Tags

, , , , , , , ,

poster-alexandria-mesirPembunuhan sadis atas Kristen Koptik, seorang pemilik kedai kacang di kota Alexandria pada bulan Januari (3/1/2017) telah menghebohkan penduduk kota turis tepi pantai. Pemerintah Mesir serius menanganinya. Questions surround murder of Coptic Alexandrian alcohol vendor

Pelaku, Adel Assaliyeh (M.S.) (berusia 50 tahun) ditangkap polisi setelah terbukti wayahnya terekam pada CCTV yang dipasang oleh pemiliknya. Pada video tersebut nampak pria berjanggut ala pengikut Salafi menggorok leher Youssef Lamei, yang sedang duduk di depan kedainya. Adel melakukannya dari belakang si korban.

Youssef Lamei adalah orang Kristen Koptik Mesir, suatu aliran Kristen kuno di Mesir, telah ada lama sebelum Islam masuk ke Mesir.

Dua putra Youssef dan beberapa saksi lainnya telah dipanggil untuk memberi kesaksian sehari setelah kejadian. Tony, putra Youssef menulis di Facebooknya: ”Saya putus-asa ayahku disembelih di depan mataku. Saya putus-asa dengan negeri ini, yang sebelumnya aman dan terjamin. Semua hal yang bagus-bagus telah pergi dari duniaku.”

”Royal,” bukanlah kedai minuman keras, itu adalah sebuah ”kedai kacang kering yang juga menjual bir,” Ahmed Abu Alam, pembela hukum dari keluarga Lamei berkata, yang menambahkan, ”ada beberapa kedai minuman keras yang jelas tertulis di Jalan Khaled ibn al-Waleed, banyak dari mereka dimiliki atau dijanlan oleh orang-orang Muslim.”

Seorang pemilik kedai yang tidak jauh dari kedai Royal, ”menyaksikan bahwa si penyerang menggorok dia tanpa ragu, dalam cara yang profesional. Dia tahu tepatnya apa yang ia sedang lakukan,” menurut sumber yang tidak mau menyebut namanya.

”Gerakan konsevatif Salafi hadir kuat di Alexandria, dan telah banyak ada kotbah-kotbah kebencian dari para pengkotbah Salafi (menentang kelompok-kelompok agama minoritas),” Mina Thabet, direktur Komisi Mesir bagi Hak-hak dan Kebebasan, berkata kepada repoter Mada Masr, dan menambahkan, ”perlu adanya reformasi-reformasi keagamaan untuk mempromosikan toleransi, keberadaan, demokrasi dan hak-hak manusia di Mesir, bersamaan mentekel masalah-masalah buta huruf dan kemiskinan. Respons-respons keamanan tidaklah cukup.

Orang Kristen Koptik seperti orang Tionghoa di Indonesia, selalu menjadi domba korban dan kambing hitam di dalam segala masalah dalam negeri Mesir.

Di pengadilan, terdakwa mengakui perbuatannya dan mengancam untuk membunuh Tony, putra korban, dan juga semua Koptik Kristen. Tony menyatakan, terdakwa berkali-kali mengancam membunuh sementara mengutip pernyataan para pemimpin Islam, yang Tony sendiri pernah dengan di TV, yang mengijinkan membunuh orang-orang Kristen.

Awal Febuari ini, pengadilan Mesir telah membuat keputusan untuk menghukum mati Adel, pria Alexandria, kertas ini telah disampaikan ke Imam Besar Mesir, yang mempunyai hak untuk menandatangani  hukuman-hukuman mati. Egyptian Court Sentences Man to Death for Murdering Christian Alcohol Retailer

Mesir di bawah Presiden Al-Sisi telah banyak membawa kemajuan negeri ini, baik dalam ekonomi dan stabilitas dalam negeri negeri, dan memiliki hubungan bilateral politik secara resmi dengan negara Israel.

Bacaan serupa:

“Terlahir untuk memuliakan Adonai Yeshua Messiah dan menjadi berkat bagi bangsa-bangsa” – Joseph Hendry

Advertisements