Tags

, , , , , , ,

partai-republik-vs-partai-demokrat-politik-amerika-serikat

Bentrokan dua ideologi partai Amerika

Negara AS tergolong dalam 5 negara terbesar baik dalam luas wilayah maupun penduduk. Tidak diragukan AS adalah negara yang sangat kuat dan sangat solit. Hampir 230 tahun negara AS sejak George Washington menjadi presiden pertama sampai President Donald J. Trump semua perbedaan pendapat antar 50 negara bagian bisa mereka pecahkan dengan damai. Satu-satunya perang sipil yang terburuk sepanjang sejarah 230 tahun negara ini adalah Perang Sipil AS (April 1861-Musim semi 1865). Perang antara Union (United States) di utara melawan Confederacy negara-negara bagian di selatan. Diperkirakan 620.000 sampai 750.000 tentara tewas. Masalah utama penyebab Perang Sipil ini adalah konflik ideologi moral: Negara AS ingin menghentikan perbudakan, namun Confederacy yang makmur karena tenaga-tenaga budak ingin tetap melanjutkan perbudakan. Ketika ahli hukum Abraham Lincoln, seorang Kristen Protestan yang anti-perbudakan menang jadi presiden (Maret 1861- April 1865). Presiden Lincoln memutuskan untuk melarang perbudakan. Perang Sipil pun meletus pada bulan berikutnya, dimulai dengan selatan menyerang Union, namun Union menang. Namun Lincoln di asassinasi bulan April oleh pihak Confederacy tidak lama setelah itu.

Konflik ideologi yang tajam muncul lagi di AS sejak hari pertama Donald John Trump resmi menjadi Presiden AS. Saat hari peneguhan, orang-orang telah turun kejalan merusak kaca pertokoan dan menggulingkan tong-tong sampah ke jalan. Kelompok feminisime berdemo, imigran berdemo, bahkan para politikus terkenal dari Partai Demokrat turut memanaskan sesuasa. peta-amerika-perang-sipil-karena-masalah-perbudakan-julio-reis

Di jaman Abraham Lincoln Perang Sipil terpicu karena konflik ideologi moral, saat ini di jaman Donald J. Trump temperatus politik dalam negeri AS juga karena konflik ideologi moral; kondisi panas 156 tahun lalu, nampak terulang lagi.

Status of the states, 1861.  #  States that seceded before April 15, 1861  States that seceded after April 15, 1861  #  Union states that permitted slavery   # Union states that banned slavery  Territories. Sumber gambar: Wikipedia “American Civil War”

Konflik ideologi moral saat ini berbeda dengan Perang Sipil AS abad ke 19. Presiden Lincoln  ingin membela hak-hak bangsa Negro, sekarang Presiden Trump ingin membela hak-hak bangsa AS sendiri, yang menurut Presiden Trump telah terabaikan puluhan tahun. Pemerintahan AS yang baru ini karena: menyederhanakan peraturan berusaha, menurutkan text dengan tujuan membangung kembali ekonomi melalui menciptakan lapangan kerja; membangun tembok perbatasan AS-Meksiko untuk menghentikan masuknya narkoba secara ilegal, human traficking (perbudakan sex, terrorisme), menghentikan praktek aborsi melalui menghentikan bantuan keuangan ke klinik-klinik aborsi, mencabut kebijakan Obamacare (yang timnya Trump anggap sebagai ”kontrol pemerintah atas rakyat” bertentangan dengan konstitusi AS, yang terbaru 7 negara Islam dilarang terbang ke AS. Singkat kata, semua tindakan Admistrasi Trump ini  sangat bertentangan dengan kebijakan partai Demokrat yang telah berjalan sejak President Bill Clinton (1993-2001) dan Presiden Barack Obama (2009-2016).

Satu perbedaan menyolok lainnya lagi, Trump sangat pro-Israel, dan ia ingin memindahkan Kedutaan AS ke ibukota Israel, Yerusalem, sementara Obama saat jadi presiden ia anti-Israel dan meminta Israel mengembalikan tanah hasil menang Perang 6 Hari ke orang Palistina, lebih dari itu Obama ingin membagi tanah Israel menjadi dua pemerintahan Israel dan Palestina. Ide Obama didukung oleh Presiden Holand Perancis, dimana  Holand menggelar ”Konferensi Perdamaian Timut Tengah” di Paris tanggal 15 Januari 2017 yang dihadiri oleh 70 negara, mayoritas negara Muslim, termasuk Indonesia.

Presiden Lincoln  ingin membela hak-hak bangsa Negro, sekarang Presiden Trump ingin membela hak-hak bangsa AS, yang menurut Mr. Trump telah terabaikan puluhan tahun.

Nubuatan Wahyu 13 binatang buas seperti anak domba bertanduk dua.jpgMenarik diamati, Presiden Abraham Lincoln dan Presiden Donal Trump berasal dari Partai Republik. Amerika Serikat memiliki dua kekuatan politik, Demokrat yang berideologi Liberal atau ”Sayap Kiri,” dan lawannya adalah Republik yang berideologi Konservatif atau ”Sayap Kanan.” Istilah lain ideologi ”Patriotisme” (orang Republik) lawannya ”Globalisme” (orang Demokrat); Yang satu ingin menjaga tradisi para bapa pendiri Amerika, lawannya ingin menjadikan Amerika milik semua bangsa, tanpa batas negara. Dua kekuatan ideologi yang saling berlawanan.

Kenyataan ini sejalan dengan nubuatan Yeshua di kitab Wahyu di pasal 13, dimana negara AS dilukiskan sebagai ”binatang buas yang muncul dari dalam bumi, memiliki dua tanduk, serupa dengan seekor anak domba, tetapi berbicara seperti seekor naga” (Wah. 13:11). Tanduk binatang di Alkitab adalah lambang dari raja atau presiden, binatang buas lambang dari negara. Binatang buas lainnya pada kitab ini adalah ”binatang buas keluar dari dalam laut” ditunggangi oleh seorang wanita yang bertitel ”Ibu dari segala wanita pelacur.” Moyoritas pemimpin Protestan percaya bahwa binatang ini adalah Uni Eropa dan wanita (simbul Gereja) adalah Gereja Katolik yang berpusat di Roma. Lihat juga Wahyu 17 dan 18.

Sebagai orang Kristen, kita perlu berdoa untuk bangsa Amerika, agar Perang Sipil abad 19 tidak terulang di Amerika Serikat.

“Terlahir untuk memuliakan Adonai Yeshua Messiah dan menjadi berkat bagi bangsa-bangsa” – Joseph Hendry

Advertisements