Tags

, , , , ,

Brother Rachid, penginjil Marokko Dearing Qustions

Brother Rashid “Daring Questions”

Serangan terorist di London, Afganistan, Irak dan Filipina di bulan Ramadan menjadi sorotan media. CBN News mewawancarai Brother Rashid, tokoh Media Arab yang terkenal. Rashid putra dari seorang imam dan ia sendiri seorang Muslim Marokko yang sungguh-sungguh sebelum menjadi Kristen

Wartawan CBN News mengutip kalimat dari seorang pemimpin kelompok ISIS yang mendorong para Muslim untuk membunuh orang-orang bukan Muslim selama bulan Ramadan, karena akan dihormati bahkan mendapat ektra upah. Apakah ini ajaran Islam atau bukan, wartawan ini meminta pendapat Brother Rashid

‘Ramadan Is a Month of Jihad’: Former Muslim Unloads Truth, Calls Muslims to Jesus (CBN New; 5 Juni 2017)

”Ramadan bukanlah suci dalam cara para orang Barat mengerti suci. Itu suci sebab itu adalah untuk Allah dan demi Allah,” Rashid berkata menjawab pertanyaan tersebut.

Mantan Muslim ini menjelaskan sejarah Islam dan mengutip ayat Alkuran untuk mendukung pernyataannya. Rashid menunjuk bahwa nabi Muhammad pergi ke beberapa medan perang selama bulan Ramadan, termasuk Perang Badr, Al-Fatiha dan Guadalete, dan nabi membuat persetujuan dengan para pengikutnya bahwa jika mereka terbunuh, mereka akan mendapat sorga. Rashid membacakan Quran 9:111 (saya kutip dan terjemahkan secara langsung dari CBN)

‘Indeed, Allah has purchased from the believers their lives and their properties (in exchange) for that they will have Paradise. They fight in the cause of Allah, so they kill and are killed.’ (Sungguh, Allah telah membeli dari orang-orang percaya hidup mereka dan milik mereka (sebagai ganti) agar memiliki sebuah surga. Mereka berjuang demi Allah, jadi mereka membunuh dan dibunuh.”)

”Jadi jika Anda mati sebagai martir dalam Islam Anda mati demi Allah dan Allah akan memberikan surga dalam kehidupan berikutnya,” Rashid yang sekarang menjadi Kristen berkata.

Menjawab pertanyataan wartawan Media Kristen CBN perlunya mereformasi ajaran keras Islam tersebut, Rashid berkata bahwa Islam tidak bisa direformasi sebagai mana ajaran Kristen telah direformasi oleh Dr. Martin Luther di abad 16.

”Jika Anda mengambil Islam kepada akar-akarnya, ke kehidupan Muhammad dan ke kitab sucinya, Alkuran, maka kita akan berada dalam masalah besar sebab kehidupan (nabi) Muhammad, ia melakukan 83 serangan (raids) hampir selama delapan tahun, dan ia telah melakukan begitu banyak sekali pertempuran. Ia bukanlah seorang pria yang damai. Komunitas Muslim pertama, mereka telah hidup dari serangan-serangan tersebut. Jadi jika kita kembali ke akar-akarnya, kita berada dalam masalah besar,” Rashid berkata.

Oleh karena satu-satunya jalan adalah ia mendorong para Muslim keluar dari kekerasan dan melihat kehidupan Yeshua, yakni memeluk kasih dan perdamaian.

”Saya nyatakan kepada semua saudara dan saudari Muslimku dimanapun kita berada. Kita adalah para korban dari ideologi Islam ini dan kita perlu keluar dari situ. Itu menghancurkan kita dan menghancurkan orang-orang lain. Kita perlu melihat pada kehidupan Yeshua sebab itu telah merubah saya dan juga banyak Muslim,” Rashid berkata.

Untuk mendengar seluruh wawancara CBN News ini silahkan klik pada link yang tersedia di atas.

Brother Rashid adalah direktur dari: Moroccan And Christian TV  dan  Daring Questions bagian dari Al Hayad Ministries

“Terlahir untuk memuliakan Adonai Yeshua Messiah dan menjadi berkat bagi bangsa-bangsa” – Joseph Hendry

Advertisements