Tags

, , , , , , , , ,

Minggu ke-19 ini (8 sampai 14 Mei), ada dua kejadian telah berlangsung dan berdampak internasional, baik secara jiwa maupun kerohanian (bidang keagamaan).

Hakim menghukum Ahok dua tahun perjara - politik yang diagamakan

Politik yang di-Agama-kan & vice versa

Skandal politik berbau SARA di Indonesia

Selasa, tanggal 9 Mei 2017, Gubernur Basuki Tjahaja Purnama, atau Ahok, diputuskan oleh hakim Indonesia tanpa belas kasihan hukuman dua tahun perjara dan langsung dikirim ke penjara Cipinang, sekalipun Gubernur ini menyatakan naik banding segera setelah keputusan hakim tersebut. Awal dari tuduhan ”penghinaan agama Islam” adalah perbuatan kelompok tertentu melalui dosen media yang mengedit secara sengaja perkataan Gubernur Basuki di Kepulauan Seribu.

Namun rakyat Indonesia tahu bahwa ia dijadikan korban DEMI untuk meredam gejolak gunung berapi politik yang semakin aktif yang telah lama tidak stabila di dalam hukum dan politk Indonesia yang berkepanjangan sejak awal tahun kemerdekaan (PKI, Orde Baru, partai Islam).

Segala ketulusan hati, daya, dana dan waktu yang Gubernur ini berikan kepada bangsa Indonesia, khususnya penduduk Jakarta, nampak diabaikan oleh orang-orang yang membencinya, hanya karena ia bukan orang Islam dan bukan ’pribumi’ Indonesia. Ya kita semua tahu bahwa Islam bukanlah agama pertama yang masuk Indonesia, dan mengklaim sebagai ‘pribumi Indonesia’ dan menuduh ‘orang Tionghua bukan-pribumi Indonesia’ adalah suatu yang konyol di Indonesia, bahkan di mata Sutan Takdir Alisjahbana (STA): ”Kita semua pendatang!” (tahun 80an) demikian respon Rektor dan sekaligus pendiri Universitas Nasional, di Jakarta ini. Almarhum STA (1908-1994) dikenal saat itu sebagai budayawan, sastrawan dan pakar tata-bahasa Indonesia.

Dengan bertambahnya tingginya pengetahuan serta tingkat pendidikan bangsa Indonesia, ditambah cangihnya teknologi komunikasi, maka tidaklah mengherankan perkara pengadilan dan pemenjaraan Ahok ini menjadi pembicaraan se Indonesia dan disiarkan oleh banyak Media raksasa sedunia. Dan orang Indonesia menggelar aksi ”Keadilan Untuk Ahok” / ”Justice For Ahok” di banyak kota di Indonesia dan juga di luar negeri (): Di Ameriak Serikat (10 kota), Kanada (2 kota), Australia (4 kota), Belanda, Belgia, Britania Raya, Swiss, Finlandia, Denmark, Taiwan, dll. Total ada 19 negara asing. www.change.org-Ahok Tidak Menista Agama

Bahkan koran Telegraaf Belanda memberitakan para politikus Belanda meminta Indonesia membebaskan Basuki, dan mereka juga telah mendorong semua negara anggota Uni Eropa berbuat yang sama. Koenders moet gouverneur Jakarta bijstaan.

Semua informasi di atas kumpulan dari rekan-rekan di media sosial yang diteruskan kepada saya. Kridit tertinggi dan terima kasih untuk mereka! Thanks and GBU!!

“The World Summit in Defense of Persecuted Christian” di Washington D.C. Amerika Serikat

Pertemuan Tingkat Tinggi Dunia bagi Kristen Yang Teraniaya 10-13 Mei 2017, WashingtonSehari setelah pemenjaraan Gubernur Basuki T.P. atau Ahok, tanggal 10-13 Mei, Penginjil kaliber dunia Franklin Graham, putra dari Penginjil terkenal Billy Graham menggelar Pertemuan Tingkat Tinggi Dunia bagi Kristen Yang Teraniaya.

”Anda lihat, ketika orang-orang berdoa, rantai-rantai berguguran. Ketika orang-orang berdoa, gerbang-gerbang yang tertutup dan terkunci akan terbuka. Ketika orang-orang berdoa, mereka dibebaskan. Mujisat-mujisat apa yang kita mungkin dapat lihat hari ini jika Gereja-gereja kita bersatu dan berdoa sungguh-sungguh meminta Elohim untuk campur tangan atas nama saudara-saudara kita teraniaya.”

“You see, when people pray, chains fall off. When people pray –gates that were closed, gates that were locked — are opened. When people pray, people get set free. What miracles what might we see today if our churches were united and praying earnestly for God to intervene on behalf of our persecuted brethren.” ‘When People Pray, Chains Fall Off’: Franklin Graham’s Call to Fight Persecution

Penginjil secara sengaja mengadakan pertemuan besar tersebut di pusat Pemerintahan Amerika Serikat dan meminta Wakil Presiden Pence berbicara di forum tersebut, ”Kami adakan di sini di Washington sehingga kita dapat menaruh perhatian, kami ingin pemerintah, kami ingin orang-orang ”The Hill” (petugas Gedung Putih) dan Departemen Negara untuk ada diekpos ke orang-orang Kristen ini dan penderitaaan mereka saat ini,” ia berkata pada wartawan Christian World News (CBN.com)

Dan menambahkan, ”Donald Trump sanggat mendukung di dalam membela orang-orang Kristen dan ia katakan ini selama kampanye, bahwa ia akan membela Kristianiti dan dia tidak malu untuk mengatakan itu dan Wakil Presiden demekian juga. Mereka mereka akan lakukan yang mereka bisa lakukan tidak hanya melindungi orang-orang Kristen di rumah (dalam negara AS), namun orang-orang Kristen seluruh dunia.”

Penginjil Franklin ini telah melihat berpuluh-puluh tahun orang Kristen di Timur Tengah seperti Libanon, Sudan. Suriah dan Irak teraniaya, menjadi pengungsi dan minoritas di negara mereka sendiri. Dan Ia juga menyaksikan bagaimana orang Kristen di AS teraniaya oleh kelompok Liberal dan Islam di masa Presiden Baraq Hussein Obama.

Franklin melihat pertemuan yang baru berlangsung tersebut sebagai ”Sebuah nafas udara segar dari Elohim, sebab mereka (Presiden dan WaPres) mendengarkan umat Elohim, kami tidak lihat itu selama di bawah Presiden Obama.”  Obama bahkan tidak mau mengakui adanya ”Terrorisme Islam,” melarang mengkaitkan kedua kata tersebut, Penginjil ini berkata.  A Voice for the Suffering Church: Trump, Pence, Graham Team up for Christians (video wawancara dan text)

Penginjil Franklin termasuk satu dari 6 pemimpin rohani yang berdoa di pesta Peneguhan Presiden Donald Trump.

The World Summit ini dihadiri oleh 600 pemimpin Kristen dari 130 negara.

Dari saya: Mari kita menjadi seperti nabi Habakkuk, taat beriman dan sabar akan waktunya YAHWEH yang Mahaadil dan Mahasabar, sebagaimana Ia perintahkan kepada hamba-Nya:

Then Yahweh answered me, and said, “Write the vision, Yea, make it plain on tablets, that one may swiftly read it; For yet is the vision for an appointed time, still, it press towards an end, and will not deceive,––if it tarry, wait thou for it, for it, surely come,––will not be too late. Lo! as for the conceited one, crooked is his soul within him,– but, one who is righteous, by his faithfulness, shall live. (Habakkuk 2:2-4, EBR)

“Terlahir untuk memuliakan Adonai Yeshua Messiah dan menjadi berkat bagi bangsa-bangsa” – Joseph Hendry

Advertisements