Tags

, , , , , , ,

SAUDI-US-DIPLOMACY

Billboard raksasa menyambut Presiden Donald Trump di Arab Saudi

Presiden Donald Trump dan Melania, istrinya disambut langsung oleh Raja Saudi di lapangan terbang dengan karpet merah (Saptu, 20 Mei). Dan bahkan Raja Salman mengkalungkan Trump medali emas penghargaan sipil tertinggi Arab Saudi

Wakil Menteri bidang Diplomasi Israel, Michael Oren berkata dalam suatu wawancara TV dengan pendiri media Kristen terkenal Amerika CBN menyatakan kebijakan politik luar negeri Presiden Trump lebih menguntungkan baik Arab Saudi dan sekutunya serta Israel, dibanding Presiden Obama yang berbaik hati kepada pemerintah Iran, negara yang merupakan bahaya langsung atas Kerajaan Saudi, baik secara politik maupun keagamaan.

“Iran mungkin ada sebagai ancaman terbesar bagi kedua negara tersebut, namun keduanya melihat hal-hal umum pada ancaman-ancaman lainnya,” Oren berkata, dan menguraikannya, “Kami (Arab Saudi dan Israel) setuju atas Iran, tentu kami setuju atas Suriah, kami setuju atas ISIS, kami setuju atas Muslim Brotherhood (organisasi Islam radikal di Mesir), kami setuju atas Hamas, kami mungkin bahkan setuju atas masalah orang-orang Palestina.”

“Jadi, ini adalah suatu saat yang unik bagi Israel dan saya pikir Presiden Trump menggambil keuntungan dari saat ini dan menekan keunikannya melalui berkunjung pertama ke Arab Saudi dan kemudian ke Israel,” pejabat bidang Diplomasi Israel ini berkata. Oren adalah juga mantan Duta Besar Israel untuk Amerika Serikat selama Obama jadi presiden.

 ISIS adalah organisasi Islam Sunni bernama Negara Islam Irak dan Suriah atau Daesh orang Arab menyebutnya, mengganti namanya menjadi “IS” (Negara Islam) dan pemimpinnya menyatakan dirinya sendiri sebagai Kalifah (Penerus kuasa nabi Muhammad)

Menteri Luar Negeri Saudi, pertemuan kedua pemimpin ini merupakan  “awal dari sebuah titik balik” antar Amerika Serikat, Arab Saudi dan rekan-rekan Negara Teluk lainnya. Kerajaan Saudi menanda tangani pembelian senjata dari AS seharga 110 milyar USD, atau total sekitar 350 milyar USD termasuk investasi di AS.

Presiden Trump, Raja Salman bin A. Al Saud, Raja Abdullah II dan Pangeran dari Abu DhabiTrump di depan para pemimpin Muslim Arab pada acara “Arab Islamic American Summit” berkata, “Masa depan yang lebih baik hanyalah mungkin jika negara-negara Anda mengusir keluar para terorist dan para ektrimist. Usir mereka keluar dari tanah suci Anda dan usir mereka keluar dari bumi ini.” Pertemuan ini dihadiri oleh delegasi dari seluruh negara-negara Arab di Timur Tengah dan Afrika, berjumlah ratusan orang.

Dan tentang ”jalan teror” Presiden memperingatkan konsekuensinya:

”Para pemimpin agama haruslah membuat hal ini jelas secara mutlak: Barbarisme tidak membawa Anda kepada kemulian, kasihan kepada kejahatan tidak akan membawa Anda kehormatan (dignity). Jika Anda memilih jalan-jalan teror, kehidupan Anda akan menjadi kosong, kehidupan Anda akan jadi singkat, dan jiwa Anda akan ada tertuduh sepenuhnya,” Presiden Donald Trump mengingatkan

Reuter menulis,  Raja Saudi lebih suka pada Presiden Trump dibanding Baraq Obama ”yang nampak di kerajaan Arab sebagai orang yang lembek atas Iran dan Suriah.”

Hubungan bilateral antara Kerajaan Saudi dengan Negara Israel sudah terjalin – secara rahasia – lama sebelum ”Arab Spring.” Menjadi semakin terang-terangan setelah Iran aktif melebarkan pengaruhnya di Timur Tengah dan aktif dengan pengembangan teknologi senjata nuklir.

Baca sumber beritanya untuk lebih lengkap:

“Terlahir untuk memuliakan Adonai Yeshua Messiah dan menjadi berkat bagi bangsa-bangsa” – Joseph Hendry

Advertisements