Tags

, , , ,

Kitab Ibrani Supermasi dan Suffisiensi Yeshua MessiahKitab Ibrani, tepatnya Kitab Orang-orang Ibrani (Hebrews) ditulis untuk menghibur orang-orang Ibrani yang percaya kepada Yeshua Messiah: “bear with this word of exhortation, for I have written to you briefly” (13:22, EMTV).[1] Ditulis antara 50-69 A.D. Ibadah korban masih berlangsung (Bait hancur 70 A.D.), Clement dari Roma mengutip kitab Ibrani di suratnya (90 A.D.). Ditulis dengan gaya tulis Yunani klasik. Tidak diketahui dengan pasti siapa penulis surat untuk orang-orang Ibrani Kristen tersebut,[2] namun si penulis memastikan bahwa fondasi iman Kristen yang telah mereka terima adalah superior.

“Tujuan dari surat ini, adalah untuk menunjukkan bahwa Yeshua Messiah Putra Elohim, keduanya Elohim dan manusia, adalah satu-satunya Nabi, Raja dan Imam Besar yang kekal dan yang sejati, yang dibayangi oleh tokoh-tokoh hukum yang lama, dan sekarang dipamerkan secara nyata SIAPA yang seluruh Gereja seharusnya ada diajar, diatur dan dikuduskan.”[3] (Komentar dari Alkitab terjemahan versi Geneva.)

Lima butir superioritas ini adalah satu kesatuan dari fondasi iman Kristen

  1. Yeshua Messiah lebih tinggi dari nabi-nabi

Lalu Ia menjelaskan kepada mereka apa yang tertulis tentang Dia dalam seluruh Kitab Suci, mulai dari kitab-kitab Musa dan segala kitab nabi-nabi.  (Lukas 24:27, ITB)

Ibrani 1:1-3. Jika dahulu Elohim berbicara kepada umat-Nya melalui perantaraan para nabi, ”pada masa terakhir ini Dia berbicara kepada kita di dalam Putra (by the Son) … duduk di sebelah kanan Yang Mahaagung di tempat yang tinggi.”

  1. Yeshua Messiah lebih tinggi dari malaikat-malaikat

Atau kausangka, bahwa Aku tidak dapat berseru kepada Bapa-Ku, supaya Ia segera mengirim lebih dari dua belas pasukan malaikat membantu Aku?  (Matius 26:53, ITB). Satu Legion tentara Romawi berjumlah enam ribu tentara, berarti 72.000 tentara malaikat.

Ibrani 1:4 – 2:18. “jauh lebih tinggi daripada para malaikat,” sebab hanya kepada Yeshua, Elohim YAHWEH berkata pernyataan-pernyataan ini, dan tidak pernah kepada satu malaikatpun:

  • ”Engkaulah Putra-Ku; hari ini Aku telah memperanakkan Engkau,” dan lagi, ”Aku akan menjadi Bapa bagi-Nya, dan Dia akan menjadi Putra bagi-Ku” (Ibr. 1:5), penulis mengutip Kitab Mazmur 2:7 dan 2 Samuel 7:14
  • ”Hendaklah seluruh malaikat Elohim menyembah kepada-Nya!” (1:6), penulis mengutip Kitab Ulangan 32:43[4]
  • Takhta-Mu, ya Elohim, sampai selama-lamanya. … Engkau mencintai kebenaran dan membenci kedurhakaan, karena itulah Elohim, Elohim-Mu, telah mengurapi Engkau dengan minyak kesukaan melebihi mereka yang bermitra dengan-Mu,” (1:8-9), si penulis mengutip Mazmur 45:6-7
  • ”Duduklah di sebelah kanan-Ku, sampai Aku membuat musuh-musuh-Mu tumpuan kaki-Mu!” (1:13), ia mengutip Mazmur 110:1, ayat ini juga di klaim oleh Yeshua sendiri bahwa perkataan Daud tersebut adalah tentang diri-Nya. Lihat Matius 22:42-46.
  1. Yeshua Messiah lebih tinggi dari nabi Musa

Sebab jikalau kamu percaya kepada Musa, tentu kamu akan percaya juga kepada-Ku, sebab ia telah menulis tentang Aku.  (Yohanes 5:46, ITB)

Ibrani 3:1 – 4:13. “Dan Musa benar-benar setia di dalam seluruh bait-Nya seperti seorang pelayan, … tetapi Kristus (Messiah) selaku Putra atas bait-Nya itu adalah kita” (Ibr. 3:5-6a). Penulis membandingkan kuasa nabi Musa dengan Messiah dalam dua hal. 1. Jabatan: pelayan vs pewaris. 2. Jenis bait Elohim: tenda (benda mati) vs Gereja (orang-orang percaya).  Dan sipenulis menambahkan bahwa Musa dan Yosua belum bisa membawa umat-Nya (Israel) kepada “perhentian Elohim,” tetapi melalui Yeshua Gereja-Nya pasti berhasil mencapai Perhentian tersebut – asal kita rajin dan tidak jatuh ke dalam ketidak setiaan (Ibr. 4:11) – , tidak ada seorangpun bisa selamat dengan melakukan aturan Torah, namun puji syukur kepada Bapa, Yeshua telah melakukan semuanya bagi kita; “Sudahlah genap!,” Yeshua berseru pada nafas terakhirnya saat Dia tersalib. Yeshua adalah “Tuhan atas Hari Sabat!” Sabat adalah istirahatnya Elohim.

  1. Yeshua Messiah lebih tinggi dari imam Harun dan keturunannya (Lewi)

Pada keesokan harinya, Yohanes (Pembaptis) melihat Yeshua yang  datang kepadanya, dan dia berkata, “Lihatlah, Anak Domba Elohim yang menghapus dosa dunia!”  (Yoh. 1:29)

IbraIbrani 9 ayat 22 Kuasa Darah Yeshuani 4:14 – 10:18, 13:10-12. Yeshua, Putra Elohim adalah Imam Besar yang agung yang telah melintasi langit (4:14), dan Kitab Suci berkata tentang Yeshua, “Engkaulah Putra-Ku, pada hari ini Aku telah memperanakkan Engkau.” (5:5), si penulis mengutip Mazmur 2:7 dan “YAHWEH telah bersumpah dan Dia tidak akan menyesal: “Engkau adalah Imam untuk selamanya menurut peraturan Malkisedek.” (5:6 & 7:17, 21), mengutip Mazmur 110:4. Malkisidek adalah Raja Salem, Imam Elohim Yang Mahatinggi, yang kepadanya Abraham telah memberikan perpuluhan. Malkisedek adalah imam tampa ayah dan ibu, tanpa silsilah dan kekal (Ibr. 7:1-3). Para imam Lewi harus memberi perpuluhan dari apa yang mereka dapat dari bangsa Israel.

Yeshua adalah Anak Domba Elohim (Yoh. 1:29), satu-satunya Domba Korban sembelihan yang Elohim berkenan, (Ibr. 10:5-14) si penulis berkata mengutip Mazmur 40:6-8

  1. Yeshua Messiah adalah Elohim yang menjadi manusia

“Dia yang telah Bapa kuduskan dan utus ke dalam dunia, kamu justru berkata: ‘Engkau menghujat,’ karena Aku berkata, ‘Aku adalah Putra Elohim’?” (“do you say of Him whom the Father sanctified and sent into the world, ‘You are blaspheming,’ because I said, ‘I am the Son of God’?” (John 10:36, EMTV)

Ibrani 13 ayat 8 Yeshua Messiah tetap sama kemarin, hari ini dan selamanyaIbrani 12:2, 18-24 dan Ibrani 13:8-9 – Yeshua adalah Penguasa dan Penyempurna iman kita (the author and perfecter of our faith), Dia adalah Pengantara Perjanjian Baru  (the mediator of the new covenan), si penulis berkata juga, “Yeshua Messiah tetap sama, kemarin dan hari ini, bahkan sampai selamanya.”

Alasan surat ini dibuat oleh karena datangnya dua tekanan kepada orang-orang beriman diperantawan. Tekanan pertama datang dari para orang Yahudi penganut Yudaisme memaksa mereka kembali kepada aturan-aturan keagamaan nenek moyang mereka; pembasuhan dan makanan (9:10 dan 13:9) dan ancaman dikucilkan dari gedung-gedung Sinagoge mereka. Tekanan kedua datang dari orang-orang Romawi yang saat itu merupakan penguasa di semua negara tepi Laut Mediteranian dan Eropa, pemerintah yang telah memenjarakan para rasul, termasuk Paulus, dan Timotius yang baru saja dibebaskan saat surat ini dibuat (13:23) termasuk si penulis (10:34 & 13:19). Orang Ibrani Kristen ini benar-benar dalam kondisi yang sulit

Oleh karena alasan di atas si penulis menghibur para orang beriman tersebut:

  1. Tetap berpegang teguh pada iman, jangan buang keyakinanmu yang memiliki upah yang besar. Penderitaanmu tidaklah lama, Dia akan datang dan tidak akan menunda (mengutip Habakuk 2:3). Ingatlah pesan ini: “Namun, orang benar akan hidup oleh iman, dan apabila dia murtad, jiwa-Ku tidak berkenan kepadanya.” (Hab. 2:4). Ibrani 10:32-39
  2. Contohlah para tokoh-tokoh iman, ia mendafkan nama tokoh-tokoh Alkitab (11:1-40)
  3. Lihatlah selalu kepada Yeshua yang adalah Penguasa dan Penyempurna iman kita (12:1-4)
  4. Terimalah semua tekanan tersebut sebagai didikan Elohim (12:5-13), jangan murtad seperti Esau yang menjual hak sulungnya hanya demi ’sepiring makanan’ (12:16-17)
  5. Ingatlah apapun yang terjadi, Elohim tidak pernah meninggalkan kita, Dia adalah Penolong kita (13: 5-6) Ibrani 13 ayat 5 I will never leave thee, nor forsake thee
  6. berhati-hati terhadap ajaran yang macam-macam dan asing (13:9), tetapi jangan lupa melakukan yang baik dan memberi bantuan (generosity, EMTV)
  7. Sebagai ganti berbelas kasihan pada diri sendiri, taatilah pemimpin rohani kalian dan berdoa bagi mereka, khusunya mereka yang terpenjara oleh karena pemberitaan Injil yang mereka lakukan (13:17-21)

Catatan kaki:

[1] Paraklesis (Yunani), kata yang sama dipakai pada Lukas 2:25, Kis para Rasul 4:36 dan 13:15 serta 1 Timotius 4:13
[2] Ada yang berpikir si Penulis adalah Paulus, namun kita tahu Paulus selalu menulis namanya pada setiap suratnya dan memakai kata ”Messiah Yeshua.” Lainnya menduga Barnabas aka ”Putra Penghiburan” orang Ibrani asal Cyprus dan mengerti tata ibadah korban sebab ia orang Lewi, setidaknya Tertullian percaya. Lainnya, seperti Martin Luther, berpikir Apollos karena sangat terdidik dalam Alkitab PL (Kis. 18:24) memakai Alkitab PL Septuaginta kota asal Apollos dan kitab Yunani pertama ini dibuat, ia juga rekan kerja Paulus saat permulaan. Lainnya menduga Priscilla (wanita Yahudi) satu dari rekan pelayanan Paulus, banyaknya nama-nama wanita di pasal 11 dan tidak memberi nama penulis.
[3] Kitab terjemahan Geneva adalah Alkitab bahasa Inggris yang dipakai oleh para Kristen Puritan di Britania Raya sebelum Alkitab King James Version (1611) diterbitkan. Komentar ditermahkan dari tulisan ini: “The purpose of this epistle, is to show that Jesus Christ the Son of God both God and man is that true eternal and only Prophet, King and High Priest, that was shadowed by the figures of the old law, and is now indeed exhibited of whom the whole Church ought to be taught, governed and sanctified  (Geneva Bible Translation Note on book of the Hebrews)
[4] Rejoice, ye heavens, with him, and let all the angels of God worship him; rejoice ye Gentiles, with his people, and let all the sons of God strengthen themselves in him; for he will avenge the blood of his sons, and he will render vengeance, and recompense justice to his enemies, and will reward them that hate him; and the Lord shall purge the land of his people.  (Deu. 32:43, LXXE). Penulis kitab Ibrani jelas memakai terjemahan Yunani Septuaginta, sebab ayat ini tidak tertulis di terjemahan lainnya.

“Terlahir untuk memuliakan Adonai Yeshua Messiah dan menjadi berkat bagi bangsa-bangsa” – Joseph Hendry

Advertisements