Tags

, , , , , , ,

Baiklah orang bijak mendengar dan menambah pelajaran; dan baiklah orang berpengertian meraih nasehat-nasehat yang bijak (Amsal 1:5, KJV)

Pilkada DKI Jakarta 2017.jpgKomisi Pemilihan Umum untuk DKI Jakarta melaporkan bahwa Daftar Pemilih Sementara pada putaran kedua PILKADA DKI Jakarta yang jatuh pada tanggal 19 April akan ada 7.264.749 orang. Melihat kota Jakarta, sebagai ibukota negara Indonesia yang jumlah penduduknya merupakan satu dari lima terbesar di dunia dan sekaligus pusat pemerintahan politik dan perputaran roda ekonomi negara, maka tidak diragukan lagi bahwa pesta Pemilihan Kepala Daerah ini adalah sebuah perkara yang penting; siapa yang kita pilih menjadi Gubernur dan Wakil Gubernur, itu akan menentukan nasip kota Jakarta dan penduduknya secara langsung dan juga seluruh rakyat Indonesia secara tidak langsung – sedikitnya untuk periode 5 tahun jabatan dan ditambah tahun-tahun efek sampingannya.

Pilihan kita seharusnyalah pada calon Gubernur yang sungguh serius mengusahakan kemajuan, kemakmuran dan keadilan sosial rakyat Jakarta secara korporat, dan bukan untuk kepentingan kelompok dan partai politik tertentu apalagi hanya sekedar demi kepuasan keluarga atau teman kita. Kepentingan kelompok hanyalah membawa kepuasan sementara, sebaliknya kemakmuran bersama akan dikenang sepanjang masa. Pilihan Gubernur yang kita ambil – melalui kartu suara kita – akan menentukan nasip kita sendiri secara langsung. Ingatlah baik-baik: Memilih pemimpin bangsa adalah menentukan masa depan keluarga dan bangsa sendiri!!

Raja Salomo yang terkenal sebagai orang yang sangat bijak memberi nasehat betapa pentingnya memberi hidup kita dipimpin oleh pemimpin yang bermoral baik: cinta perdamaian, sukses melalui jalan yang jujur, berkepala dingin dalam memecahkan setiap permasalah, di bawah ini adalah nasehatnya.

Hai anakku, jikalau orang berdosa (siners) hendak membujuk engkau, janganlah engkau menurut; jikalau mereka berkata:

“Marilah ikut kami, biarlah kita menghadang darah, biarlah kita mengintai orang yang tidak bersalah, dengan tidak semena-mena; biarlah kita menelan mereka hidup-hidup seperti dunia orang mati, bulat-bulat, seperti mereka yang turun ke liang kubur; kita akan mendapat berbagai benda yang berharga, kita akan memenuhi rumah kita dengan barang rampasan; buanglah undimu ke tengah-tengah kami, satu pundi-pundi bagi kita sekalian.”*

Hai anakku, janganlah engkau hidup menurut tingkah laku mereka, tahanlah kakimu dari pada jalan mereka, karena kaki mereka lari menuju kejahatan dan bergegas-gegas untuk menumpahkan darah. Sebab percumalah jaring dibentangkan di depan mata segala yang bersayap, padahal mereka menghadang darahnya sendiri dan mengintai nyawanya sendiri. Demikianlah pengalaman setiap orang yang loba akan keuntungan gelap, yang mengambil nyawa orang yang mempunyainya. (terjemahan yang tepat: “…, mengambil nyawa para pemiliknya sendiri / It takes away the life of its owners”) (Amsal 1:10-19)

*: Throw in your lot with us, and we’ll all share our money” (HCSB) atau  “let us all have one purse” (KJV). “Jatuhkanlah pilihan anda pada kami, dan kita akan bagi keuntungan” (terjemahan bebas)

Sungai banyak sampah.JPG Nasehat raja Salomo di atas tidak mempermasalahkah agama dari pemimpin partai / kubu politik yang akan kita pilih, tidak juga asal sukunya, tetapi moral dan motifasi mereka. Salomo menasehatkan kita: “Janganlah engkau hidup menurut tingkah laku mereka, tahanlah kakimu dari pada jalan mereka.” Memberi suara kita kepada kelompok yang memiliki motivasi jahat berarti kita setuju dengan motivasi dan tujuan jahat mereka; kerusakan yang mereka perbuat juga akan dituntut Elohim pada nyawa kita, sebab kita telah berbagi visi dan misi – alias keuntungan ideologi – dengan mereka.

Orang berdosa adalah siapa pun yang berbuat jahat kepada orang yang tidak bersalah dan mencari keuntungan secara curang (korupsi dan ilegal). Memeras dan membunuh adalah perbuatan dosa. Jelas, Elohim tidak berpihak pada agama apa pun termasuk di dalam urusan kenegaraan dan kehidupan sosial budaya manusia, di mata Elohim dosa adalah dosa terlepas agama apa pun kita miliki, sekalipun kita tidak mau mengakui adanya Elohim (berfaham komunis). Elohim, Hakim Akhir Jaman akan menuntut setiap dosa yang kita perbuat.

Jika kita memilih pemimpin yang kita tahu akan membawa kita kepada perbuatan dosa (istilah agama) atau tidak bermoral (istilah kemasyarakatan) maka itu akan membawa kehancuran kita sendiri, di dunia ini dan kelak di akherat. Elohim sebagai ‘Direktur film’ kehidupan manusia, raja Salomo percaya bahwa pada akhirnya orang benar yang pasti menang, dan orang jahat pasti runtuh, ia berkata: “Jika orang fasik (jahat) bertambah, bertambahlah pula pelanggaran, tetapi orang benar akan melihat keruntuhan mereka(Amsal 29:16)

Memilih pemimpin bangsa adalah menentukan masa depan keluarga dan bangsa sendiri!!

Marilah kita ada bijakasana, pilihlah pemimpin kota yang takut akan Elohim dan bermoral tinggi dan memiliki motifasi yang luhur serta mengutamakan kepentingan rakyatnya lebih dari gologan dan partai politiknya sendiri.

Selamat memilih!! Harapan kita bersama: Jakarta semakin maju dan sukses!!

Baca juga:

“Terlahir untuk memuliakan Adonai Yeshua Messiah dan menjadi berkat bagi bangsa-bangsa” – Joseph Hendry

Advertisements