Tags

, , , , , , , ,

“Di hadapan manusia, mustahil, tetapi di hadapan Elohim, tidak, karena segala sesuatu adalah mungkin di hadapan Elohim!” – Adonai Yeshua (Markus 10:27)

Lee Strobel perjalanan iman dari Atheisme ke KristianitiLee Stobel adalah seorang ateis, pemenang penghargaan wartawan Chicago Tribune dan Sarjana Hukum lulusan Universitas Yale, sebuah univeristas Amerika yang sangat terkenal dengan klub perdukunannya Skull and Bones aka The Brotherhood of Death dan tempat lahirnya banyak pemimpin politik Amerika yang terkenal. Ketika isterinya, yang juga seorang skeptik, suatu hari menjadi Kristen, Lee di dalam kemarahan dan tanda tanya besar ”mengapa isterinya bisa percaya Kristianiti” ia sebagai seorang wartawan terkenal dan ahli hukum tertantang untuk membuktikan iman isterinya tersebut adalah kebodohan. Setelah penelitian yang penat dan panjang serta mewancarai banyak ahli, akhirnya ia sampai pada kesimpulan yang pasti. Hidup lama Lee Stobel yang egois dan merusak baik orang lain dan diri sendiri – sebagaimana ia bercerita – sekarang telah berubah total, ia telah hidup semakin serupa Yeshua Messiah. Kesaksian di bawah kiranya bisa menjadi sebuah kesaksian hidup bagi setiap pembaca bahwa Elohim benar ada, dan Yeshua telah mati tersalib dan pada hari ketiga hidup kembali seperti Injil berkata, dan sampai hari ini kuasa Darah Yeshua masih mampu merubah setiap hidup manusia dari kehampaan dan kehancuran menjadi kehidupan yang berkelimpahan dan mulia. Selamat membaca dan mendengarkan. Yeshua blesses You!! JHNote

Kesaksian singkatnya (2,2 menit) lihat di bawah ini, yang panjang di sini

(Kehidupan lama Lee dan dunia jurnalismenya dan bahaya Ateisme)

Saya adalah seorang ateis untuk sebagian besar hidup saya. Saya pikir ide adalah segala kuasa, semua tentang Elohim yang mengasihi hanyalah kebodohan. Saya telah belajar di sekolah bahwa Evolusi adalah asal mula dari seluruh awal kehidupan, jadi untuk apa Anda membutuhkan Elohim? Dan saya saat itu punya banyak motivasi diri untuk kehidupan gayahidup ateis. Saya hidup dalam kehidupan yang sangat tidak bermoral dan mabuk-mabukan, serta kehidupan yang benar-benar seratus persen terfokus pada jurnalisme.

Saya ingat, bagaimana saya suka Surat Kabar sejak saya masih kecil. Ayahku biasa membawa pulang koran Chicago Daily News setiap malam dari pekerjaan, dan saya membacanya sebagai anak kecil dan mengatakan bagaimana menceritakan isinya tanpa mempertanyakan kebenarannya. Saya ingin menjadi seorang jurnalis, jadi saya memulai koran saya ketika saya masih berumur 12 tahun; dan itu menjadi cukup berhasil. Kami memiliki 200 pelanggan, dan kami pungut bayaran dari mereka 20 sen per bulan dan untuk iklan tiga dolar perhalaman. Saya lakukan ini selama dua tahun, saya sungguh menikmatinya. Kemudian saya berbohong mengenai usia saya dan mendapat pekerjaan di sebuah Surat Kabar sebagai karyawan magang musim panas. Dan aku menghabiskan lima tahun sebagai karyawan magang musim panas, dimulai pada usia empat belas; Jadi saya telah punya banyak pengalaman untuk anak muda seusia saya saat itu.

Saya masuk ke Univeristas Missouri, karena setiap orang berkata kepada ku bahwa itulah sekolah jurnalisme pertama di Amerika dan terbaik menurut banyak orang. Jadi saya ke sana dan melamar pekerjaan pada the Arizona Republic, saya diterima dan tidak pernah lupa yang dikatakan oleh Editor perusahaan tersebut:

”Kami sungguh senang para wartawan yang sungguh-sungguh komit kepada surat kabar dan profesinya. Kami ingin orang-orang yang demikian: Elohim adalah nomor satu, keluarga nomor dua dan kemudian pekerjaan mereka.”

Saya berpikir dalam hati, ”Apakah dia sinting?” Pekerjaanku adalah nomor satu, isteriku nomor dua dan lainnya setelah itu. Jujur, mereka tidak bisa menyaingi saya sebab saya benar-benar fokus dengan karirku sebagai seorang jurnalis.

Lulus dari pendidikan jurnalisme saya masuk the Chicago Tribune, yang tidaklah umum; tetapi saya memiliki begitu banyak pengalaman sebagai pemuda … sebab saya telah tahu itu sejak usia anak-anak – apa yang saya telah inginkan untuk lakukan. Kemudian saya masuk Yale untuk gelas master dalam ilmu hukum, dan kembali ke Chicago Tribune sebagai seorang editor legal, meliput masalah-masalah pengadilan federal, kriminal dan Mahkama Agung Illionis – saya sungguh menikmati semua itu tanpa Elohim, tanpa kerangka moral, mabuk-mabukan. Saya tidak memiliki kerangka moral dalam pekerjaan jurnalisme saya, sehingga saya melakukan apapun demi mendapatkan berita-berita. Saya mencuri data; melakukan kejahatan federal melalui mencuri dokumen-dokumen federal dari gedung pengadilan.

Saya berteman dengan para panitera pengadilan, dari siapa saya dapat ijin pergi sendiri melihat file-file pengadilan, bahkan mencurinya untuk beberapa saat – dengan demikian saya bisa mengalahkan semua wartawan lainnya.

Saya bersedia berbohong, ketika meliput kasus-kasus pada pusat-pusat kantor polisi, saya menelpon para saksi mata dengan mengatakan, ”Halo ini Lee Strobel, menelpon dari pusat kantor polisi,” agar mendapat informasi lebih lengkap, jika dibanding mengaku sebagai wartawan. Saya bahkan bersedia menghancurkan karir rekan kerja saya, jika mereka menghalangi apa yang saya mau. Saya tidak perduli bahkan satu iota pun, ada satu rekan saya mendapat telpon dari kantor saat ia sedang berbulan madu yang mengabarkan ia dipecat … suatu yang buruk. Tetapi seperti saya telah katakan, saya tidak memiliki rasa moral baik atau pun benar. Jika sesuatu menghalangi jalanku, saya akan hancurkan itu. Pacar saya saat kuliah suatu hari berkata kepadaku ”Saya hamil,” saya atur proses aborsinya; saya hanya berfokus meraih sukes pada jabatan saya di Chicago Tribune.” (Catatan JHNote: Ateisme dengan segala cabangnya; komunisme, Darwinisme, materialisme, …, post-modernisme adalah konsep pemikiran yang memberontak kuasa dan perintah Elohim YAHWEH, itu terlihat dari “buah” perkataan dan perbuatan mereka: ego dan kompetisi)

(Isteri agnostiknya menjadi Kristen; perang rasional dan logika dimulai; jurus-jurus manjur para pemenang jiwa)

Leslie, isteri Lee adalah seorang yang tidak perduli dengan kerohanian, sekalipun tidak ateis seperti suaminya. Lee bercerita Leslie belum pernah ke gereja dan tidak pernah secara sungguh berpikir tentang Elohim. Namun lembaran hidupnya berubah ketika mereka pindah rumah.

Suatu hari kami pindah rumah ke bangunan apartemen, tetangga di bawah kami adalah seorang wanita Kristen. Linda namanya. Linda membangun hubungan persahabatan dengan isteriku, dan mereka menjadi sahabat dekat dan membagi  waktu bersama. Linda secara alamia membagikan imannya kepada Leslie; dan Leslie sangat tertarik, sebab sebelumnya tidak ada seorangpun yang pernah bercerita tentang Kristianiti kepadanya. Kami saat itu dalam usia menjelang 30an.

Linda menyadari kondisi kerohanian Leslie, bagaimana sahabatnya ini bisa merasa ”aman” mengunjungi sebuah Gereja. Elohim memberi hikmat kepada Linda, untuk membawa ia ke sebuah Gereja (persekutuan Kristen) yang memakai gedung bioskop.

”Jadi Linda membawa isteriku ke Gereja tersebut, dan isteriku menyukainya. Saya ingat suatu hari ia pulang dan berkata, ”Ini adalah sebuah Gereja yang bagus! Saya jawab: ”Ini adalah kebodohan: kamu tidak bisa memiliki ”bagus” dan ”Gereja” bersama-sama. Itu seperti intelijen militer; mereka tidak pergi bersamaan!” Namun bagaimanapun, saya berkata, ”Jika kamu ingin berlanjut, silahkan saja, tetapi jangan mencoba membawa saya ke sana.”

Musim Gugur 1973, Leslie pulang dari Gereja berkata kepada ku, ”Lee, saya telah membuat keputusan. Saya telah menjadi seorang pengikut Yeshua Messiah.” Saya berpikir ini adalah sesuatu kemungkinan terburuk yang dapat terjadi pada pernikahan kami, saya berpikir untuk bercerai: Saya merasa seperti saya telah menikah dengan seorang Leslie dan sekarang ia telah berubah menjadi sesuatu yang lain. Saya belum siap untuk hal ini dan dan saya tidak menginginkan ini.

Lalu saya berkata, “Perhatikan, jika kamu tidak dapat menghadapi kehidupan pada kedua kakimu, jika kamu harus beriman dalam sebuah buku mythologi dan sejarah yang buruk dan meyakini itu, silahkan dan lakukan itu. Tetapi, nomor satu, jangan beri mereka sedikitpun uang kita, sebab itu adalah yang mereka cari; nomor dua, jangan mencoba menarik saya kesana sebab saya terlalu pintar untuk hal itu.”

Leslie tetap beribadah sebagaimana biasa tanpa suaminya, dari waktu ke waktu Leslie coba mengajak namun jawabannya selalu tidak; Lee bercerita bahwa Leslie hampir menyerah menghadapi keras kepalanya, namun Elohim memakai orang-orang tertentu untuk menguatkan iman Leslie bersyafaat bagi keselamatan suaminya. Mereka hampir cerai, namun satu hal Lee sadari ada suatu perubahan besar yang menarik dari Leslie sejak ia menjadi Kristen.

Kehidupan Leslie berubah, dalam karakter maupun nilai-nilai dirinya. Lee berkata, ”Cara ia memperlakukan ku dan anak-anak kami sungguh menarik perhatianku.”

Akhirnya pada tanggal 20 Januari 1980 ia berkata, ”Mengapa kamu tidak pergi bersama saya ke Gereja?, Leslie mengundang suaminya dan memberi penawaran, ”Kamu tidak harus tinggal sepanjang ibadah, datanglah hanya untuk mendengarkan musik … pastilah kamu akan suka musiknya.”

”Baiklah, saya pergi,” Lee berkata setuju. Saya masuk ke Gereja tersebut, musiknya sungguh cocok dengan gayaku, saya suka dan menikmati itu. Mereka memakai drama yang sungguh menggambarkan sebagian kehidupanku. Lalu kemudian pendetanya naik mimbar dan membagi pesan yang bertemakan ”Dasar Kristianiti,” ia menerangkan Kristianiti dengan gamblang. Saat itu saya berumur 28 tahun, sepanjang hidupku sebelumnya saya tidak pernah mendengar penjabaran kata ”kasih karunia” (grace). Saya berpikir sebelumnya bahwa kasih karunia adalah sesuatu yang orang-orang Kristen katakan saat sebelum makan. Pendeta ini menerangkannya. Reaksi Lee saat itu ada dua: ”Pertama: Saya tidak percaya itu, saya tetap seorang ateis; kedua: jika ini adalah benar, ini akan memiliki dampak yang besar bagi hidupku.”

Jadi saya memutuskan memakai praktek hukum saya, dan keahlian jurnalisme saya dan melakukan invetigasi: Adakah kredibiliti dalam Kristianiti? Saya akan lakukan seperti saya telah lakukan pada Chicago Tribune, memeriksa cerita-cerita untuk melihat jika mereka adalah benar, jika mereka ada bukti-bukti tertulis saya akan investigasi. Saya memakai semua keahlian saya untuk menjawab pertanyaan ini: ”Siapakah Yeshua Messiah? Saya tidak melakukannya dengan sikap bermusuhan, tetapi sikap seorang wartawan. Saya berkata: “Berikan saya fakta-fakta!” Saya siap melihat kedua belah pihak: Kristianiti dan juga agama-agama dunia lainnya.”

Saya mulai melakukan investigasi. Itu suatu perjalanan yang menakjubkan: melihat sistim-sistim kepercayaan lain dan melihat kontradiksi-kontradiksi yang tidak habis-habisnya pada mereka. Pada Kristianiti, sebagaimana saya melihat pada bukti-bukti histori tentang Yeshua, kelayakan Perjanjian Baru, penggenapan nubuatan-nubuatan Perjanjian Lama di Perjanjian Baru dan kebangkitan (link ke situs lain), … saya berkesimpulan: ”Bukti-bukti yang sangat kuat.”

Lee tidak berhenti di situ, ia sekarang melihat kepada catatan sejarahan Barat yang terkenal seperti Simon Greenleaf of Harvard, Sir Lionel Luck, yang penulis Guinness Book of World Records menjelaskan sebagai ahli hukum yan sukses dalam Sejarah Dunia.

Itu memerlukan lebih banyak iman untuk mempertahankan ateisme saya daripada untuk menjadi seorang Kristen – Lee Strobel

Tidak puas di sini, ia meneliti bukti catatan doktrin Gereja (the creed) yang lebih tua: tulisan seorang rabbi Yahudi yang hidup pada abad yang sama dengan Yeshua:

”Sebab dari pertama, aku telah menyerahkan kepada kamu apa yang telah aku terima juga, bahwa Messiah telah mati ganti dosa-dosa kita sesuai dengan Kitab Suci, dan bahwa Dia telah dikuburkan, juga  bahwa Dia telah dibangkitkan pada hari yang ketiga sesuai dengan Kitab Suci, dan bahwa Dia telah terlihat oleh Kefas (rasul Petrus), kemudian oleh kedua belas murid itu, sesudah itu Dia terlihat oleh lebih dari lima ratus saudara-saudara sekaligus. Banyak dari mereka yang masih tetap tinggal sampai sekarang, tetapi ada juga beberapa orang yang telah meninggal.

Sesudah itu, Dia terlihat oleh Yakobus, kemudian oleh semua rasul. Dan yang terakhir dari semuanya, Dia terlihat olehku juga, seperti bayi yang lahir tidak pada waktunya. Sebab aku adalah yang terkecil dari para rasul, yang tidak layak untuk disebut rasul, karena aku telah menganiaya Gereja Elohim ….”

Itulah doktrin Gereja yang rasul Paulus dapat dari rasul-rasul pertama dan meneruskan kepada orang-orang bukan Yahudi kemanapun ia pergi. Lihat 1 Korintus 15:3-10

Doktrin Gereja ini dapat ditanggali ulang oleh para peneliti dari berbagai macam keyakinan theologi dalam rentang waktu dua tahun sampai enam bulan setelah kebangkitan Yeshua.

Jadi setelah saya melakukan investigasi untuk hampir dua tahun dari hidupku: memperhatikan bukti di dalam Alkitab dan di luar Alkitab. Satu dari beberapa favorit saya adalah: saya telah temukan 110 faktas di luar catatan Alkitab dalam sejarah kuno yang meneguhkan itu semua membentuk bersama sebuah korroborativ aspek yang sangat kuat.

Satu dari mereka adalah sejarah Yunani bernama Thalus yang hidup di abad pertama. Ia bukanlah seorang Kristen, catatannya telah hilang, namun Julius Afrikanus mengutip Thalus, bahwa Thalus telah menulis kegelapan yang datang ke bumi saat penyaliban Yeshua, seperti yang juga telah dicatat oleh Injil

 (Pertobatan Lee Strobel yang merubah keluarganya dan dunia sekitar Lee)

”Bukti ini sungguh kuat sehingga 8 November 1981 (setelah menghabiskan dua tahun penelitian) saya sadari dalam terang dari banjir bukti ini begitu kuat menuju kepada Kristianiti, itu memerlukan lebih banyak iman untuk mempertahankan ateisme saya daripada untuk menjadi seorang Kristen. Sebab untuk menjaga ateime ku, saya harus menentang bukti, untuk menjadi Kristen saya hanya perlu membuat sebuah langkah iman ke arah yang sama yang bukti tunjukkan. Itulah logika, rasional dan yang saya telah lakukan.

”Pada hari itu saya bertobat dari dosaku dan memberi hidupku kepada Messiah.

Ia keluar kamar untuk menceritakan kepada isterinya. Isterinya sedang di dapur berdiri di depan meja cuci perabotan dapur, dan Alison, putrinya yang baru berumur lima tahun sedang menjamah keran air untuk pertama kalinya, putrinya berseru bangga kepada ayahnya, ”Papa, lihat saya telah dapat meraih itu. Saya dapat meraihnya!”

”Oh wauu, kamu telah menjadi besar! Lalu memberi pelukan kepadanya, lalu ia lari pergi. (Lee berkata pada video kesaksian, putrinya ini mengenal ayahnya sebagai orang yang kasar khusunya saat mabuk; sehingga ketika Lee pulang kantor anak ini yang sedang bermain segera mengumpulkan mainannya dan lari ke kamarnya)

Lee lalu berpaling pada isterinya, dengan kegembiraan yang sama putrinya telah miliki, ia berkata: ”Begitulah bagaimana saya merasakannya! Saya merasa untuk setahun dan sembilan bulan berusaha menjangkau dan menjangkau, dan akhirnya saya berhasil menjangkau Yeshua Messiah. Itu nyata dan benar, dan saya baru saja memberi hidupku kepada Dia.”

Isteinya mulai menangis dan berkata, ”kamu seorang anak berhati keras, saya telah mencerita ini kepada mu selama dua tahun.”

Dan lima atau enam bulan setelah saya menjadi Kristen, setelah melihat bagaimana Elohim merubah sikap dan hidupku, Alison datang kepada isteriku dan berkata, ”Mami, saya ingin Elohim lakukan untuk ku sama seperti yang Dia telah lakukan kepada papa!” Ia memberi hidupnya kepada Messiah pada umur lima tahun, dan sekarang telah lulus kuliah, sekarang melayani, mencoba menjangkau generasi muda; dan putraku sedang memasuki seminari, ia telah lulus dari sekolah Alkitab tahun ini di Kalifornia.

”Mami, saya ingin Elohim lakukan untuk ku sama seperti yang Dia telah lakukan kepada papa!” – Alison Strobel

(Setelah bertobat, karya rohaninya)

30 hari setelah menjadi Kristen, secara ajaib Elohim membuka pintu pelayanan bagi Lee, ia menjadi editor dari Columbia Daily Tribune di Columbia, Missouri … dimana universitas Sekolah Jurnalis Missouri berada. Dalam dua tahun kemudian, korannya mendapat gelar Koran terbaik di seluruh Missouri oleh assosiasi wartawan Missouri.

Investigasinya yang membuat Lee menjadi Kristen termuat pada buku kesaksian pertobatannya berjudul The Case For Christ, dan 7 April 2017, ditayangkan di layar-layar besar Amerika.

Ia juga pernah menjadi pendeta pengajar pada Gereja Saddleback Valley Community di Lake Forest, Kalifornia.

Saat ini Lee Strobel melayani di Gereja Woodlands sebagai pendeta pengajar dan professor dosen pada Christian Thought at Houston Baptist University di Texas – melalui alat media conferensi. Bukunya yang terbaru adalah God’s Not Dead 2. Ia juga memiliki situs pelayanan: www.leestrobel.com/    

Text kesaksian diterjemahkan dari sini: Lee Strobel

“Terlahir untuk memuliakan Adonai Yeshua Messiah dan menjadi berkat bagi bangsa-bangsa” – Joseph Hendry

Advertisements