Tags

, , , , , ,

Hasil Keputusan anggota PBB Desember 2017 Yerusalem ibukota Israel

Status kota Yerusalem

Sejarah Dunia telah mencatat peristiwa yang penting di akhir tahun 2017 setuju dan tidak setuju kota Yerusalam sebagai ibukota negara Israel. Melalui keputusan setiap negara di Pertemuan Umum PBB (PU PBB) ini kita bisa melihat beberapa fakta yang tersirat di dalamnya dan masa depan dunia.

Dari 193 negara anggota PBB, dari PU Kamis 21 Desember 2017 adalah 128 SETUJU untuk memboikot mengakui klaim Israel bahwa Yerusalem adalah ibukota negara Israel, dan 9 TIDAK SETUJU dengan keputusan PBB, 35 ABSEN, dan 21 MENOLAK HADIR. Lihat video klaim PM Israel: Prime Minister Benjamin Netanyahu remarks in response to US President Trump’s Statement

Setuju memboikot. 128 negara yang setuju memboikot adalah datang dari mayoritas anggota OKI (Organisasi Kerjasama Islam); Indonesia setuju. OKI beranggota 57 negara Shia dan Sunni. Mayoritas anggota Uni Eropa juga memboikot mengikuti perintah Brussel. Britania, Jepang Rusia dan Thailand turut dalam kelompok ini.

Menolak memboikot. 9 negara menolak memboikot aksi PBB ini adalah: Amerika Serikat, Israel sudah pasti, Guatemala, Honduras, Kepulauan Marshall, Micronesia, Nauru, Palau, dan Togo. Togo adalah satu-satunya anggota OKI yang menolak aksi boikot PBB.

Menolak memberi suara / absen. 35 Negara yang hadir di PU PBB namun tidak bersedia memberi suara atau absen adalah: Antigua-Barbuda, Argentina, Australia, Bahamas, Benin, Bhutan, Bosnia-Herzegovia, Cameron, Kanada, Colombia, Croatia, Republik Czech, Domikan Rep., Equatorial Guinea, Fiji, Haiti, Hungaria, Jamaika, Kiribati, Latvia, Lesothia, Malawi, Mixico, Panama, Paraguai, Filipina, Poland, Romania, Rwanda, Kepulauan Solomon, Sudan Selatan, Trinidad Tobago, Tuvalu, Uganda, Vanuatu.

Menarik diperhatikan bahwa ada 6 dari 27 negara anggota Uni Eropa menolak konsensus Brussel untuk mendukung resolusi PBB tersebut. Mereka adalah Croatia, Republik Czech, Hungaria, Latvia dan Romania dan Polandia.

Menolak hadir di PU PBB. 21 Negara menolak hadir pada PU PBB adalah Republik Central Afrika, Rep. Demokratik Kongo, El Salvador, Georgia, Guinea Bissau, Kenya, Mongolia, Myanmar, Moldova, Samoa, San Marino, Sao Tome-Principel, Sierra Leone, Swazilang, Timor-Leste, Tonga, Turkmenistan, Ukrainia, Zambia. Turkmenistan adalah anggota OKI.

Jelas bahwa mayoritas pemerintah negara setuju untuk memboikot Israel, namun kali ini Amerika Serikat dan Israel tidak sendirian, mereka mendukung Yerusalem ibukota negara Israel melalui aksi absen dan tidak hadir di rapat yang penting ini. Itu terlihat dari pernyataan Nikki Haley di Twitternya setelah PU PBB tersebut, Duta Besar AS untuk PBB ini menulis, ”Suara adalah 65 negara telah menolak menuduh Amerika Serikat dan 128 melawan kami. Penghitungan suara terakhir untuk mengikuti”

Pemimpin Palestina M. Abbas mengkomentari hasil ini dengan senyum gembira, ”Keputusan ini kembali meneguhkan sekali lagi bahwa bangsa Palestina menikmati dukungan hukum internasional, dan tidak ada keputusan oleh pihak manapun dapat merubah realitas.”

Pihak Israel sama sekali mengabaikan hasil pemungutan suara PU PBB. PBB bias menentang Israel.jpg “Mereka yang mendukung resolusi hari ini adalah seperti boneka-boneka yang ditarik oleh benang-benang tuan-tuan boneka orang Palestina,” Duta besar Israel untuk PBB Danny Danon berkata.

PM Israel Benjamin Netanyahu, yang terkenal dengan orang yang blak-blakan, mengkomentari hasil PU PBB pada sebuah video di Facebooknya sebagai “resolusi yang bodoh,” namun puas dengan ”bertambahnya jumlah negara yang menolak berpartisipasi dalam tiater konyol ini,” dan memuji Presiden Trump dan Duta Besar Nikki Haley untuk ”dukungan membela kebenaran” mereka. Sehari sebelum PU PBB bersidang, PM Israel telah menyebut PBB sebagai ”the House of lies” (Rumah kebohongan-kebohongan). Israel menuduh PBB bias menentang Israel namun menutup mata atas pelanggaran HAM yang dilakukan banyak negara.

Apa yang segera akan terjadi dengan bumi yang kita diami ini? Akankah negara-negara siap berperang membayar harga untuk meributkan kota Yerusalem?

Melihat kondisi dunia saat ini, ada sebuah lagu yang bisa menghibur kita, dengarkan:

I don’t know about tomorrow I just live for day to day I don’t borrow from the sunshine For it’s skies may turn to gray
I don’t worry o’er the future For I know what Jesus said And today I’ll walk beside Him For He knows what lies ahead
Many things about tomorrow I don’t seem to understand But I know who holds tomorrow And I know who holds my hand
Ev’ry step is getting brighter As the golden stairs I climb. Ev’ry burden’s getting lighter Ev’ry cloud is silver lined
There the sun is always shining There no tear will dim the eye At the ending of the rainbow Where the mountains touch the sky
Many things about tomorrow I don’t seem to understand But I know who holds tomorrow And I know who holds my hand

“Terlahir untuk memuliakan Adonai Yeshua Messiah dan menjadi berkat bagi bangsa-bangsa” – Joseph Hendry

 

 

Advertisements