Tags

, , , , , , , , ,

david-bennett-kasih-kristen-memindahkan-pembela-hak-para-homosex-menjadi-penginjil

David Bennett

David Bennett, seorang pemuda Australia bersaksi bagaimana kasih Yeshua – melalui seorang Kristen – telah merubah hidupnya secara radikal.

David sejak usia remaja telah menjadi pria yang dikenal dilingkunganya sebagai pria yang anti segala bentuk aktivitas Kristianiti, pembela hak-hak asasi gay dan aktivis politik. Bersama-sama rekan gaynya (panggilan umum untuk seorang pria yang hidup dalam pergaulan homosexual) ia mengganti poster-poster Kristen di kampusnya dengan poster-poster aktivitas groupnya: LGBT. Ketika suatu ketika ibunya kandungnya menjadi pengikut ajaran Yeshua ( dikenal sebagai “orang Kristen,” David dengan nada megejek bertanya kepada ibunya: ”Bagaimana kamu bisa percaya sebuah keyakinan yang palsu?” Ibunya menjawab dengan ringan, ”Ya, melalui mengasihi Elohim, saya mengasihimu lebih baik lagi, David!”
Di kampusnya David, di kota Sydney, ada seorang wanita yang terkenal karena keberhasilannya sebagai produser film-film singkat bernama Genevieve Clay-Smith, filmnya ”Be My Brother” telah keluar sebagai pemenang pada festival film singkat Australia Tropfest 2009. Tropfest adalah satu dari festival-festival  film singkat terbesar di dunia. Genevieve adalah direktur eksekutif dari organisasi non-propfit Bus Stop Films, sebuah organisasi yang di dedikasikan untuk menolong orang-orang cacat dan tidak terpandang di masyarakat belajar untuk terlibat dalam industri film. David tertarik untuk mewawancarai wanita ini.

PICEDITOR-SMH

Genevieve dan aktornya, Gerard O’Dwyer

Di sebuah bar dekat kampus, mereka bertemu. Dan David yang dikenal sebagai pembela hak-hak kaum homo mulai bertanya:

“Siapa yang telah memberi inpirasi kepada kamu untuk membuat film-film?

”Dia adalah Elohim!” Genevieve menjawab.

David terkejut mendengar pengakuan tamunya tersebut, ia berharap bahwa wanita yang dipujanya ini bukanlah seorang Kristen. Namun wanita Kristen ini kembali menegaskan: ”Dialah Pribadi yang menyuruh saya membuat film-film.” Wajah David menunjukkan ketidak yakinan, sepertinya ada suatu pertanyaan yang besar namun tidak terucapkan ”Bagaimana mungkin bisa demikian?” namun saat yang sama David melihat wanita di depannya ini sungguh berbeda, penuh kasih dan mudah berkomunikasi dengan tamunya ini.

Genevieve membuka Alkitabnya dan menuntun David untuk membaca 1 Korintus 6:9-11.

9 Atau tidak tahukah kamu, bahwa orang-orang yang tidak benar (the unrighteous) tidak akan mewarisi Kerajaan Elohim?  Janganlah disesatkan: bukan orang cabul, bukan penyembah berhala, bukan pezina, bukan banci, bukan homoseks, 10 bukan pencuri, bukan orang-orang tamak, bukan pemabuk, bukan pencerca, bukan pula pemeras, yang akan mewarisi Kerajaan Elohim. 11 Dan beberapa orang (dari kamu; di semua terjemahan Inggirs dan juga di ITB) dahulu adalah seperti itu, tetapi kamu telah dibasuh, terlebih telah dikuduskan, terlebih lagi telah dibenarkan di dalam Nama Tuhan YESUS (Adonai Yeshua), dan di dalam Roh Elohim kita. (ILT)

9 Or do you not know that the unrighteous will not inherit the kingdom of God? Do not be deceived. Neither sexually immoral, nor idolaters, nor adulterers, nor homosexuals, nor sodomites, nor covetous, 10 nor thieves, nor drunkards, nor abusive people, nor swindlers will inherit the kingdom of God. 11 And such were some of you! But you were washed, but you were sanctified, but you were justified in the name of the Lord Jesus and by the Spirit of our God.  (EMTV)

Kalimat di ayat 11 ini sungguh mengejutkan David, “Dan beberapa orang dari kamu dahulu adalah seperti itu, tetapi kamu telah dibasuh.” David sebelumnya selalu berpikir bahwa gay dan lesbian adalah bawaan genetik, atau kelainan secara lahir, ternyata tidak sama sekali, ayat 11 ini membuka mata David, bahwa tidak seorangpun terlahir sebagai seorang gay dan lesbian.

Beberapa tahun kemudian, setelah ia menyelidiki Alkitab ia temukan bahwa munculnya hawa napsu sex pada sesama jenis adalah akibat ”penyembah-penyembah yang salah target, menyembah manusia sebagai ganti dari menyembah Elohim,” ia berkata, lihat kesaksian DB Q&A di bawah)

“Percayakah kamu kepada Yeshua? Apa yang kamu pikir tentang Yeshua? Wanita Kristen ini sekarang yang balik bertanya kepada David

David memberi beberapa alasan mengapa ia tidak simpati pada Kristianiti.

“Apakah kamu pernah mengalami kasih Elohim?” Wanita Kristen ini menyodorkan pertanyaan yang lain

David berkata pada kesaksian videonya, bahwa pertanyaan ini sungguh mengejukan dirinya, sebab ”Tidak seorang pun pernah bertanya pertanyaan tersebut kepada ku, dalam hidupku.”

”Dapatkah kamu mengalami kasih Elohim? tanya David keheranan, dan Genevieve menjawab dan menerangkan. Lalu David berkata, “Saya pikir, saya belum mengalaminya.”

“Saya merasakan hadiran Elohim di sini saat ini. Saya sungguh perlu berdoa untuk mu saat ini juga,” wanita Kristen ini berkata. David bersedia di doakan.

Sementara Genevieve berdoa, David merasakan jamahan Elohim yang ia belum pernah rasakan sebelumnya; ”Elohim sungguh nyata!” hatinya berseru gembira, namun pikirannya bimbang. Genevieve terus berdoa, dan ada suara terdengar di telinga David: ”Kamu menginginkan Ku? Petanyaan yang sama ini terdengar tiga kali.

Ketika David berkata, ”Ya!” Ia merasakan kelepasan yang luar biasa, ”Saya tidak pernah sama lagi setelah itu. Saya telah dirubah oleh kasih karunia Elohim.”

Ketika ia bercerita kejadian ini kepada ibunya, ”Saya berpikir, saya orang Kristen sekarang.” Ibunya, yang baru tiga tahun lalu berpindah dari Atheisme ke Kristen, ”Ia berlari-lari keliling rumah sambil teriak-teriak ”Haleluyah! Haleluyah!” David mengingat kejadian tersebut.

Dan ibunya berkata kepada David, bahwa kejadian yang David baru saja alami mengenapi nubuatan pamannya, yang David dahulu pernah sebut sebagai orang yang ”anti-gay, anti-feminist, fundamentalist.” Pamannya melihat Roh Kudus atas diri David, dan pamannya berkata kepada bibinya, setelah David meninggalkan rumah mereka  dengan sangat marah di hari Natal Desember 2008: ”David akan ada diselamatkan dalam tiga bulan.” David membenarkan pengenapan nubuatan tersebut dengan terpesono dan berkata, “Amazing. Amazing!!”

“David saat ini tinggal di Britania Raya dan belajar Theologia paruh waktu di Universitas Oxford” dan ”Ia berbicara di seluruh dunia tentang pengalamannya bertemu Elohim”

Di dalam kasih tidak ada ketakutan. Sebaliknya, kasih yang sempuran membuang ke luar ketakutan, karena ketakutan mengandung hukum, dan siapa yang takut, ia belum disempurnakan di dalam hukum (1 Yohanes 4:18)

Sumber:

“Terlahir untuk memuliakan Adonai Yeshua Messiah dan menjadi berkat bagi bangsa-bangsa” – Joseph Hendry

Advertisements