung)] dan catatan kaki dari saya, penterjemah. Elohim memberkati kita semua, Salam sejahtera, Joseph Hendry, penterjemah; jhnoteblog.wordpress.com

[PEMBUKAAN]

“Ketua Mahkamah Roberts, Presiden Carter, Presiden Clinton, Presiden Bush, Presiden Obama, rekan-rekan sesama Amerika dan masyarakat  Dunia, terima kasih.

Kita, para warga Amerika, saat ini bergabung dalam upaya nasional besar untuk membangun kembali negeri kita dan memulihkan janjinya untuk semua bangsa kita. Bersama-sama kita akan menentukan jalannya Amerika dan dunia untuk banyak, banyak tahun yang akan datang. Kita akan menghadapi tantangan-tantangan. Kita akan menghadapi kesulitan-kesulitan, tetapi kita akan dapat menyelesaikan pekerjaan tersebut.

Setiap empat tahun kita berkumpul pada tahap-tahap ini untuk melaksanakan perpindahan kuasa dengan tertib dan damai, dan kami berterima kasih kepada Presiden Obama dan ibu negara Michelle Obama atas bantuan ramah mereka melalui transisi ini. Mereka telah sangat bagus. Terima kasih.

[MASALAH DALAM NEGERI]

Upacara hari ini, bagaimanpun, memiliki makna yang sangat istimewa karena hari ini kita tidak hanya mentransfer kekuasaan dari satu administrasi ke yang lain atau dari salah satu pihak ke yang lain, tapi kita sedang mentransfer kekuasaan dari Washington, DC dan memberikannya itu kembali kepada Anda, rakyat (AS).[2]

Telah terlalu lama, sebuah kelompok kecil di ibu kota negara kita telah menuai upah dari pemerintah sementara rakyat telah menanggung biayanya. Washington telah berkembang, tetapi rakyat tidak mendapat bagian di dalam kekayaannya.

Para politikus telah makmur, tapi pekerjaan-pekerjaan tertinggal dan pabrik-pabrik telah tutup. Pemerintah telah melindungi dirinya sendiri tetapi tidak bagi warga negara kita. Kemenangan-kemenangan mereka belumlah kemenangan-kemenangan Anda. Kejayaan-kejayaan mereka belum kejayaan-kejayaan Anda, dan sementara mereka merayakan di ibu kota negara kita, ada sedikit untuk merayakan bagi keluarga yang kesusahan di seluruh negara kita.[3]

Semua itu berubah mulai di sini dan sekarang juga, karena momen ini adalah momen Anda. Itu milik Anda. Itu milik semua orang yang berkumpul di sini hari ini dan semua orang yang menonton di seluruh Amerika. Inilah hari Anda, inilah perayaan Anda, dan ini, Amerika Serikat, adalah negara Anda.[4]

Apa yang benar-benar penting bukanlah pihak mana mengontrol pemerintah kita, tetapi apapun pemerintah kita adalah dikontrol oleh rakyatnya. 20 Januari 2017, akan ada dikenang sebagai hari rakyat telah menjadi penguasa negara ini lagi.

Para pria dan wanita yang terlupakan di negara kita akan tidak lagi ada dilupakan. Semua orang mendengarkan Anda sekarang. Anda yang telah datang dengan jumlah puluhan juta untuk menjadi bagian dari gerakan yang bersejarah, seperti yang dunia belum pernah lihat sebelumnya. Pada pusat gerakan ini adalah suatu keyakinan yang penting bahwa negara ada untuk melayani para warganya.

Orang Amerika ingin sekolah-sekolah yang besar untuk anak-anak mereka, lingkungan yang aman bagi keluarga mereka dan pekerjaan yang baik bagi diri mereka sendiri. Ini adalah tuntutan yang adil dan masuk akal dari rakyat yang benar dan publik yang benar, tapi untuk terlalu banyak warga negara kita, ada suatu realitas yang berbeda.[5]

Para Ibu dan anak-anak telah terperangkap dalam kemiskinan di pusat-pusat kota, pabrik-pabrik berkarat  bertebaran seperti batu nisan di sepanjang dataran bangsa kita. Sistem pendidikan telah menghabiskan uang namun meninggalkan murid-murid muda dan cantik kita tercabut dari semua pengetahuan. Dan kejahatan dan geng-geng dan obat-obatan telah mencuri terlalu banyak kehidupan dan merampok negara kita dari begitu banyak potensi yang belum direalisasi.

Pembantaian Amerika ini berhenti di sini dan saat ini juga. Kita adalah satu bangsa, dan rasa sakit mereka adalah rasa sakit kita. Impian mereka impian kita, dan keberhasilan mereka akan menjadi sukses kita. Kita berbagi satu hati, satu rumah, dan satu tujuan mulia. Sumpah jabatan yang saya ambil hari ini adalah sumpah setia kepada semua orang Amerika.[6]

[MEREVISI KEBIJAKAN LUAR NEGERI AMERIKA; PRIORITAS KE DALAM]

Banyak dekade kita telah memperkaya industri negara luar dengan biaya industri Amerika, mensubsidi pasukan negara-negara lain sementara mengijinkan kesedihan yang sangat dalam berkurangnya militer kita. Kita telah membela perbatasan-perbatasan bangsa-bangsa lain sementara menolak untuk membela milik kita sendiri, dan menghabiskan bilyaran dan bilyaran dolar di luar negeri sementara Amerika infrastruktur telah jatuh ke dalam keruntuhan dan pembusukan. Kita telah membuat negara-negara lain kaya sementara kekayaan, kekuatan dan kepercayaan dari negara kita telah dihamburkan ke cakrawala.

Satu per satu, pabrik-pabrik ditutup dan telah meninggalkan pantai-pantai kita dengan bahkan tidak berpikir tentang jutaan dan jutaan pekerja Amerika Serikat yang tertinggal di belakang. Kekayaan dari kelas-kelas menengah kita telah robek dari rumah mereka dan kemudian didistribusikan ke seluruh dunia. Tapi itu adalah masa lalu dan sekarang kita melihat hanya ke masa depan.

Kita berkumpul di sini hari ini mengeluarkan peraturan baru untuk ada didengar di setiap kota, di setiap ibukota asing dan di setiap gedung pemerintahan. Dari hari ini dan seterusnya, sebuah visi baru akan memerintah tanah kita. Dari hari ini dan seterusnya, itu akan menjadi hanya (prioritas) pertama Amerika. (Prioritas) pertama Amerika.

Setiap keputusan perdagangan, pajak atas imigrasi, urusan-urasan luar negeri akan dibuat untuk menguntungkan para pekerja Amerika dan para keluarga Amerika. Kita harus melindungi perbatasan kita dari kerusakan akibat negara-negara lain membuat produk kita, mencuri perusahaan-perusahaan kita dan menghancurkan pekerjaan-pekerjaan kita. Perlindungan akan memimpin kepada kemakmuran dan kekuatan yang besar.

Saya akan berjuang untuk Anda dari setiap napas dalam tubuh saya, dan saya tidak akan pernah mengecewakan Anda. Amerika akan mulai menang lagi. Menang seperti belum pernah terjadi sebelumnya. Kita akan mengembalikan lapangan pekerjaan kita. Kita akan membawa kembali perbatasan-perbatasan (negara) kita. Kita akan membawa kembali kekayaan kita. Dan kita akan membawa kembali impian-impian kita.[7]

Kita akan membangun jalan-jalan baru dan jalan-jalan raya dan jembatan-jembatan dan bandara-bandara dan terowongan-terowongan dan jalur-jalur kereta di seluruh negara kita yang luar biasa. Kita akan mendapatkan rakyat kita kesejahteraan dan kembali lagi bekerja membangun kembali negara kita dengan tangan-tangan Amerika dan buruh Amerika.

Kita akan mengikuti dua aturan sederhana: Membeli Amerika dan mempekerjakan Amerika. Kita akan mencari persahabatan dan kehendak baik dengan bangsa-bangsa sedunia, tetapi kita melakukannya dengan pemahaman bahwa itu adalah hak semua bangsa untuk menempatkan kepentingan mereka sendiri pertama.[8]

Kita tidak berusaha untuk memaksakan cara hidup kita kepada siapa pun, tetapi membiarkannya itu bersinar sebagai contoh. Kita akan bersinar untuk semua orang mengikuti. Kita akan memperkuat aliansi yang telah ada dan membentuk yang baru-baru dan menyatukan dunia beradab melawan terorisme Islam radikal, yang kita akan memberantas itu dari muka bumi sepenuhnya.[9]

Pada batu-karang (artinya: fondasi utama) politik-politik kita akanlah ada total setia kepada Negara Amerika Serikat, dan melalui kesetiaan kita kepada negara kita, kita akan menemukan kembali kesetiaan kita kepada satu sama lain. Ketika Anda membuka hati Anda untuk patriotisme, tidak ada ruang untuk prasangka. Alkitab memberitahu kita alangkah baiknya dan indahnya, ketika umat Elohim hidup bersama dalam kesatuan. (Mazmur 133:1)

Kita harus berbicara pikiran-pikiran kita secara terbuka, berdebat ketidaksetujuan kita dengan jujur, tapi selalu mengejar solidaritas. Ketika Amerika bersatu, Amerika benar-benar tak terbendung. Haruslah ada tidak takut. Kita dilindungi, dan kita akan selalu dilindungi. Kita akan dilindungi oleh para pria dan wanita perkasa militer kita dan penegakan hukum dan yang paling penting, kita akan dilindungi oleh Elohim.

Akhirnya, kita harus berpikir besar dan mimpi bahkan lebih besar. Di Amerika, kita memahami bahwa sebuah bangsa hanya hidup sejauh (negara) itu berusaha keras.

Kita tidak akan lagi menerima para politikus yang hanya bicara dan tidak ada tindakan, terus-menerus mengeluh tetapi tidak pernah melakukan apa-apa tentang hal itu. Waktu untuk omong kosong telah lewat. Sekarang tiba saat bertindak. Jangan biarkan orang lain untuk memberitahu Anda bahwa itu tidak dapat dilakukan. Tidak ada tantangan dapat menandingkan hati dan berjuang dan semangat Amerika. Kita tidak akan gagal. Negara kita akan berkembang dan prosper lagi.

Kita berdiri pada kelahiran sebuah milenium baru siap untuk membuka sejarah-sejarah ruang, untuk membebaskan bumi dari penderitaan-penderitaan penyakit dan untuk memanfaatkan energi, industri dan teknologi masa depan. Kebanggaan nasional yang baru akan mengangkat visi-visi kita dan menyembuhkan divisi-divisi kita. Saatnya untuk mengingat bahwa hikmat kuno para tentara kita akan pernah lupa, bahwa entah kita hitam atau coklat atau putih, kita semua berdarah sama, darah merah patriot-patriot.

Kita semua menikmati kebebasan mulia yang sama, dan kita semua menghormati bendera Amerika besar yang sama. Dan apakah seorang anak lahir di kota padat Detroit atau padang dataran Nebraska, mereka melihat ke arah langit malam yang sama. Mereka mengisi hati mereka dengan impian yang sama, dan mereka diresapi dengan nafas kehidupan oleh sang Pencipta yang sama.

Jadi untuk semua orang Amerika di setiap kota dekat dan jauh, besar dan kecil, dari gunung ke gunung, dari laut ke laut, engarkan kata-kata ini. Anda tidak akan diabaikan lagi. Suara Anda, harapan Anda dan impian Anda akan menentukan tujuan akhir Amerika kita. Dan keberanian dan kebaikan dan kasih akan selamanya membimbing kita sepanjang jalan.

Bersama kita akan membuat Amerika kuat lagi. Kita akan membuat Amerika kaya lagi. Kita akan membuat Amerika bangga lagi. Kita akan membuat Amerika aman lagi. Dan, ya, bersama-sama, kita akan membuat Amerika besar lagi. Terima kasih. Elohim memberkati Anda dan Elohim memberkati Amerika! Terima kasih. Elohim memberkati Amerika.”[10]

CATATAN KAKI:

  1. Donald John Trump lahir 14 Juni 1946, ia merupakan Presiden AS ke 45. Isterinya, Melania Trump, adalah ibu negara kelahiran Slovania, orang bukan-kelahiran AS kedua dalam sejarah AS.
  2. Konsep ”Pemerintahan politik adalah milik rakyat dan untuk rakyat” adalah konsep ajaran Alkitab.
  3. Ekonomi AS mulai nampak buruk sejak tahun 1980an, dan jurang pemisah antara kaya dan miskin (kelas menengah terkikis) nampak jelas di tahun 2000. Delapan tahun terakhir, AS jatuh ke dalam krisis moral dan semakin tipisnya perlindungan hukum bagi rakyat kelas bawah, yang melahirkan gerakan ”Black Life Metter.”
  4. Media melaporkan, banyak rakyat AS berpikir negara mereka telah dipengaruhi oleh banyak negara asing termasuk PBB.
  5. Presiden mengerti adanya perbedaan kehendak rakyat AS; dua cara pandang ”nilai kehidupan” yang kontras. Itulah sebabnya ada yang terharu dan setuju mendengar pidatonya dan pihak lain berdemontrasi.
  6. Presiden ingin mempersatukan lagi kelompok-kelompok rakyat yang telah terpecah
  7. Hanya pada paragraf ini Presiden Trump memakai kata ”saya.” Lebih dari 60 kali pada pidato ini ia memakai kata “kita.” Di sini  Presiden Trump berjanji untuk berjuang dan melayani rakyat AS. Pada minggu pertama ia terpilih sebagai Presiden AS, ia menyatakan tidak akan mengambil gaji jabatan presidennya. Ini suatu contoh teladan yang patut ditiru.
  8. Menumbuhkan sikap ”cinta tanah air” (patriotisme dan nasionalisme) pada satu sisi, sebagaimana setiap negarapun ingin dihormati oleh negara lainnya.
  9. Merevisi Kebijakan Luar Negeri AS. Sebelumnya, EU dan UN (PBB) dan NATO memakai AS sebagai ”Polisi Dunia.” Presiden Trump ingin fokus ke dalam dan ingin AS menghormati hak dan kebijakan negara asing, tidak mencampuri politik dalam negeri negara orang lian. Berbalik haluan 180 derajat. ”Dapatkah ia memutuskan ”rantai ikatan dan kuk besar atas negerinya ini?” Dengan kekuatannya sendiri, saya tidak yakin ia bisa. Ia memerlukan kuasa supernatural, kuasa yang dari atas untuk bisa melakukannya.
  10. Dua paragraf terakhir adalah semangat klasik dan impian besar bangsa Amerika yang sebelumnya telah membawa AS menjadi negara Super Power di Dunia dan berjaya pada Perang Dunia Pertama dan Kedua.

Sumber naskah berasal dari nytimes.com

“Terlahir untuk memuliakan Adonai Yeshua Messiah dan menjadi berkat bagi bangsa-bangsa” – Joseph Hendry

Advertisements