Tags

, , , ,

Bukan kamu yang memilih Aku, tetapi Akulah yang memilih kamu. Dan Aku telah menetapkan kamu, supaya kamu pergi dan menghasilkan buah dan buahmu itu tetap, supaya apa yang kamu minta kepada Bapa dalam nama-Ku, diberikan-Nya kepadamu. Inilah perintah-Ku kepadamu: Kasihilah seorang akan yang lain.” (Yohanes 15:16-17, ITB)

Mary dan putranya Clinton di depan gereja mereka di Meru, Kenya

Mary dan Clinton di depan gereja mereka

Elohim mulai menarik hati anak ini dari Islam bahkan sebelum ia menerima hadiah kotak-sepatu. Saat ia belajar bahwa Yeshua adalah lebih dari seorang nabi, ibunya menjadi tertarik oleh apa yang putranya ceritakan, dan kasih yang berkuasa yang ia belum pernah tahu.

“Kami pindah dari kotaku ke Meru dan semua orang di lingkungan kami adalah Muslim, jadi kami menjadi Muslim,” Mary bercerita ke (organisasi) Samaritan’s Purse (Kantong Samaritan). Sebagai seorang janda, ia pindah kesana mencari komunitas yang bisa menolong ia dan putranya Clinton. Setelah pindah, serangkaian peristiwa yang tidak terduga mulai bermunculan.

Di Kenya, Islam telah bertambah kuat pada sepanjang pantai dan perbatasan utara dengan Somalia, benteng Muslim. Meru, lima jam utara Nairobi, adalah sebuah pusat utama dan tujuan umum bagi orang-orang Somalia yang berimigrasi.

Pada mesjid yang tidak jauh dimana Clinton dan ibunya berkunjung, para guru mencambuk kaki Clinton ketika ia salah mengeja ayat-ayat Kuran berbahasa Arab.

Suatu hari putranya tidak mau mengunjungi tempat ibadah itu dan berkata kepada ibunya bahwa ia tidak mau kembali lagi ke kelas-kelas pelajaran Islam.

“Kemana kamu akan pergi?” ibunya bertanya

”Saya ingin pergi ke gereja,” ia menjawab. “Adonai akan menyatakan pada saya dimana.”

Mary terkejut melalui respon putranya, tidak sadar bahwa Elohim Alkitab telah mulai menarik putranya.

Melalui penyediaan Adonai, beberapa hari kemudian seorang teman mengundang Clinton untuk mengunjungi gerejanya.

Clinton menjawab ya-menyadari bahwa ini adalah jawaban bagi kerinduan-kerinduan yang Elohim telah tempatkan pada hatinya.

Ketika Clinton mengunjungi Gereja tersebut, ia menerima sebuah kotak-sepatu dari Operasi Natal Anak di dalamnya berisi dengan hadiah-hadiah yang dikirim dari Amerika Serikat ke Kenya.

Setelah Clinton menerima hadiah tersebut, ia tetap mengunjungi Gereja tersebut dengan temannya, sementara ibunya pergi ke Mesjid. Clinton terlibat dalam sebuah program pemuridan yang dibuat oleh Samaritan’s  Purse bagi mereka yang menerima kotak-kotak-sepatu.

Ia terkejut guru-guru pada Gereja tersebut dimana temannya telah undang dia datang tidak memukul dia.

Pada kelas-kelas yang ia hadiri, Clinton belajar tentang Yeshua yang berbeda dari Yeshua yang diajar oleh para imam Mesjidnya. Ia belajar bahwa Yeshua adalah lebih dari sekedar seorang nabi – bahwa Dia adalah Putra Elohim.

Rosemary Kiligo guru Sekolah Minggunya Clinton di Meru

Rosemary Kiligo, satu dari para guru Sekolah Minggunya Clinton

Kuasa Firman dan Roh Kudus menyebabkan Clintan percaya pada Yeshua sebagai Adonai (Tuhan) dan Juruselamat, dan ia lahir baru. (seorang di sebut “lahir baru” ketika ia berhenti dari kehidupannya yang salah dan kemudian memutuskan menjadi pengikut ajaran Yeshua Messiah)

Setiap minggu Clinton mengulang kepada ibunya apa yang ia telah belajar di kelas-kelas. Secara perlahan, Elohim mulai menarik hati ibu ini juga.

Siapa orang-orang ini yang bahkan tidak tahu dia (Clinton) yang telah memberi dia hadiah dan memberi waktu mengajari dia? Ibu ini terkagum-kagum. Siapakah Yeshua ini yang telah memerintahkan mereka untuk melakuak hal ini?

Mary kemudian mulai menghadiri ibadah-ibadah pada Gereja tersebut bersama putranya tahun kemarin. Ibu ini mulai belajar tentang Yeshua dan orang-orang yang mengikuti-Nya.

“Saya pada awalnya hanya perlu bertemu orang-orang yang telah memberi dia kotak ini,” Mary mengaku pada Samaritan’s Purse. “Dan mengetahui siapakah yang telah mengirim sebuah kotak penuh dengan hadiah-hadiah dari benua yang lain tanpa mengetahui kemana itu pergi mengasihi orang-orang yang mereka tidak pernah bertemu,” ibu ini melanjutkan ceritanya.

“Kasih sejenis ini tidak ada dalam Islam. Saya tahu ini pastilah umat Elohim,” Mary berkesimpulan

Hanya beberapa minggu ke Gereja, dia juga akhrinya menyerahkan hatinya kepada Yeshua sebagai Adonai dan Juruselamatnya dan dibaptis.

“Saya memutuskan sejak itu bahwa saya ingin juga melayani Adonai,” Mary berkata. “Kasih yang sedemikian yang saya telah terima tersebut saya ingin teruskan kepada orang-orang lain,” ibu ini bertekat

Sumber: Child receives shoebox gift, mom finds ‘a kind of love that doesn’t exist in Islam’ By Mark Ellis, publised March 17, 2017

“Terlahir untuk memuliakan Adonai Yeshua Messiah dan menjadi berkat bagi bangsa-bangsa” – Joseph Hendry

 

Advertisements