Tags

, , , , , , , , , ,

logo-perusahaan-target-mendukung-gerakan-waria

Target/ Intragram

Nilai saham Perusahaan Target pendukung waria (transgender), jatuh 13.5 persen minggu ini setelah penjualan-penjualan perusahaan kembali jatuh di bawah harapan para investornya, Warner Todd Huston menulis di Breitbart.com

Itu berarti nilai saham Target turun 30 persen sejak aksi protes para pemakai oleh karena kebijakan politik perusahaan mendukung gerakan Waria. Nilai saham akhir Febuari 2017 hanya bernilai 58,78 USD, jatuh dari 83,98 USD (19 April 2016). Target adalah perusahaan eceren barang-barang rumah tangga kedua terbesar di AS setelah WalMart.

Kerugian besar ini adalah akibat dari aksi kampanye para pemimpin Asosiasi Keluaraga Amerika (the American Family Association; AFA) meminta masyarakat AS memboikot beli barang-barang dari Target sejak Perusahaan Target di bulan April 2016 memgumumkan para pria diijinkan memakai WC wanita dan Kamar Pas (fitting rooms) di seluruh pertokoannya – ada lebih dari 1.800 lokasi di seluruh AS.

”(Kebijakan) ini tidaklah dapat diterima oleh para keluarga, dan kebijakan yang berbahaya dan sesat berkelanjutan menempatkan para wanita dan anak-anak dalam bahaya,” Presiden AFA memberi alasan aksi boikotnya dan menambahkan, ”Para pria tidak termasuk pada kamar mandi yang sama dengan para istri dan anak-anak perempuan kita.” Baca: Amerika Serikat terpecah dua dalam ideologi yang saling berlawanan

Nilai Saham Perusahaan Target Amerika turun drastis.png

Nilai Saham Target turun drastis

Perushaan Target mengakui secara tidak langsung efek dari aksi boikot pemakai, berkata, ”Hasil-hasil kuartal pertama menunjukkan impek perubahan tingkah-laku pemakai yang cepat sekali” dan memprediksi ”sepertinya akan berlanjut mengalami kerugian-kerugian sepanjang tahun ini.”

Kebijakan Gedung Putih di bawah Presiden Obama telah mendorong liberalisme kepermukaan dengan kecepatan penuh, sehingga perusahan-perusahan terpaksa harus mengikuti. Pendeta-pendeta dan toko-toko bunga dan kue milik orang Kristen mendapat hukuman denda dari pemerintah karena menolak memberkati pernikahan mereka atau membuat hiasan bunga dan kue bagi pernikahan LGBT.

Dari efek nyata akibat boikot masyarakat AS atas Perusahaan Target menunjukkan bahwa mayoritas penduduk Amerika masih tetap memegang nilai-nilai Kristen mereka; dan dari beritan-berita media, itu nampaknya semakin kuat setelah presiden pilihan mereka Donald Trump menang.

Delapan tahun sebelumnya, media Kristen berkata ”Kristen Amerika semakin lemah dan tertidur,” dan ketika Liberalisme dipaksakan dengan keras melalui posisi Obama sebagai presiden, Kekristenan di Amerika menjadi terbangun dari tidur dan menjadi berapi-api jauh lebih panas dari delapan tahun sebelumnya. Ada pepatah umum di kalangan orang Kristen: ”Kristianiti lemah ketika kehidupan nyaman, dan menjadi kuat di dalam penganiayaan.” Itulah yang nampaknya sedang terjadi di Amerika Serikat saat ini. Dukungan besar Obama pada gaya hidup liberal ini, telah membuat dia dipuji di media-media raksasa (MMR/MSM) AS dan diberi titel “The First Gay President” (klik untuk melihat gambarnya).

Catatan: MSM singkatan dari Mainstream Media

Bacaan sejenis:

“Terlahir untuk memuliakan Adonai Yeshua Messiah dan menjadi berkat bagi bangsa-bangsa” – Joseph Hendry

Advertisements