Tags

, , , , , , ,

Yeshua menunggang keledai muda masuk ke kota Yerusalem Zakharia 9 ayat 9

Yeshua Messiah – Zak. 9:9 & Mat. 21:1-11

“Siapakah pemilik legal kota Yerusalem?“ ini adalah satu dari segenggam pertanyaan yang telah dan masih dibicarakan selama puluhan tahun, pertanyaan ini hadir di berbagai forum: keagamaan, sejarah, pendidikan, sosial dan bahkan politik internasional.

Contoh bahasan:

Ya, kota Yerusalem adalah kota yang unik. Sebulan lamanya saya keliling Israel, kota Yerusalem adalah yang paling memberi kesan dan impresi – kehadiran Elohim YAHWEH – di negara Israel ini, baca catatan saya: Pengalaman seorang Indonesia berwisata ke Israel

Bulan Juni 1967 adalah suatu bulan yang sangat bersejarah bagi bangsa Israel, pada bulan itu tentara Israel berhasil menguasai seluruh kota Yerusalem setelah memukul mundur tentara Yordania di dalam suatu perang yang sangat luar biasa menakjubkan, Perang Enam Hari.

Perang ini diprakarsai oleh Presiden Naser (Mesir) yang bertujuan “menghapus Israel dari peta Dunia.” Saat itu Israel menghadapi kekuatan gabungan negara-negara Islam Timur Tengah (yang terbesar di antaranya: Mesir, Yordania, Suriah, Irak). Secara kekuatan jumlah tentara dan peralatan perang, perang ini lebih ekstrim daripada kisah sejarah “Pertarungan Daud melawan raksasa Goliat” yang terkenal. Negara Israel saat itu belum berumur 20 tahun (merdeka 1948, setelah hampir 2000 tahun lenyap dari peta politik), sedang para lawannya adalah negara-negara kuno yang besar dan didukung secara militer oleh negara Rusia.

Menyambut 50 tahun perayaan peringatan (Jubile) kota Yerusalem kembali ke tangan Israel, organisasi Kristen kaliber dunia Christian For Israel memberikan sebuah piagam Pernyataan dukungan kepada Presiden Reuvin Rivlin di tempat kediamannya di Yerusalem. Delegasi ini terdiri dari pemimpin internasional dan para pemimpin nasional yang memawakili benua Asia, Australia/Pasifik, Amerika Serikat dan Brazilia.

Presiden Christian For Israel Leon Meijer mewakili ratusan ribu orang Kristen memberikan pernyataan kepada Presiden Israel sikap dukungan mereka untuk Yerusalem sebagai ibukota Negara Israel yang kekal dan tidak terbagi.

Presiden Rivlin berterima kasih kepada Christians for Israel untuk dukungan moral tersebut dan juga yang tak henti-hentinya menolong para imigran Yahudi kembali ke Negara Israel.

Tuan Rivlin sungguh percaya bahwa kota Yerusalem bukanlah sekedar sebuah kota, bagi beliau Yerusalem adalah kota yang menanti-nantikan datanganya Messiah yang dijanjikan oleh para nabi di Alkitab.

Christian for Israel berdiri tahun 1979 di Belanda, negara asal ibu Corrie ten Boom, seorang wanita Belanda yang telah menyelamatkan banyak orang Yahudi dari pembantaian Nazi Hitler.

Organisasi Christian for Israel bukan satu-satunya organisasi Kristen yang terkenal membela hak eksistensi negara Israel dan tanah miliknya, fakta bahwa banyak organisasi Kristen dan Gereja yang berdiri di pihak Israel. Berikut ini beberapa di antara mereka:

CUFI (Christians United For Israel). Ini adalah organisasi Kristen Amerika Serikat yang terbesar di dalam mendukung Israel. Telah memiliki 3,3 juta anggota sejak berdiri 2006

Bulan Januari setelah Donald Trump terpilih jadi Presiden Amerika, lebih dari 20.000 anggotanya mengirim email ke Presiden Trump untuk ia memindahkan Kedutaan AS untuk Israel ke kota Yerusalem.

ICEJ (International Christian Embassy Jerusalem), berdiri tahun 1980. ICEJ adalah tulang punggung dari perayaan tahunan musim gugur dikenal sebagai “The Feast of Tabernacles.” (Hari Raya Pondok Daun), untuk menggenapi janji Elohim kepada raja Daud (Zak. 14:16-21). Puluhan ribu orang Kristen dari berbagai negara menghadiri perayaan ini, termasuk delegasi dari Indonesia. ICEJ cabang Amerika juga mendukung rencana pemindahan Kedutaan Besar mereka ke kota Yerusalem.

Kedua organisasi ini secara aktif memberi dukungan moral dan keuangan bagi Israel, khusunya di dalam mengorganisasikan kembalinya orang-orang Yahudi dari berbagai ujung bumi kembali ke tanah mereka Israel.

Sumber acuan:

“Terlahir untuk memuliakan Adonai Yeshua Messiah dan menjadi berkat bagi bangsa-bangsa” – Joseph Hendry

Advertisements